Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOBILISASI KADER POSYANDU TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Maulida Maulida; Suriani Suriani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh. Ini bisa dialami oleh anak-anak yang mendapatkan gizi buruk,. Upaya mencegah stunting yang telah dilakukan lebih difokuskan pada ibu hamil, ibu menyusui dan baduta dalam hal mewujudkan terpenuhinya nutrisi yang seimbang sesuai kebutuhan. Tujuan penelitian adalah untuk menidentifikasi apakah ada pengaruh komunikasi dan mobilisasi kader terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang mempunyai balita dalam program germas dengan melaksanakan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitive.Metode: Penelitian dilakukan korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian di Lokasi Fokus Stunting Desa Seunebok Panton Kecamatan Darul Falah Kabupaten Aeh Timur . penelitian dilakukan pada bulan JuliAgustus 2020Hasil: Hasil uji statistik Komunikasi diperoleh nilai p=0.001 maka dapat disimpulkan Ada pengaruh komunikasi Kader terhadap upaya pencegahan stunting, diperoleh nilai OR= 18,40, artinya kader yang melakukan komunikasi 18 kali lebih baik dalam dalam upaya perubahan perilaku terhadap pencegahan stunting dan variabel mobilisasi diperoleh nilai p=0.000 maka dapat disimpulkan ada pengaruh Mobilisasi Kader terhadap upaya pencegahan stunting, diperoleh nilai OR=41.23, artinya kader yang melakukan mobilisasi 41 kali lebih baik dalam dalam upaya perubahan perilaku terhadap pencegahan stunting.Simpulan: Kinerja dan dedikasi kader dalam menjalankan kegiatan Posyandu sangat menentukan pencapaian penurunan Stunting.Kaca kunci: komunikasi, mobilisasi, stunting, kader, pencegahan.
Relationship of Patient Satisfaction With Hypertension Treatment Adherence Suriani; Luqman
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 1 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.975 KB) | DOI: 10.58435/jka.v1i2.43

Abstract

Adherence in general is the level of a person's behavior in getting treatment, following a diet, and implementing lifestyle changes in accordance with the recommendations of health care providers with patients. Satisfaction is a person's feeling of pleasure that comes from the comparison between the pleasure of an activity and a product with his expectations. This research is descriptive correlation with cross-sectional approach. The population in this study were hypertensive patients undergoing treatment at the internal medicine polyclinic of Cut Meutia RSU, North Aceh Regency, amounting to 944 people, while the sample was 90 people. Data were collected through interviews using a questionnaire. The data were analyzed by Chie-square test using a computerized program. The results showed that of the 90 respondents, in the satisfied category, 43 people (89.6%) adhered to hypertension treatment and 5 people (10.4%) did not. And in the dissatisfied category there are 7 people (16.7%) obedient to hypertension treatment while 35 people (83.3%) are not. After statistical testing with the Chie-square test was carried out, the results were p = 0.000 (p <0.05), this means that there is a significant relationship between satisfaction and compliance with hypertension patients in undergoing treatment at BLU Cut Meutia RSU, North Aceh Regency in 2017. So it can be concluded that patient satisfaction is very necessary to achieve medication adherence. It is recommended that it can be used as a health education material and presumably can be a reference for further researchers on patient satisfaction with hypertension medication adherence.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA PADA PENDERITA TB PARU DI KABUPATEN ACEH UTARA 2023 roslaini; suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Akimal
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i1.74

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dan telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Stigma dimasyarakat serta dukungan keluarga dan masyarakat merupakan hal yang terkait dalam meningkatkan angka kesembuhan bagi penderita TB paru. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan stigma pada penderita TB paru berupa pengetahuan, persepsi, faktor psikologis, dan sosial budaya di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif secara kuantitatif di Kabupaten Aceh Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 92 responden dengan analisis menggunakan chi square P<.05 dan dilanjutkan. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara stigma pada penderita TB paru dengan pengetahuan (P <.007), persepsi (P <.027), faktor psikologis (P <.035) dan faktor sosial budaya (P <.006). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan stigma. pada penderita paru yaitu faktor sosial budaya dengan (P <.006).
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Eka Sutrisna; Husna Maulida; Suriani Suriani
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i1.2356

Abstract

The problems in Gampong Jambo Mesjid are the high rate of Stunting, namely 23 people, lack of public knowledge about nutritious food at the first 1000 days, feeding methods and eating patterns, low support and awareness of husbands and families in improving the nutritional status of toddlers, low community income, factors food taboos where certain nutritious foods cannot be consumed by children under five, low coverage of exclusive breastfeeding, lack of awareness in handling stunting in toddlers, and lack of awareness of preventing stunting in toddlers. This community service activity aimed to increase the knowledge of cadres and the community in handling and preventing stunting in the first 1000 days of life. The method of implementing this activity is in the form of training and counseling on providing nutritious food to the first-1000-days, feeding methods and eating patterns, practice of providing additional food that is age appropriate. The results achieved from this activity are increasing the knowledge and skills of cadres and the community in handling stunting, increasing body endurance, optimal growth and development, increasing quality human resources towards a stunting-free Lhokseumawe City.
PENGARUH MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP PENGURANGAN TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF PADA PRIMIGRAVIDA DI KLINIK BIDAN OPET LHOKSEUMAWE Lasmina Lumban Gaol; Suriani; Teungku Muhammad Sabil
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i2.100

Abstract

Nyeri adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan dan kompleks yang merupakan fenomena yang sangat individual dengan komponen sensorik dan emosional. Kala 1 persalinan merupakan permulaan kontraksi persalinan sejati yang ditandai oleh perubahan serviks yang progresif dan diakhiri dengan pembukaan lengkap (10 cm) pada primigravida kala 1 yang berlangsung kira-kira 13 jam. Salah satu cara untuk menghilangkan nyeri persalinan adalah dengan cara melakukan massase effleurage. Masusage effleurage merupakan suatu gerakan dengan mempergunakan seluruh permukaan tangan melekat pada bagian-bagian tubuh yang digosok dengan ringan dan menenangkan, dengan jangka waktu dilakukan selama 20 menit. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Fokus studi pada studi kasus ini yaitu ibu yang bersalin pada kala 1 fase aktif dan responden berjumlaah 3 orang yang dilakukan di Klinik Bidan Opet Lhokseumawe, penelitian ini menggunakan lembar kuesioner NRS (Numerical Rating Scale) untuk menilai tingkat nyeri persalinan. Dan SOP (standar operasional prosudur) massage effleurage. Serta menandatangani lembar persetujuan menjadi respondendi Klinik Bersalin Bidan Opet Lhokseumawe. Berdasarkan observasi terhadap 3 responden didapat 1 (33,3%) responden mengalami penurunan dari nyeri sedang ke nyeri ringan, 1 (33,3%) responden dari nyeri berat ke nyeri sedang dan 1 33,3% responden tetap pada nyeri berat. Hasil menunjukkan ada perubahan nilai tingkat nyeri persalinan sebelum dan sesudah dilakukan massage effleurage. Saran diharapkan setiap persalinan normal dapat dilakukan massage effleurage untuk mengurangi nyeri persalinan.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK DALAM MEMILIH JAJANAN YANG AMAN Phonna, Liza; Suriani; Fani Khairawati
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.134

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap anak dalam memilih jajanan yang aman. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Desain ini dipilih untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap anak-anak terhadap keamanan jajanan sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas IV dan V di salah satu sekolah dasar di SDN 2 LHOKSUKON. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pendidikan, sebagian besar anak berada pada kategori pengetahuan cukup. Namun, setelah mengikuti program pendidikan, proporsi anak dengan pengetahuan baik meningkat hingga 88%, sementara hanya 12% yang berada dalam kategori cukup. Pendidikan kesehatan tentang keamanan jajanan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap anak-anak dalam memilih jajanan yang sehat dan aman, Penemuan ini menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan dalam meningkatkan kesadaran anak akan keamanan jajanan.
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGENDALIAN KGD LANJUT USIA DENGAN DIABETES MELLITUS PUSKESMAS MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE Roslaini; Suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data yang dikumpulkan oleh Organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2019, setidaknya 463 juta orang pada usia 20 hingga 79 tahun di seluruh dunia menderita diabetes, yang merupakan 9,3% dari total populasi pada usia yang sama. Peningkatan harga diri pasien sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Keluarga yang lebih memahami tentang diabetes mellitus semakin memahami cara menyediakan diet DM secara teratur kepada anggota keluarga mereka. Tujuan penelitian ini untuk menentukan hubungan peran keluarga terhadap mengontrol KGD pasien diabetes mellitus yang lebih tua. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pendekatan semi-terstruktur dengan peserta. Penelitian ini melibatkan 7 orang sebagai sampel atau informan, termasuk 3 keluarga yang memiliki warga lanjut usia yang menderita DM, serta 3 pasien mereka yang berada di wilayah Puskesmas Muara. Salah satu informan penting dalam penelitian ini adalah satu orang. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tujuh tema, yaitu (1) keinginan keluarga untuk sembuh dari penyakit, (2) tempat yang membantu pasien sembuh, (3) pengaturan diet DM oleh keluarga, (4) tantangan untuk sembuh, (5) Pengetahuan keluarga terhadap dampak pendidikan kesehatan, (6)waktu minum obat pasien, dan (7) jadwal latihan fisik pasien. Pentingnya memberikan dukungan dan pemahaman kepada keluarga dalam mengelola diabetes mellitus pada orang tua, serta mengidentifikasi area di mana intervensi keluarga yang lebih terfokus dapat berhasil. Dokter dan perawat  yang mempunyai ketrampilan dan pengetahuan dalam merawat pasien DM adalah informan penting lainnya yang dapat digunakan oleh peneliti di masa depan.
EDUKASI REBUSAN DAUN SALAM SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA DALAM MENGATASI HIPERTENSI DI DESA TRIENG MATANG UBI Phonna, Liza; Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i1.152

Abstract

Salah satu masalah Kesehatan yang sering terjadi pada lansia  adalah Hipertensi. Jika tidak ditangani dengan tepat penyakit ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Melakukan Edukasi kesehatan terkait dengan masalah ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pemahaman lansia untuk mengelola hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang rebusan daun salam terhadap peningkatan pengetahuan lansia dengan hipertensi di Desa Trieng Matang Ubi, Lhoksukon. Desain Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Kriteria sampel yang digunakan adalah lansia dengan hipertensi yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk melihat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan responden setelah diberikan edukasi (p < 0,05). Edukasi yang disampaikan secara interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia mengenai hipertensi dan manfaat rebusan daun salam sebagai alternatif pengelolaan tekanan darah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran lansia terhadap pengelolaan hipertensi. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mengembangkan program edukasi kesehatan untuk para lansia untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU LANSIA DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga sangat penting sebagai salah satu komponen pendukung yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan gaya hidup seseorang, terutama pada orang-orang yang lebih tua.  Keluarga, sebagai sistem pendukung utama, memberikan dampak langsung pada anggota keluarga yang menghadapi berbagai tantangan, baik fisik, psikologis, sosial, maupun lingkungan. Akibatnya, mereka meningkatkan kualitas hidup mereka ketika mereka berusia tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan keluarga dan cara orang tua mengelola hipertensi di Desa Lawe Hijo, Kecamatan Bambel. Metode Penelitian ini dirancang melalui observasi dan menggunakan pendekatan penelitian cross-sectional. Penelitian ini melibatkan semua orang tua yang menderita hipertensi di Desa Lawe Hijo.  Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara. Data sekunder berasal dari catatan dan laporan data Desa Lawe Hijo, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara pada tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua yang menerima dukungan keluarga dalam kategori mendukung memiliki perilaku positif dalam mengendalikan hipertensi, yaitu 23 responden (95,8%), dan hanya 1 responden (4,2%) dengan dukungan keluarga mendukung memiliki perilaku negatif. Menariknya, tidak ada orang tua yang menerima dukungan keluarga tidak mendukung yang memiliki perilaku positif dalam mengendalikan hipertensi. Nilai p = 0,000, yang lebih kecil dari α = 0,05, ditemukan melalui analisis statistik dengan Uji Tepat Fisher. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi, menurut nilai p (p-value) di Desa Lawe Hijo, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara.
Effect of benson relaxation therapy combined with Medical Nutrition Therapy (MNT) on blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus Sutrisna, Eka; Sari, Yunita; Pohan, Kamalia; Fitria, Nanda; Mauliza, Rizky; Suriani, Suriani
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i3.2697

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease with an increasing global prevalence. Non-pharmacological approaches that may support glycemic control include Benson relaxation therapy, which focuses on stress management, and Medical Nutrition Therapy (MNT), which encompasses nutrition diagnosis, therapy, and counseling. This study aimed to analyze the effects of combining Benson relaxation therapy and MNT on blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: A quantitative study with a quasi-experimental pretest–posttest two-group design was conducted in the North Aceh District in 2024. A total of 100 respondents participated: 50 individuals in the intervention group and 50 in the control group. The intervention consisted of daily 20-minute Benson relaxation sessions combined with MNT over a 14-day period. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with a significance level of p < 0,05. Results: The mean blood glucose level in the intervention group decreased from 349,04 ± 16,40 mg/dL at baseline to 299,12 ± 23,89 mg/dL post-intervention (p = 0,001). In contrast, the control group showed an increase from 312,88 ± 19,28 mg/dL to 331,10 ± 16,74 mg/dL (p= 0,042). In conclusion, the combination of Benson relaxation therapy and MNT effectively reduced blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus and is recommended as a complementary non-pharmacological therapy.