Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH KOMPRES DAUN KOL TERHADAP PEMBENGKAKAN PAYUDARA PADA IBU POST PARTUM Husna Maulida; aida fitriani; Era Wahyuni
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 9 No 2 (2022): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v9i2.367

Abstract

Breastfeeding is a natural event for a woman. However, breastfeeding problems that often arise in the early postpartum period (puerperal or lactation period) are breast engorgement. Breast engorgement is a blockage of milk due to the narrowing of the lactiferous ducts or by glands that are not emptied. The impact that will be caused if the breast milk dam is not resolved, namely mastitis and breast abscess, will occur. The use of cabbage or cabbage leaf compresses can be a non-pharmacological treatment. This study aimed to determine the effect of cabbage leaf compresses on breast swelling in postpartum mothers. The research method used is a quasi-experimental design. The design used is Posttest Only Control Group Design. The sample of this study was postpartum mothers who experienced breast swelling in PMB Erniati, North Aceh Regency. The number of respondents was 30 postpartum mothers who were divided into 2 groups (intervention and control groups). Each group consisted of 15 postpartum mothers. The results of statistical tests using the Mann Whitney U test p-value 0.000, which means that cabbage leaf compresses have an effect on breast swelling in postpartum mothers in PMB Erniati, North Aceh Regency.
The Effectiveness Of Giving Moringa Leaves To Increase The Weight Of Toddlers Eka Sutrisna; Husna Maulida; Rita Wahyuni; Aida Fitriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.10945

Abstract

Latar Belakang: Balita merupakan usia anak yang paling sering menderita kekurangan gizi dan gizi buruk. Kebutuhan gizi untuk anak pada awal masa kehidupannya merupakan hal yang sangat penting. Gizi kurang dan gizi buruk pada balita berakibat terganggunya pertumbuhan jasmani dan kesehatan. Secara tidak langsung gizi kurang dan gizi buruk menyebabkan balita mengalami defisiensi zat gizi yang dapat berakibat panjang, yaitu berkaitan dengan kesehatan anak, pertumbuhan anak, penyakit infeksi dan kecerdasan anak seperti halnya karena serangan penyakit tertentu. Berdasarkan data terdapat 18 balita mengalami gizi kurang di Desa Mampree Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun kelor terhadap peningkatan berat badan pada anak balita di Desa Mampree Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh pada September sampai Oktober 2022.Metode:  Intervensi yang dilakukan adalah dengan  pemberian daun kelor pada balita selama 3 minggu berturut-turut sebanyak 1 mangkuk, kepada seluruh responden yang menjadi sampel dalam penelitian, dan akan dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi daun kelor. Jumlah sampel yaitu 20 orang kelompok intervensi, dan 20 orang kelompok kontrol. Data penelitian akan dianalisis dengan metode univariat dan bivariat.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat balita dengan intervensi daun kelor akan mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi mengalami mengalami kenaikan berat badan balita ≥2kg sebanyak 80%, sedangkan pada kelompok kontrol hanya sebesar 15%.Kesimpulan: Secara statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas pemberian daun kelor terhadap peningkatan berat badan balita di Desa Mampree Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara.Saran: Perlu diteliti tentang variasi pemberian olahan daun kelor yang dikombinasi dengan sayuran lain. Kata Kunci : Daun kelor, Peningkatan berat badan, Balita ABSTRACT Background: Toddlers are the age of children who most often suffer from malnutrition and malnutrition. Nutritional needs for children at the beginning of their lives are very important. Undernutrition and malnutrition in toddlers result in disruption of physical growth and health. Indirectly, malnutrition and malnutrition cause toddlers to experience nutritional deficiencies that can have long consequences, namely related to child health, child growth, infectious diseases and children's intelligence as well as due to certain diseases. Based on data, there are 18 under-five children experiencing malnutrition in Mampree Village, Syamtalira Aron District, Aceh Regency.Purpose:  This study aims to determine the effectiveness of Moringa leaves on weight gain in children under five in Mampree Village, Syamtalira Aron District, Aceh Regency from September to October 2022.Methods:  The intervention carried out was by giving Moringa leaves to toddlers for 3 consecutive weeks as much as 1 bowl, to all respondents who were sampled in the study, and would be compared with the control group without Moringa leaf intervention. The number of samples was 20 people in the intervention group, and 20 people in the control group. The research data will be analyzed by univariate and bivariate methods.Results: Based on the results of the study, toddlers with Moringa leaf intervention will experience higher weight gain compared to the control group. In the intervention group, they experienced an increase in toddler weight of ≥2 kg as much as 80%, while in the control group only by 15%.Conclusion: Statistically, it can be concluded that there is an effectiveness of giving Moringa leaves to increase toddler weight in Mampree Village, Syamtalira Aron District, North Aceh Regency.Suggestions; It is necessary to study the variety of Moringa leaf preparations combined with other vegetables. Keywords : Moringa leaves, Weight gain, Toddlers 
PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN NORMAL BAYI USIA 0-6 BULAN Afdila Reva; Harahap Lili Kartika Sari; Maulida Husna
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v3i1.347

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi baru lahir merupakan salah satu upaya untuk mencegah kematian dan masalah kekurangan gizi pada bayi dan balita. World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir diberikan ASI hingga usia 6 bulan tanpa memberikan makanan atau cairan lain, kecuali vitamin, mineral, dan obat yang telah diizinkan karena adanya alasan medis. Tujuan: untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap penambahan berat badan normal bayi usia 0-6 bulan di Desa Alue Papeun Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara. Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain studi “cross sectional”, dengan sampel sebanyak 35 orang dari total sampling yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di Desa Alue Papeun Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara. Untuk analisa data menggunakan uji Chi-Square Tes (x²). Hasil : Hasil Penelitian didapatkan pemberian ASI eksklusif sebagian besar berada pada kategori tidak diberikan sebesar 66%. Ada pengaruh bermakna pemberian ASI eksklusif dengan penambahan berat badan normal bayi usia 0-6 bulan dengan nilai p value sebesar 0.001. Kesimpulan: pemberian ASI eksklusif berpengaruh terhadap penambahan berat badan normal bayi usia 0-6 bulan
EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN BUDAYA POLA MAKAN DENGAN PEMBERIAN PRODUK DAUN KELOR MELALUI FORTIFIKASI DALAM PENANGANAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG KERAMAT KABUPATEN ACEH UTARA Eka Sutrisna; Husna Maulida; Esar Alkautsar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22104

Abstract

Jumlah stunting di Indonesia pada tahun 2022 adalah sebanyak 15.798.153 balita dengan angka prevalensi 21,6%. Angka ini merupakan angka yang tinggi, stunting dapat menjadi ancaman bagi generasi masa depan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya salah dalam menangani stunting, salah satunya melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita. Saat ini, pada makanan bayi mengandung daun kelor, produk yang mengandung daun kelor dianggap dapat memberikan manfaat dalam mengatasi kondisi stunting pada bayi. Penggunaan daun kelor juga digunakan di Kabupaten Aceh Utara. Kecamatan  tertinggi  di  Kabupaten  Aceh  Utara  prevalensi  stunting  salah satunya adalah Kecamatan  Simpang  Keramat  (35%). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pengembangan budaya pola makan dengan pemberian produk  daun  kelor  melalui  fortifikasi  dalam  penanganan  balita stunting. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperiment, jumlah sampel sebanyak 50 balita stunting yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu 25 orang kelompok perlakuan dan 25 orang kelompok non perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi badan balita meningkat setelah diberikan pengembangan budaya pola makan dengan pemberian produk daun kelor melalui fortifikasi. Secara rata-rata, tinggi badan balita mengalami peningkatan sebesar 2,9 cm. berdasarkan hasil uji paired sample t test didapati bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 0,003 < 0,05, yang artinya terdapat efektifitas pengembangan budaya pola makan dengan pemberian produk daun kelor melalui fortifikasi dalam penanganan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Keramat.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Eka Sutrisna; Husna Maulida; Suriani Suriani
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i1.2356

Abstract

The problems in Gampong Jambo Mesjid are the high rate of Stunting, namely 23 people, lack of public knowledge about nutritious food at the first 1000 days, feeding methods and eating patterns, low support and awareness of husbands and families in improving the nutritional status of toddlers, low community income, factors food taboos where certain nutritious foods cannot be consumed by children under five, low coverage of exclusive breastfeeding, lack of awareness in handling stunting in toddlers, and lack of awareness of preventing stunting in toddlers. This community service activity aimed to increase the knowledge of cadres and the community in handling and preventing stunting in the first 1000 days of life. The method of implementing this activity is in the form of training and counseling on providing nutritious food to the first-1000-days, feeding methods and eating patterns, practice of providing additional food that is age appropriate. The results achieved from this activity are increasing the knowledge and skills of cadres and the community in handling stunting, increasing body endurance, optimal growth and development, increasing quality human resources towards a stunting-free Lhokseumawe City.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN ANTENATAL CARE DAN PEMILIHAN PERSALINAN DI PUSKESMAS LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN 2020 Husna Maulida
Getsempena Health Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v1i1.1704

Abstract

A B S T R A C T Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the development targets and one of the sensitive indicators in describing the welfare of the community in a country. In this case the effort to reduce the MMR is very much in need of quality Ante Natal Care (ANC) and Intranatal Care (INC) services, The purpose of this study was to analyze the factors associated with the implementation of Antenatal care and the selection of labor Lhoksukon Community Health Center Working Area North Aceh District in 2020. The type of this research is observational analytic research with cross sectional design. The sampling technique is proportional sampling with a sample size of 170 people. analysis found a history of diseases that are highly associated with the implementation of Antenatal care and Birt Attendant selection at Lhoksuon Health Center in North Aceh District with p< 0.05 obtained by PR of 1048 dengan 95% CI 62,128-3176 means history of disease 1048 times has a relationship with the implementation of antenatal care and the selection of labor in the working area of ​​Lhoksukon Community Health Center in North Aceh in 2020. It is hoped that pregnant women can increase their knowledge of pregnancy and childbirth so that the mother is ready to undergo pregnancy and childbirth process safely and safely. B S T R A K AKI merupakan salah satu target pembangunan dan salah satu indikator yang peka dalam menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu Negara. Dalam hal ini upaya untuk menurunkan AKI ini sangat membutuhkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) dan Intranatal Care (INC) yang berkualitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Antenatal care dan pemilihan persalinan di Puskesmas Lhokdukon Kabupaten Aceh Utara. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester tiga. Teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling dengan jumlah sampel 170 orang. Hasil penelitian ini didapati nilai p > 0,05 diperoleh PR sebesar 1048 dengan 95% CI 62,128-3176 berarti riwayat penyakit 1048 kali memiliki hubungan dengan pelaksanaan antenatal care dan pemilihan persalinan di wilayah kerja puskesmas Puskesmas Lhokdukon Kabupaten Aceh Utara tahun 2020. Diharapkan bagi ibu hamil agar dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang kehamilan dan proses persalinan sehingga ibu siap dalam menjalani kehamilan dan proses persalinan dengan sehat dan selamat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PEMENUHAN INDIKATOR MUTU RUANG PERAWATAN Di RSU CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA Endang Sugiarni; Putri Tia Novita; Fauziah Fauziah; Husna Maulida; Yolanda Amelia Putri
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3380

Abstract

Indikator mutu pelayanan dibuat untuk memenuhi atau melampaui harapan pasien, sehingga perlu perbaikan terus menerus dan berkelanjutan. Indikator mutu berfokus pada pemahaman, pengendalian, dan peningkatan proses kerja daripada mengoreksi kesalahan individu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan pemenuhan indikator mutu ruang perawatan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross sectional. Pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 116 responden. Pengolahan data editing, coding, processing, dan cleaning, dan menggunakan uji chi quare. Hasil penelitian pengetahuan perawat yang didapati bahwa pengetahuan perawat mayoritas baik yaitu sebanyak 80 perawat (68.9%) dan kategori kurang baik sebanyak 36 perawat (31%). Pemenuhan indikator mutu menunjukkan hasil seluruh perawat D III sudah melakukan pemenuhan indikator mutu dengan sangat baik dengan persentase 83.7% dan hampir mencapai 100%. Hasil uji analisis bivariat memperoleh nilai hasil p value (0,033) < (0.05), maka dapat disimpulkan terhadap hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat terhadap pemenuhan indikator mutu ruang perawatan. Disarankan bagi perawat bahwa pentingnya pengetahuan tentang indikator mutu dan juga perawat D III tetap harus melanjutkan pendidikan ke tahap selanjutnya guna mampu menambah pengetahuan perawat terkait hal yang bersangkutan dengan profesi khususnya dalam pemenuhan indikator mutu.AbstractQuality service indicators are developed to meet or exceed patient expectations, necessitating continuous and sustainable improvement. These indicators focus on understanding, controlling, and enhancing work processes rather than correcting individual errors. This study aims to determine the relationship between nurses' knowledge and the fulfillment of quality indicators in hospital care units. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The sampling technique used is accidental sampling, with a total of 116 respondents. Data processing included editing, coding, processing, and cleaning, and analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed that the majority of nurses had good knowledge, with 80 nurses (68.9%) falling into the good category, and 36 nurses (31%) in the less knowledgeable category. Fulfillment of quality indicators revealed that all nurses with a D-III nursing degree had fulfilled the indicators very well, with a fulfillment rate of 83.7%, nearing 100%. The bivariate analysis showed a p-value of 0.033, which is less than 0.05, indicating a significant relationship between nurses' knowledge and the fulfillment of quality indicators in the care unit. It is recommended that nurses recognize the importance of knowledge related to quality indicators and that nurses with a D-III degree should continue their education to enhance their professional knowledge, particularly in fulfilling quality service indicators.
HUBUNGAN PERAN PERAWAT SEBAGAI EDUKATOR DENGAN KEPATUHAN DIET ASAM URAT PADA LANSIA Esar Alkausar; Setia Budi; Rizki Mauliza; Husna Maulida; Hayatul Laini
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i1.3387

Abstract

Asam urat merupakan manifestasi dari metabolisme zat purin yang terbentuk seperti kristal-kristal. Peran perawat sebagai edukator dapat di definisikan sebagai pendidik yang bertujuan untuk memberikan informasi, membimbing, dan melatih Cara mencegah terjadinya asam urat bisa melakukan diet asam urat seperti makan makanan yang rendah purin, rendah kalori, rendah karbohidrat dan lemak. Adapun tujuan untuk melakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan perawat peran sebagai edukator dengan kepatuhan diet asam urat pada lansia di RSUD Cut Mutia Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 87 lansia, Teknik pengambilan sampel menggunkan total sampel yaitu jumlah keseluruhan dari populasi. Hasil yang diperoleh untuk mayoritas karakteristik responden berdasarkan pengetahuan kurang sebanyak 56 responden (64,4%), dan untuk karakteristik responden mayoritas yang melakukan diet kurang sebanyak 56 lansia (64,4%). Berdasarkan hasil uji analisis chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 dari hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan pengetahuan lansia dengan diet diabetes melitus di RSUD Cut Mutia Kabupaten Aceh Utara.AbstractUric acid is a manifestation of purine metabolism that forms crystals. The role of nurses as educators can be defined as educators who aim to provide information, guidance, and training. Ways to prevent gout include following a gout diet, such as eating foods low in purine, low in calories, low in carbohydrates, and low in fat. The purpose of this study was to determine the relationship between the role of nurses as educators and adherence to a gout diet in the elderly at Cut Mutia Regional Hospital, North Aceh Regency. This study was descriptive and correlational using a cross-sectional approach. The number of respondents in this study was 87 elderly people. The sampling technique used the total sample, which is the total number of the population. The results obtained for the characteristics of the majority of respondents based on insufficient knowledge were 56 respondents (64.4%), and for the characteristics of the majority of respondents who followed a poor diet were 56 elderly people (64.4%). Based on the results of the chi-square analysis test, a p-value of 0.000 was obtained from these results indicating a relationship between elderly knowledge and diabetes mellitus diet in Cut Mutia Regional Hospital, North Aceh Regency.
Hubungan Peran Aplikasi Google Sheet Dengan Penguatan Layanan Posyandu Arista Ardilla; Zulkarnaini; Husna Maulida; Eka Sutrisna
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1414

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan penguatan peran Posyandu sebagai pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah diakses oleh kader, seperti aplikasi Google Sheet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran aplikasi Google Sheet dengan penguatan layanan Posyandu dalam mendukung pencegahan stunting di Desa Blang Teue. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 40 kader Posyandu yang seluruhnya dijadikan responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai peran aplikasi Google Sheet berada pada kategori kuat dan penguatan layanan Posyandu berada pada kategori tinggi. Analisis bivariat menunjukkan nilai p kurang dari 0,05 yang menandakan terdapat hubungan yang signifikan antara peran aplikasi Google Sheet dengan penguatan layanan Posyandu di Desa Blang Teue. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan Google Sheet mampu mendukung keteraturan, kemudahan, dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu, terutama dalam pencatatan dan pemantauan data balita. Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi Google Sheet dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif inovasi digital yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat.
Efektifitas Pemberian Kombinasi Makanan Modisco dan Terapi Pijat Tui Na terhadap Kenaikan Nafsu Makan dan Status Gizi Balita Stunting Husna Maulida; Eka Sutrisna
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 2 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i2.1603

Abstract

Stunting is a condition characterized by impaired growth in children due to chronic malnutrition, leading to weight and height that are inconsistent with their age. One intervention to improve children's nutritional status is the provision of high-protein and high-calorie foods, such as Modisco meals. This study aims to evaluate the effectiveness of a combination of Modisco food and Tui Na massage therapy in enhancing appetite and nutritional status among stunted toddlers in the working area of Puskesmas Blang Cut, Blang Mangat District. The research design used is a quasi-experimental one-group pretest-posttest design, conducted across four villages from May to August 2024. The population consisted of 50 stunted toddlers, with 25 children in the treatment group and 25 in the control group, selected using purposive sampling. Data analysis was performed using the Paired Sample T-test. Results indicated a significant effect of the combination of Modisco food and Tui Na therapy on appetite improvement (p=0.037), weight gain (p=0.000), and height increase (p=0.000) among stunted toddlers, with greater improvements observed in the treatment group compared to the control group. In conclusion, this combination of interventions is effective in enhancing appetite and nutritional status among stunted toddlers.