Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN MASSAL BERBASIS JALAN PERKOTAAN TERHADAP LOYALITAS PENUMPANG (STUDI KASUS : TRANS METRO DELI) Sekula BR Sinuraya; M. Ridwan Anas; Emma Patricia Bangun
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 8 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i8.684

Abstract

Road-based mass transit systems or commonly referred to as Bus Rapid Transit (BRT) are currently experiencing quite rapid development in various countries including Indonesia. At the end of 2020 the Government has inaugurated urban road-based mass public transportation with the Buy The Service (BTS) Service Scheme in 5 (five) major cities including the city of Medan. Evaluation or strategy must continue to be carried out so that this BTS mode can continue to be sustainable. One of the steps that can be taken is to examine the level of satisfaction and loyalty of current users to continue using the BTS mode. This underlies this research to analyze the level of passenger satisfaction of the Trans Metro Deli Bus and to analyze the effect of passenger satisfaction on the loyalty of the Trans Metro Deli Bus passengers. The Importance Performance Analysis (IPA) Method is used to analyze the satisfaction level of Trans Metro Deli Bus passengers because this method can be used to evaluate and design management from the results of the analysis of service user perceptions regarding the suitability between expectations and quality received. While the Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS – SEM) Method is used to analyze the effect of passenger satisfaction on passenger loyalty because this method can be used to estimate model relationships. This analysis method uses Smart PLS software. Through measurements using the IPA method, the results show that the highest level of passenger satisfaction is found in the safety attribute (92.59%), then the safety attribute (90.54%), and comfort (91.11%). All three are included in the achievement quadrant that must be maintained, and the attributes of equality (87.24%) and regularity (87.74%) are included in the low priority quadrant while the affordability attribute (84.79%) is included in the quadrant which is the main priority for improvement . Meanwhile, if analyzed per each corridor, in the Medan Tuntungan – Merdeka Square corridor, the affordability attribute is included in the low priority quadrant because in terms of quality it is still low, but expectations are also low. And when analyzed on a job basis, the regularity attribute is included in the top priority to be improved. The results of the analysis of the effect of passenger satisfaction on passenger loyalty using the PLS-SEM method concluded that the effect of passenger satisfaction on passenger loyalty was significant with an influence value of 0.647 and the direction of the relationship between the two variables was positive.
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Halte Bus Listrik Trans Medan terhadap Tingkat Kepuasan Penumpang Studi Kasus : Halte (BS13) Lapangan Merdeka dan Halte Umum Rizkia Tri Annisha; M. Ridwan Anas; Gina Cynthia R. Hasibuan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64531

Abstract

Transportasi umum mempunyai peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan. Salah satu fasilitas pendukung pelayanan transportasi umum adalah halte. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan penumpang, mengetahui atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan, serta menganalisis pengaruh kualitas pelayanan halte terhadap tingkat kepuasan penumpang Bus Listrik Bus Listrik Trans Medan dengan studi kasus pada Halte BS13 Lapangan Merdeka dan halte umum Bus Listrik Trans Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna halte BS13 Lapangan Merdeka dan halte umum Bus Listrik Trans Medan. Metode analisis yang digunakan yaitu Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan analisis regresi linear berganda. Indikator penelitian mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana pembaruan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 27 Tahun 2015 yang mencakup aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penumpang pada Halte BS13 Lapangan Merdeka memperoleh nilai CSI sebesar 78% dengan kategori puas, sedangkan halte umum memperoleh nilai CSI sebesar 69% dengan kategori puas. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa beberapa atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan pada halte umum meliputi lampu penerangan, informasi gangguan keamanan, fasilitas pengatur suhu ruangan, fasilitas keselamatan, dan tempat duduk penumpang. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan kualitas pelayanan halte terutama pada halte umum perlu dilakukan guna meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan pengguna transportasi masyarakat di Kota Medan.
Evaluasi Kinerja Kontrak Konstruksi Design and Build terhadap Waktu (Studi Kasus: Pembangunan Ruas Tol Serbelawan-Pematangsiantar STA 30+00 S/D 58+000) Isak Sahat Maruli Siregar; Anthoni Veery Mardianta; M. Ridwan Anas
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64791

Abstract

Kontrak Design and Build banyak digunakan dalam proyek infrastruktur karena mengintegrasikan tanggung jawab desain dan konstruksi dalam satu entitas kontraktual serta diharapkan mempercepat penyelesaian proyek. Namun, penerapannya tidak selalu menjamin ketepatan waktu, terutama ketika proyek menghadapi kendala pembebasan lahan, perubahan desain, keterlambatan administrasi, dan pembagian risiko yang lemah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja waktu Proyek Jalan Tol Serbelawan–Pematangsiantar serta mengidentifikasi variabel kinerja kontrak yang paling memengaruhi penyelesaian proyek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan indikator Earned Value Management, meliputi Schedule Performance Index, Schedule Deviation, Schedule Achievement Rate, dan Time to Open to Traffic. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap 18 ahli, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen kontrak, addendum, jadwal, dan laporan kemajuan bulanan. Analisis regresi linier berganda dilakukan menggunakan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan signifikan, dengan durasi meningkat dari 670 menjadi 2.196 hari kalender melalui 12 addendum kontrak. Sebagian besar periode pelaksanaan mencatat nilai SPI kurang dari 1 dan deviasi jadwal negatif. Keandalan kontrak dalam mitigasi risiko menjadi satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan dan dominan terhadap kinerja waktu, dengan koefisien regresi 0,839. Dengan demikian, penerapan Design and Build memerlukan penguatan alokasi risiko, perencanaan, koordinasi, proses persetujuan, dan pengendalian jadwal berkelanjutan secara konsisten dan terukur.
Pengaruh Kinerja Pelayanan Bus Trans Medan terhadap Loyalitas Pengguna Bona Fahma Siregar; M. Ridwan Anas; Gina Cynthia R. Hasibuan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64834

Abstract

Kota Medan menghadapi tantangan transportasi dengan dominasi kendaraan pribadi (95,12%) dan rendahnya penggunaan angkutan umum (4,8%). Bus Trans Medan dikembangkan sebagai solusi, namun keberhasilannya bergantung pada kinerja pelayanan yang mendorong loyalitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan dan loyalitas pengguna Bus Trans Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengukur tingkat kepuasan dan menentukan prioritas perbaikan pelayanan, Indeks Loyalitas untuk mengukur tingkat loyalitas pengguna, serta Regresi Linear Berganda untuk menganalisis pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap loyalitas pengguna. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengguna Bus Trans Medan merasa puas terhadap sebagian besar atribut pelayanan yang diberikan. Berdasarkan analisis IPA, atribut yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan adalah keberadaan petugas keamanan, kenyamanan alat bantu bagi penumpang berdiri, waktu tunggu bus di halte, dan kelancaran perjalanan bus. Hasil perhitungan indeks loyalitas menunjukkan nilai sebesar 72,79% yang termasuk dalam kategori loyal. Selain itu, hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa seluruh variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pengguna. Variabel keterjangkauan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi loyalitas pengguna, diikuti oleh kenyamanan, keamanan, keteraturan, keselamatan, dan kesetaraan.
Pemodelan Kepadatan Lapangan Campuran Beraspal Panas Menggunakan Regresi Kuadratik Berganda pada Lapisan AC-WC dan AC-BC Andre Bachtiar Sihaloho; Gina Cynthia Raphita Hasibuan; M. Ridwan Anas
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2787

Abstract

Kepadatan lapangan merupakan parameter penting dalam pengendalian mutu campuran beraspal panas karena berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, dan kinerja perkerasan selama masa pelayanan. Penelitian ini bertujuan memodelkan kepadatan lapangan campuran beraspal panas pada lapisan AC-WC dan AC-BC menggunakan regresi kuadratik berganda dengan variabel utama jumlah lintasan alat pemadat dan suhu intermediate rolling. Data yang digunakan merupakan data sekunder pekerjaan campuran beraspal panas di wilayah BBPJN Sumatera Utara sebanyak 120 data pengamatan, terdiri atas 66 data AC-WC dan 54 data AC-BC. Analisis dilakukan secara terpisah untuk masing-masing lapisan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linier berganda, regresi kuadratik berganda, dan regresi kuadratik satu variabel untuk menentukan titik optimum operasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mekanisme pemadatan antara AC-WC dan AC-BC. Pada AC-WC, jumlah lintasan memiliki hubungan positif sedang dan signifikan terhadap kepadatan lapangan dengan koefisien korelasi 0,481, sedangkan suhu intermediate rolling tidak signifikan. Pada AC-BC, suhu intermediate rolling memiliki hubungan positif dan signifikan dengan koefisien korelasi 0,301, sedangkan jumlah lintasan tidak signifikan. Model regresi kuadratik berganda meningkatkan kemampuan penjelasan dibandingkan model linier, yaitu dari R² 0,328 menjadi 0,395 pada AC-WC dan dari R² 0,249 menjadi 0,283 pada AC-BC. Titik optimum operasional menunjukkan bahwa AC-WC lebih representatif dikendalikan melalui jumlah lintasan sebesar 25,62 lintasan atau 25–26 lintasan, sedangkan AC-BC lebih representatif dikendalikan melalui suhu intermediate rolling sebesar 121,42°C atau 120–122°C. Penelitian ini memberikan dasar kuantitatif untuk pengendalian pemadatan campuran beraspal panas secara spesifik berdasarkan jenis lapisan