Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kuat Tekan Paving Block Dengan Penambahan Serat Pelepah Kelapa Sawit K-125 Di Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah Adiguna Adiguna; Herri Purwanto; Budiman Budiman
JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil) Vol 8 No 2 (2023): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v8i2.962

Abstract

Serat Pelepah kelapa sawit merupakan limbah dari tanaman sawit yang telah ditebang untuk diambil buahnya dan merupakan limbah pertanian masyarakat yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian kali ini mengunakan metode eksperimen laboratorium yaitu melakukan kegiatan percobaan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk membandingkan hasil yang telah didapat dalam penelitian lain dengan bahan dari asal yang berbeda. Pengaruh campuran serat pelepah kelapa sawit untuk beton paving block dengan mutu K-125 sangat mempengaruhi kuat tekan dari beton itu sendiri. Dari penelitian yang telah dilakukan penambahan campuran serat pelepah kelapa sawit terhadap kuat tekan beton mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan, beton normal K 125 kuat tekan yang diperoleh dengan rata-rata sebagai berikut 134,03 (kg/cm) untuk 7 hari, (131,104) kg/cm untuk 14 hari dan (136,37) kg/cm untuk 28 hari. Kemudian untuk beton normal + serat 1% 129,22 (kg/cm) untuk 7 hari, 137,21 (kg/cm) untuk 14 hari dan 144,26 (kg/cm) untuk 28 hari. Kemudian beton normal + 2% 78,906 (kg/cm) untuk 7 hari, 72,179 (kg/cm) untuk 14 hari dan 72,335 (kg/cm) untuk 28 hari. Kemudian beton normal + 3% 65,58 (kg/cm) untuk 7 hari, 69,863 (kg/cm) untuk 14 hari dan 69,801 (kg/cm) untuk 28 hari. Jadi beton dengan campuran 1% memiliki kuat tekan paling tinggi.
A Contrastive Analysis of Present Continuous Tense Formula Between Arabic and English at Senior High School Level Budiman Budiman; Farihah Farihah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7199

Abstract

This study analyzes the distinctions and commonalities in the utilization and structure of the Present Continuous Tense in Arabic and English among senior high school students. A multitude of pupils encounter challenges due to the frequent conflation of the English form with the Simple Present, particularly regarding auxiliary verbs, temporal indicators, and subject-verb concord. The mudhāri‘form in Arabic is occasionally employed to denote past or current activities, leading to potential misunderstandings when juxtaposed with English grammatical conventions. This study used a qualitative contrastive analysis method to evaluate grammatical patterns, sentence structures, and meanings conveyed in both languages. The results indicate that structural and semantic disparities result in frequent learner mistakes. The study shows that educators ought to implement contrastive teaching tactics to enhance students' comprehension of the Present Continuous and minimize errors.