Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN PROFIL KUDA-KUDA BAJA Purwanto, Herri
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 11, No 2 (2014): Media Teknik Edisi Mei - Agustus
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.818 KB)

Abstract

ABSTRAK Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada dibawahnya dari pengaruh panas, hujan, angin, debu, termasuk juga untuk keperluan perlindungan, dimana komponennya terdiri dari konstruksi rangka atap (kuda-kuda) dan konstruksi penutup. Rangka kuda-kuda dapat menggunakan material kayu, profil baja, beton bertulang, dan baja ringan. Pada bangunan dengan bentang yang cukup panjang seperti pabrik, gedung pertemuan, stadion, kampus, dan sebagainya, kuda–kuda dengan material baja menjadi pilihan yang sering digunakan. Sedangkan dengan bentang yang pendek 8 meter, 10 meter dan 12 meter (untuk rumah tangga) yang sering dipakai adalah konstruksi baja ringan. Profil baja yang sering digunakan untuk konstruksi kudakuda dengan type tertentu adalah profil WF dan H (beam). Dengan adanya batasan tersebut dianalisa penggunaan material profil baja dengan bentang 8 meter, 10 meter dan 12 meter terhadap tingkat efisiensi dan keamanannya, sehingga menjadi altenatif penggunaan rangka kuda-kuda atap. Dan selanjutnya dianalisis empat jenis profil baja, yaitu IWF, pipa, kanal, dan siku, dengan bentang kuda-kuda 8, 10, dan 12 meter dengan 2 tipe kuka-kuda. Hasil analisis kuda-kuda tipe 1 pada bentang 8 meter panjang profil 35.1408 meter, profil IWF berat 294.211 kg (rasio > 1, tidak efisien), profil kanal 275.821 kg (rasio < 1), profil pipa : 154.978 kg (rasio < 1), profil siku 213.610 kg (rasio < 1). Bentang 10 meter panjang profil 39.7561 meter, profil IWF 332.852 kg (rasio >1,tidak efisien), profil kanal 312.047 kg (rasio < 1), profil pipa: 158.826 kg (rasio < 1), profil siku 298.344 kg (rasio < 1). Bentang 12 meter panjang profil 44.5454 meter, profil IWF 372.950 kg (rasio >1, tidak efisien), profil kanal: 441.410 kg (rasio < 1), profil pipa 289.970 kg (rasio < 1), profil siku 401.282 kg (rasio < 1). Hasil analisis kuda-kuda tipe 2 pada, bentang 8 meter panjang profil 31.8993 meter, profil IWF 267.071kg (rasio >1, tidak efisien), profil kanal 316.097 kg (rasio <1), profil pipa 103.450 kg (rasio <1), profil siku 263.373 kg (rasio <1).Bentang 10 meter panjang profil 36.4130 meter, profil IWF 304.862 kg (rasio >1. Tidak efisien), profil kanal 360.824 kg (rasio <1), profil pipa 175.771 kg (rasio <1), profil siku 328.022 kg (rasio <1). Bentang 12 meter panjang profil 41.0997 meter, profil IWF 344.101 kg (rasio >1 tidak efisien), profil kanal 440.104 kg (rasio <1), profil pipa 239.530 kg (rasio <1), profil siku 402.436 kg (rasio <1)Kata Kunci : Kuda-kuda, struktur baja, profil baja, efisien, hasil desain
ANALISIS PENGARUH PEMBEBANAN JEMBATAN RANGKA BAJA AKIBAT PENINGKATAN KELAS JALAN Purwanto, Herri
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 12, No 2 (2015): Media Teknik Edisi Mei - Agustus
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.818 KB)

Abstract

ABSTRAK Karena adanya kemajuan transportasi yang mempunyai peranan penting di akibatkan meningkatnya jumlah pemakaian jalan yang menggunakan sarana dan prasarana. Di daerah Muara Kuang sendiri banyak menggunakan jembatan rangka baja. Sebagai alternatif maka melakukan perencanaan jembatan rangka baja dengan bentang 60 m perencanaan jembatan rangka berpedoman terhadap RSNI T- 02-2005. Dari hasil perencanaan didapat profil gelagar memanjang pada jembatan kelas B (profil WF 400 x 200 x 7 x 11) masih aman digunakan untuk Jembatan kelas A. Pada gelagar melintang jembatan kelas B (profil WF 700 x 300 x 13 x 28) kondisinya tidak aman untuk digunakan pada jembatan kelas A, sehingga harus diganti dengan profil WF 900 x 300 x 18 x 34. Kapasitas rasio untuk jembatan kelas B kondisinya tidak aman yaitu 1,5 > 1 untuk kelas jalan A, sehingga jembatan harus ditingkatkan menjadi jembatan kelas A dengan kapasitas rasio 0,97 <1.Kata Kunci: Jembatan rangka baja, Profil, Kuat tekan ultimit, Kelas jalan, Kapasitas rasio
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK BESI TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU K225 Herri Purwanto; Utari Cakra Wardani
Jurnal Deformasi Vol 5, No 2 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i2.5039

Abstract

Desa Limbang Jaya merupakan salah satu sentra pengrajin besi di Kabupaten Ogan Ilir yang menghasilkan limbah serbuk besi yang tidak dimanfaatkan. Dengan semakin berkembangnya teknologi beton, semakin banyak  pula inovasi untuk meningkatkan mutu beton, salah satunya adalah dengan memasukkan sebagian bahan pengganti (subtitusi) kedalam campuran penyusun beton, yang dapat berupa bahan limbah yang tidak terpakai dan di anataranya adalah serbuk besi yang dihasilkan dari Desa Limbang Jaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar  pengaruh penambahan limbah serbuk besi sebagai bahan campuran beton terhadap mutu beton rencana K225 (umur 14 hari dan 28 hari), dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, dan 15%. Hasil uji kuat tekan beton polos diperoleh sebesar 241,17 kg/cm2. Dan dengan penambahan serbuk besi sebesar 5%, 10% dan 15% didapat hasil kuat tekan  218,50 kg/cm2, 217,59 kg/cm2 dan  216,63 kg/cm2. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan limbah serbuk besi dari Desa Limbang Jaya dengan variasi 5% sampai 15% menunjukkan nilai yang semakin menurun, sehingga perlu dilakukan penelitian lagi dengan variasi di bawah 5%..
Pengaruh Penambahan Bubuk Batu Bara Sebagai Filler pada Campuran Aspal AC WC Tri Cahyono; Herri Purwanto; Agus Setiobudi; Muhammad Firdaus
Jurnal Deformasi Vol 6, No 2 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i2.6317

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber energi alam yang dibutuhkan dalamikehidupan dan salah satu sumber energi di dunia, berwarna coklat sampai hitam, yang mengalami proses fisika dan kimia serta kaya kandungan karbon. Aspal beton adalah suatu jenis perkerasan konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal dan agregat, baik dengan bahan tambah maupun atau tanpa bahan tambah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bubuk batubara sebagai bahan tambah filler pada campuran aspal AC WC dengan variasi campuran 0%, 1%, 2%, 3%. Dari hasil penelitian campuran aspal AC WC yang digunakan sudah sesuai standar Spesifikasi Umum 2018 Revisi 2 Dinas PU Bina Marga yaitu pada kondisi kadar aspal 5,7%, dengan nilai density 2,246 gr/cc, nilai VMA 16,92%, nilai VFB 73,14%, nilai VIM 4,54%, nilai stabilitas 1169 kg, nilai flow 3,7 mm dan nilai marshall quotient 324,7 kg/mm. Dari pengujian setelah penambahan variasi filler 0%, 1%, 2%, 3%., didapat hasil nilai VMA maksimal sebesar 75,1% pada variasi 3%, nilai VIM maksimal sebesar 5,48%  pada variasi 0%, nilai VFB  maksimal sebesar 16,26% pada variasi 2%, nilai stabilitas maksimal sebesar 1828 kg pada variasi 3%, nilai flow maksimal sebesar 3,53 mm pada variasi 0%, dan nilai marshall quotient maksimal sebesar 600 kg/mm pada campuran 3%. Dan semua penambahan bubuk batubara sebagai filler dengan variasa 1%, 2% dan 3% sebagai campuran aspal AC WC memenuhi syarat spesifikasi umum revisi 2 tahun 2018 revisi 2 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Kayu Terhadap Kuat Tekan Paving Block Devi Meileni; Herri Purwanto; Agus Setiobudi
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5614

Abstract

ABSTRAK Rantau Alai adalah wilayah di Kabupaten Ogan Ilir yang salah satu usaha penduduknya banyak membuat perlengkapan rumah tangga, dan hasil olahannya menghasilkan limbah serbuk kayu yang tidak dimanfaatkan dan diperlukan alternatif untuk mengatasi limbah tersebut dan salah satunya untuk bahan campuran pembuatan paving block. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan limbah serbuk kayu sebagai bahan campuran pembuatan paving block dengan variasi campuran 0%, 5%, 10% dan 15% melalui pengujian kuat tekan. Dalam penelitian ini akan melakukan pengujian sampel pada umur 7, 14 dan 28 hari dengan jumlah keseluruhan sampel sebanyak 60 paving block dengan variasi penambahan limbah serbuk kayu 0%, 5%, 10% dan 15% sebanyak 15 paving block untuk setiap variasinya. Dari hasil penelitian kuat tekan tertinggi dibanding dengan kondisi normal terjadi pada penambahan limbah serbuk kayu sebesar 10%, yaitu pada umur 7 hari dengan kuat tekan 78,38 kg/cm2 (26,91%),  umur 14 hari kuat tekan 82,24 kg/cm2 (12,49%),  umur 28 hari kuat tekan 127,68 kg/cm2 (10,55%). Sehingga penggunaan 10% limbah serbuk kayu daerah Rantau Alai sebagai campuran pada pembuatan paving block dapat meningkatkan kuat tekan sebesar 10,55% dengan nilai kuat tekan 127,68 kg/cm2
EVALUASI KEKUATAN PERKERASAN SISI UDARA (RUNWAY, TAXIWAY DAN APPRON) BANDARA SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II PALEMBANG DENGAN METODE PERBANDINGAN ACN-PCN Amiwarti Amiwarti; Herri Purwanto; Asep Sulaiman
Jurnal Deformasi Vol 5, No 1 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i1.4232

Abstract

Pengembangan sisi udara bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang kini memiliki panjang runway 3.000 x 45 m. Fasilitas sisi udara merupakan fasilitas pergerakan pesawat. Fasilitas ini harus memenuhi kekuatan struktur untuk melayani pergerakan-pergerakan pesawat yang beroperasi sesuai dengan perencanaan.  Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah untuk mengevaluasi apakah perkerasan sisi udara di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ini  sudah memenuhi batas PCN yang dipersyaratkan atau belum. Analisa dilakukan dengan cara mengevaluasi kekuatan perkerasan sis iudara (runway,taxiway, dan Apron) eksisting menggunakan metode perbandingan ACN-PCN yang didapat dari pabrik pembuat pesawat, perhitungan manual dan Softwere COMFAA 3.0 Data yang digunakan adalah data pergerakan pesawat termasuk jumlah pergerakan pertahun dan tipe pesawat. Data kekuatan perkerasan sisi udara diperlukan untuk proses analisa. Hasil dari evaluasi menunjukan bahwa pada saat kondisi eksisting sisi udara yang berupa runway, taxiway, dan apron masih mampu melayani permintaan penerbangan dengan jenis pesawat Boeing 747-400ER yang memiliki nilai PCN 42 F/C/X/T untuk  Apron dan PCN 43 F/C/X/T untuk Runway/Taxiway. Besar Nilai ACN Pesawat  B747-400ER ini tidak mempengaruhi kekuatan structural karena frekuensipergerakanhanya 421 pergerakan per tahun, mengingat frekuensi penerbangan masih dibawah 10.000 pergerakan
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Gergaji dan Kertas Terhadap Kuat Tekan Beton Tanpa Perlakuan Khusus Herri Purwanto
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5515

Abstract

ABSTRAK Beton akan dapat mencapai mutu tertentu, sangat tergantung dari campuran beton yang digunakan, semakin bagus dan baik campuran beton yang digunakan, akan semakin baik dan bagus pula mutu beton yang dihasilkan. Tetapi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan (lokasi pekerjaan) sering terjadi kecerobohan atau faktor yang tidak disengaja, sehingga campuran yang dibuat tercampur dengan material lain yang tidak diharapkan seperti limbah konstruksi atau limbah rumah tangga.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah serbuk gergaji dan kertas terhadap kuat tekan beton tanpa perlakuan khusus. Dari hasil pengujian diperoleh kuat tekan beton normal (tanpa penambahan serbuk gergaji dan kertas) sebesar 144,46 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 5% dan kertas 5% kuat tekan 132,61 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 5% dan kertas 10% kuat tekan 89,28 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 5% dan kertas 15% kuat tekan 82.30 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 10% dan kertas 5% kuat gergaji 104.05 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 15% dan kertas 5% kuat tekan 110,67 kg/cm2. Dari hasil pengujian kuat tekan beton tersebut, terjadi penurunan kuat tekan dari setiap campuran, dan kuat tekan beton terbesar yaitu 132,61 kg/cm2 terjadi di komposisi campuran beton normal ditambah serbuk gergaji 5% dan kertas 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa campuran beton normal ditambah serbuk gergaji dan kertas dengan pelaksanaan tanpa perlakuan khusus tidak mencapai mutu beton K.175 adukan 1:2:3 yang diharapkan.
ANALISIS MANAJEMEN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN LANJUTAN DI DESA KENTEN LAUT PROVINSI SUMATERA SELATAN Nike Zuraidah; Herri Purwanto; Ami Warti
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v10i1.1478

Abstract

In the implementation of the construction of a construction project, there are three main things, namely cost, quality and time, which are interrelated, where a project can be completed on time with minimal costs and of good quality. In today's technological developments, especially in construction engineering management, to assist the work, many applications have been made in the completion of construction project engineering management. One of them is the Microsoft Project 2010 application, which can simplify the planning and implementation of a project schedule. The construction of advanced flats in Kenten Laut Village, South Sumatra Province, in the 18th week has experienced a time delay of 26% which should have reached 36% progress schedule, but the realization is only 10%. This is due to obstacles during the construction of the ground floor structure (foundation work). To speed up the work time, a re-planning of work productivity and work duration was carried out with the Microsoft Project 2010 application. From the re-planning of the advanced flat construction project in the village of Kenten Laut, South Sumatra province, structural work which includes columns, beams and floor slabs can be accelerated with a duration of work from 168 days to 132 days.
Pemanfaatan Pelepah Pisang Geda Desa Jejawi Sebagai Bahan Tambah Alternatif Kuat Tekan Beton Herri Purwanto; Adiguna; Amiwarti
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v8i1.8613

Abstract

In its development, concrete technology has innovated a lot in the use of its materials, such as the utilization of unused material waste. Jejawi is a village area located in OKI Regency and one of the livelihoods of its residents is gardening with the produce of Geda bananas, where after harvesting the banana stems are no longer used and become waste. This study aims to determine the effect of the utilization of Geda banana midrib ash in Jejawi Village as an added material on the quality of concrete. With experimental methods carried out in the laboratory, mixing the concrete material using the SNI quality standard K.225 and then adding variations of Geda Desa Jejawi banana ash which has been burned with an average temperature of 316oC by 2%, 2.5%, and 5%. From the test results, the compressive strength of normal concrete is 225.54 kg/cm2, the compressive strength of the banana ash variation of 2% concrete is 234.76 kg/cm2, the compressive strength of the banana ash variation of 2.5% concrete is 217.19 kg/cm2, and the compressive strength of the 5% banana ash variation of concrete is 203.64 kg/cm2. From the test results, there was an increase in compressive strength in the variation of the addition of 2% banana ash from normal concrete, but it decreased in the 2.5% banana ash variation and decreased again at 5%. So it was concluded that the addition of Geda banana stem ash in Jejawi Village could be used as an additional material for the K 225 concrete mixture at the addition of 2% banana ash
SOSIALISASI LUBANG RESAPAN BIOPORI DI MAN 1 OGAN ILIR INDRALAYA Herri Purwanto; Amiwarti Amiwarti; Adiguna Adiguna; Reffanda Kurniawan
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Jurnal PkM : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v4i1.5639

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan oleh dosen Prodi Teknik Sipil Universitas PGRI Palembang di MAN 1 Ogan Ilir Indralaya ini bertujuan agar siswa dan guru dapat mengenal dan menambah pengetahuan tentang lubang resapan biopori (LRB) dan manfaatnya bagi lingkungan sekolah. Dimana di areal MAN 1 Ogan Ilir sering tergenang air saat hujan turun.  Metode yang dilakukan adalah dengan memberi penyuluhan dan praktek langsung di halaman sekolah.  Peserta yang hadir yaitu guru dan siswa MAN 1 Ogan Ilir sangat antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan, sehingga akhirnya mereka mempraktekkan sendiri cara membuat LRB. Dan juga dijelaskan manfaat lain dari LRB adalah dapat membuat pupuk kompos organik, dengan cara memasukkan sampah daun yang ada di lingkungan sekolah ke dalam LRB. Dan dalam waktu 2 bulan pupuk kompos sudah dapat dipanen. Sehingga pemanfaatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di MAN 1 Ogan Ilir sangat cocokAbstractCommunity Service Activities (PPM) carried out by lecturers of the Civil Engineering Study Program, PGRI Palembang University at MAN 1 Ogan Ilir Indralaya aims so that students and teachers can get to know and increase knowledge about biopore infiltration holes (LRB) and its benefits for the school environment. Where in the area of MAN 1 Ogan Ilir is often flooded when it rains. The method used is to provide counseling and practice directly in the school yard. The participants who attended were students and teachers of MAN 1 Ogan Ilir were very enthusiastic about the activities being carried out, so that they finally practiced how to make LRBs themselves. And also explained the other benefits of LRB is that it can make  organic compost, by inserting leaf litter from the school environment into the LRB. And within 2 months the compost can be harvested. So that the use of Biopore Infiltration Holes (LRB) at MAN 1 Ogan Ilir is very suitable