Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Risiko Perilaku Kekerasan Pada Ny.Y Dengan Fokus Tindakan Pukul Bantal Untuk Mengontrol Emosi Di RSJD Dr. RM Soedjarwadi Klaten Ananda Irsyam Ramadhan Sakti; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko perilaku kekerasan adalah salah satu repon marah yang diekspresikan dengan cara mengancam, melukai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan keperawatan untuk mengurangi terjadinya risiko perilaku kekerasan serta dapat mengontrol rasa marah pada pasien, salah satunya adalah dengan menggunakan tindakan pukul bantal. Pukul bantal merupakan penatalaksanaan yang tepat untuk mengurangi risiko perilaku kekerasan, pasien dapat melakukan tindakan ini untuk menyalurkan energy marah yang sedang dirasakan tanpa merugikan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien resiko perilaku kekerasan dengan fokus pukul bantal untuk mengontrol emosi. Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian deskripstif dalam bentuk studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda gejala risiko perilaku kekerasan menurun setelah dilakukan tindakan pukul bantal. Asuhan keperawatan risiko perilaku kekerasan dengan fokus tindakan pukul bantal selama 3 hari dapat membantu mengontrol emosi
Gambaran Edukasi Keperawatan terhadap Kepatuhan Gaya Hidup Sehat dan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Widiatun Nur Farida; Sudiarto; Dwi Astuti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1564

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan aktif pasien dalam pengelolaan gaya hidup sehat. Rendahnya kepatuhan terhadap pengaturan pola makan dan aktivitas fisik sering menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan edukasi keperawatan terhadap kepatuhan gaya hidup sehat dan perubahan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian adalah 1 pasien diabetes melitus tipe 2 yang memperoleh edukasi keperawatan selama 4 hari, meliputi edukasi diet, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan gaya hidup sehat meningkat dari 45% (kurang patuh) menjadi 75% (cukup patuh). Selain itu, kadar gula darah sewaktu menurun dari 202 mg/dL pada hari pertama menjadi 188 mg/dL pada hari kedua dan 170 mg/dL pada hari ketiga. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi keperawatan berperan dalam meningkatkan kepatuhan gaya hidup sehat serta berkontribusi terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Edukasi keperawatan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan komunitas untuk mendukung pengelolaan diabetes melitus.