Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERAWATAN LUKA PASIEN POST ORIF PATELLA SINISTRA MENGGUNAKAN NaCl 0,9% DAN GENTAMICIN SULFAT Rosa Nur Triana Nur Triana; Sudiarto; Fida Dyah Puspasari
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 9 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fracture is any crack or break caused by trauma and physical activity. A direct blow to the kneecap area can result in a patella fracture. Open Reduction Internal Fixation (ORIF) surgery is an option for treating fractures using the surgical method, requiring wound care to speed up healing and prevent infection. Mixing gentamicin sulfate and 0.9% NaCl solution in treating wounds can speed up the wound healing process by helping the formation of new granulation tissue. The purpose of this study was to describe wound care using 0.9% NaCl and gentamicin sulfate in post debridement fracture patients + left patella orif. This research is included in descriptive research and a case study research design is used in scientific writing. Interviews and wound assessment observations were used for data collection. Patients with patellar orif fractures and post-debridement fractures were eligible to participate as long as they met the inclusion criteria. Patients with infected post orif patella fractures and children under 18 years of age were excluded. Based on the results of wound care for 5 meetings, the patient's wound appeared to be improving with slight changes in the red and pink wounds. It can be concluded that wound care in post debridement fracture patients + left patella orif experienced wound healing.
PENGARUH DIET TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS SUSUKAN BANJARNEGARA Imam Setiyo Aji Setiyo Aji; Sudiarto; Fida Dyah Puspasari
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 9 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes has become a deadly disease considering the many risks of complications that can attack the body such as the eyes, kidneys, nerves, to the heart and the possibility of amputation. In Central Java, the prevalence of people with diabetes mellitus is around 2.1% or 67,977 people suffer from diabetes mellitus. Type 2 DM is a disease characterized by hyperglycemia with complaints of polyphagia, polydipsia, polyuria. To keep blood glucose levels stable, patients with type 2 DM are advised to have a proper diet with 3J (jumlah, jam, jenis makanan). To determine the effect of diet on blood glucose during type 2 DM patients. The writing of this KTI uses the case study method with respondents who have type 2 DM in the Susukan Health Center area. The results of the case study found that diet can have an effect on decreasing blood glucose levels during. There is a temporary decrease in blood glucose levels in patients with type 2 DM after undergoing a diet 3J for 7 days with a blood glucose level of 85 mg/dl.
Gambaran Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS) Pada Ny. K Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Galuh Kecamatan Bojongsari Nisa Dwi Utami; Sudiarto; Eko Julinto
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/n6wk9a81

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin atau penurunan sekresi insulin. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global dengan jumlah penderita yang terus meningkat, termasuk di Indonesia, Jawa Tengah, dan Kabupaten Purbalingga. Tingginya angka kejadian menunjukkan perlunya penanganan tidak hanya secara farmakologis, tetapi juga melalui alternatif nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Salah satu bahan alami yang berpotensi menurunkan kadar gula darah adalah jambu biji merah (Psidium guajava) yang mengandung flavonoid, vitamin C, serat pektin, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pemberian jus jambu biji merah terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada Ny. K penderita diabetes melitus tipe II di Desa Galuh, Kecamatan Bojongsari. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui proses keperawatan. Intervensi berupa pemberian jus jambu biji merah sebanyak 300 ml setiap malam selama 12 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah sewaktu. Pada hari pertama terjadi penurunan dari 184 mg/dL menjadi 165 mg/dL, dan hari kedua dari 251 mg/dL menjadi 168 mg/dL. Secara keseluruhan, rata-rata penurunan kadar glukosa darah selama 12 hari sebesar 14,5 mg/dL. Kesimpulannya, pemberian jus jambu biji merah dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah sewaktu dan berpotensi sebagai intervensi nonfarmakologis pendukung pada penderita diabetes melitus tipe II.
ASUHAN KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH DENGAN FOKUS TINDAKAN MENGIDENTIFIKASI KEMAMPUAN ASPEK POSITIF Ambar Widyowati; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.352

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (2018) banyaknya penderita skizofrenia di Indonesia sampai berkisar 400.000 individu atau 1,7 per 1.000 masyarakat. Skizofrenia suatu gangguan yang berpengaruh pada otak sehingga seseorang menjadi terganggu perilaku, pikiran, presepsi dan juga emosi. Gejala skizofrenia dengan harga diri rendah ditandai rasa ketidakmampuan, berperasaan negatif ke diri sendiri, tidak percaya diri, tidak berharga serta keputusasaan yang jika tidak segera di tangani akan menyebabkan depresi. Intervensi yang diberikan yaitu melatih kelebihan positif dan mengidentifikasi kemampuan pada diri individu klien. Melaksanakan asuhan keperawatan mengidentifikasi kemampuan aspek positif yang di miliki klien dengan gangguan konsep diri harga diri rendah. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 4 hari didapatkan pasien sudah paham cara mengidentifikasi aspek positif dan melatih kemampuan yang dimiliki. 
GAMBARAN PEMBERIAN RENDAMAN AIR JAHE MERAH HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI ASAM URAT PADA NY.M Sudiarto; Naendri Endarning Tyas; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.356

Abstract

Latar Belakang : Asam urat merupakan hasil postmetabolisme akhir dari purin dan merupakan salah satu komponen asam nukleat yang berada dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan gangguan pada tubuh manusia seperti nyeri hebat pada persendian. Nyeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang actual dan potensial. Nyeri dapat mengakibatkan perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa terbakar, mati rasa, rasa seperti diiris atau ditusuk. Merendam kaki dengan air jahe merah hangat dapat membantu mengurangi nyeri arthritis karena hangatnya. Jahe mengandung Oleorasin atau Zingerol yang dapat menghambat prostaglandin, sehingga nyeri mereda. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pemberian rendaman air jahe merah hangat terhadap penurunan nyeri asam urat pada lansia di wilayah puskesmas Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Hasil : Setelah 3 hari pemberian rendaman air jahe merah hangat terhadap penderita asam urat terjadi penurunan nyeri dari skala 6 turun menjadi 2 dan kadar asam urat. Kesimpulan : Pemberian rendaman air jahe merah hangat mampu menurunkan nyeri pada penderita asam urat.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN FOKUS TINDAKAN TERAPI MUSIK DI RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI KLATEN Amalia Anggun Pramesti; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.387

Abstract

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018), di Indonesia, penderita skizofrenia sekitar 6,7% dari 282,654 penduduk. Satu ciri khas skizofrenia adalah halusinasi sensori, salah satunya pada sensori pendengaran. Halusinasi pendengaran biasa mendengar suara-suara tetapi orang lain tidak mendengar. Apabila halusinasi tidak ditangani dengan baik, maka dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan diri pasien sendiri, orang lain, juga lingkungan sekitar. Salah satu cara untuk menurunkan halusinasi pendengaran yaitu dengan terapi musik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori hausinasi pendengaran dengan fokus tindakan terapi musik. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil setelah dilakukan terapi musik klasik ini diberikan selama 2 kali sehari (pagi, siang) dengan durasi 10-15 menit selama 3 hari dengan menggunakan MP3 dan headset frekuensi halusinasi menurun. Didapatkan kesimpulan terapi musik klasik dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran. Kata Kunci : Halusinasi, Musik, Skizofrenia
PENERAPAN KOMPRES HANGAT BULI-BULI UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA Ny. D DENGAN GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH PUSKESMAS KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA Lisa Agustina; Sudiarto; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.390

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas (2018), persentase permasalahan sendi gout arthritis di Indonesia sebanyak 7,3% dari diagnosis dokter. Gout arthritis merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya penumpukan kristal urat sehingga menimbulkan nyeri pada persendian. Nyeri merupakan rusaknya jaringan yang menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada penderitanya. Dampak dari serangan gout arthritis berulang akan mengakibatkan kerusakan dan kecacatan karena kontraktur sendi. Salah satu penanganan nonfarmakologi pada penderita gout arthritis yaitu dengan kompres hangat buli-buli yang dapat menurunkan intensitas nyeri. Tujuan penelitian untuk menggambarkan penerapan kompres hangat buli-buli untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien Gout Arthritis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil setelah dilakukan kompres hangat buli-buli selama 20 menit dalam waktu 3 hari terjadi penurunan intensitas nyeri dengan rata-rata 2 sampai 3. Kesimpulan yang dapat diambil kompres hangat buli-buli terbukti menurunkan intensitas nyeri gout arthritis. Kata Kunci : Gout Arthritis, Nyeri, Kompres Hangat Buli-Buli
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S SKIZOFRENIA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN FOKUS TINDAKAN DZIKIR DI RUANG FLAMBOYAN RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI KLATEN Nurizky Sephia Putri; Fida Dyah Puspasari; Sudiarto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.432

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental dengan ciri-ciri perilaku dan percakapan yang tidak biasa, pikiran yang tak teratur, keyakinan yang keliru, dan pengalaman halusinasi. Salah satu masalah utama bagi individu dengan skizofrenia adalah risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan adalah perilaku yang menunjukkan kemungkinan untuk mengancam keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual, maupun verbal. Salah satu strategi yang diajarkan adalah terapi spiritual dzikir, di mana individu mendekatkan diri pada keyakinan yang diyakini. Penelitian terkait terapi spiritual dzikir menunjukkan bahwa penggunaannya dapat mengurangi gejala dan tanda risiko perilaku kekerasan, sambil meningkatkan kemampuan kognitif pasien. Penelitian ini bertujuen untuk mendapatkan gambaran nyata tentang skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan yang berfokus pada tindakan dzikir di ruang flamboyan Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Klaten. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Setelah dilakukan tindakan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan menurun setelah dilakukan dzikir berupa Astaghfirullah 33 kali, Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali yang dilakukan pada waktu pagi hari (08.00) dan siang hari (12.30) selama 3 hari dalam waktu 30 menit. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu asuhan keperawatan pada Tn. S skizofrenia risiko perilaku kekerasan selama tiga hari dengan fokus tindakan dzikir terdapat penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Kata kunci: Skizofrenia, Risiko perilaku kekerasan, Dzikir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.M SKIZOFRENIA HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN INTERVENSI MENGONTROL HALUSINASI BERCAKAP-CAKAP DENGAN ORANG LAIN DI RUMAH SAKIT DR. RM SOEDJARWADI KLATEN Fikri Wiliyanto; Fida Dyah Puspasari; Sudiarto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.433

Abstract

In Indonesia, the prevalence of schizophrenia/psychosis is around 6.7 per 1000 households. Hallucinations are a condition that befalls individuals with mental disorders which results in changes in the patient's subjective perception, which is characterized by the patient experiencing sensations such as sound, sight, taste and touch without any clear stimulation. If not treated immediately, the symptoms will get worse and can cause harm. self. One effective method for controlling schizophrenia is to encourage people to interact or converse with other people. The benefit of the activity is that it prevents hallucinations from occurring. The aim of the research is to determine the description of nursing care for patients with schizophrenic auditory hallucinations with a focus on the act of conversing with other people. Using descriptive methods by managing patients arranged in nursing care, functions to create systematic, real and precise descriptions of the facts.  The results of focused therapeutic actions on conversing with other people for 3 days can reduce the signs and symptoms of auditory hallucinations. This is proven when conversing with other people, the patient focuses on the conversation and can avoid whispers that are not real to the patient. It was concluded that the technique of conversing with other people can prevent signs and symptoms of auditory hallucinations.
GAMBARAN PERAWATAN ULKUS DIABETIKUM GRADE II MENGGUNAKAN METODE MOIST WOUND HEALING (METCOVAZINE REGULER) PADA Tn. M DI DESA KUTAWULUH KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA Rizka Hidayati; Sudiarto; Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.454

Abstract

Latar belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus. Setiap tahun penderita ulkus diabetikum mencapai 2% dan 5-7.5 % lainnya mengalami neuropati perifer. Kondisi ini perlu diperhatikan untuk mengurangi terjadinya kejadian amputasi. Salah satu penatalaksanaan yang efektif yaitu dengan perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler). Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dari penerapan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) pada proses penyembuhan ulkus diabetikum grade II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Setelah melakukan perawatan luka 3 hari sekali selama 2 minggu menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) didapatkan bahwa kondisi luka semakin membaik dengan penurunan skor dari 25 menjadi 18. Hal ini didukung oleh pemilihan dressing tersier serta terjaganya kelembaban luka. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) efektif untuk penyembuhan ulkus diabetikum grade II.