Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip akuntansi syariah — meliputi keadilan (adl), larangan Riba, Gharar, dan Maisir, amanah, transparansi, serta keberkahan — dalam pengelolaan keuangan UMKM Gula Aren di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dengan studi kasus pada UMKM Arensi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap pemilik dan pengelola UMKM, serta analisis data secara tematik dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Arensi telah menerapkan sebagian besar prinsip akuntansi syariah, khususnya amanah, kejujuran, dan keadilan, meskipun penerapannya masih dilakukan secara sederhana dan belum didukung oleh sistem pencatatan keuangan syariah yang terstruktur. Pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual menggunakan buku tulis, dan pemisahan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha belum dilakukan secara optimal. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan tentang akuntansi syariah dan belum adanya sistem pencatatan keuangan yang terstruktur sesuai standar syariah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendampingan dan pelatihan akuntansi syariah bagi pelaku UMKM gula aren guna mendukung pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel.This study aims to analyze the application of sharia accounting principles — including justice (adl), the prohibition of Riba, Gharar, and Maisir, trustworthiness (amanah), transparency, and blessing (barakah) — in the financial management of palm sugar SMEs in Sinjai Regency, South Sulawesi, using the Arensi SME as a case study. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through semi-structured interviews with the SME owner and manager and analyzed using inductive thematic analysis. The results indicate that Arensi has implemented most sharia accounting principles, particularly trustworthiness, honesty, and justice, although implementation remains simple and is not yet supported by a structured sharia-based financial recording system. Transactions are still recorded manually in a notebook, and the separation between personal and business finances has not been optimally carried out. The main challenges identified are limited knowledge of sharia accounting and the absence of a structured financial recording system conforming to sharia standards. This study recommends mentoring and training in sharia accounting for palm sugar SME actors to support more transparent and accountable financial management.