Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI BERTAHAN HIDUP PARA NELAYAN DI WILAYAH PERBATASAN BATAM-SINGAPURA Muhammad Fadli; Siti Arieta; Sri Wahyuni
JURNAL SOSIO-KOMUNIKA Vol 2 No 2 (2023): (On Progress)
Publisher : LPPM STISIP Persada Bunda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57036/jsk.v2i2.62

Abstract

The fishermen in Pemping Village, Rear Padang District, Batam City, are poverty-stricken in terms of fulfilling basic needs for the dynamics that occur in the eyes, causing the search for fish to be not optimal and not getting high selling prices for fish. In addition to poverty affecting fishermen caused by educational background, fishing that is not optimal, and not getting high selling prices, fishermen from the Pemping Village are also faced with problems with illegal smuggling activities. Furthermore, the Pemping community faces restricted access to fishing areas. International fishing transactions to Singapore, due to the increasing stringency of regulations by the two countries, requires the form of a strategy to meet the daily needs of fishing families. The method used in this research is a qualitative research method with a descriptive approach. The theory used is French Fukuyama's social capital as an analytical knife in this study. The results of this study are the trust of fellow fishermen gaining trust in the form of work, lending, and borrowing money. The two values and norms that are applied in society include maintaining friendship, helping each other, and feeling the same fate. The three social networks that exist among fishermen, relatives, and neighbors are used to obtain information on potential fish stocks and job vacancies, as well as obtain information on access to selling to middlemen at higher prices. Other strategies are adding working hours, looking for side jobs, and taking advantage of the potential of families in every house holds including women in fulfilling family needs.
Sosialisasi dan Pendampingan Integrasi Pendekatan Deep Learning Dalam Pengembangan Rencana Pembelajaran dan Modul Ajar Pada Satuan Pendidikan Kota Lubuklinggau Dodik Mulyono; Akmal Rijal; Muhammad Fadli; Miki Saputra; Sri Utami; Siti Jubaedah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/21pcz143

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut inovasi dalam proses pembelajaran agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah deep learning approach atau pendekatan pembelajaran mendalam. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lubuklinggau pada tahun 2025, ditemukan bahwa tantangan utama dalam implementasi deep learning ialah rendahnya pemahaman guru terhadap konsep dan teknik penerapannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru dalam memahami serta menerapkan deep learning dalam perencanaan pembelajaran dan modul ajar. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan Mei–Desember 2025 di Sekretariat IGI Kota Lubuklinggau dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas PGRI Silampari, serta diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru SD–SMP. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru terkait implementasi deep learning. Sebanyak 80,36% responden menyatakan setuju dan 14,25% sangat setuju terhadap peningkatan pemahaman guru, sedangkan 76,25% menyatakan setuju terhadap aspek pemanfaatan sumber daya dan dukungan teknologi, khususnya penggunaan Learning Management System (LMS). Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi guru dan mendorong terbentuknya komunitas belajar kolaboratif berbasis teknologi di lingkungan sekolah.