Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL MATEMATIKA SD MENGGUNAKAN WHITEBOARD ANIMATION UNTUK MAHASISWA PGSD STKIP PGRI LUBUKLINGGAU Rijal, Akmal
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam dunia pendidikan saat ini antara lain meliputi masih rendahnya kompetensi guru dan dosen dalam era pendidikan 4.0 yaitu mengembangkan bahan ajar atau materi digital, oleh sebab itu maka seorang guru atau dosen harus memilki berbagai keterampilan diantaranya yaitu keterampilan dalam mengembangkan bahan ajar digital yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital matematika SD menggunakan whiteboard animation untuk mahasiswa PGSD STKIP PGRI Lubuklinggau yang teruji valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dari Plomp yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: preliminary research, prototyping phase, dan assesment phase. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD semester V di STKIP PGRI Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang mendeskripsikan validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruk dengan nilai rata-rata 95%. Bahan ajar sudah praktis baik dari segi keterlaksanaan, kemudahan, dan waktu yang diperlukan dengan rata-rata nilai 92,5%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dapat dinyatakan valid dan praktis.
ANALISIS KESULITAN GURU MENERAPKAN PEMBELAJARAN TEMATIK KURIKULUM 2013 KELAS V SD NEGERI 61 LUBUKLINGGAU bayu bangsawan; Akmal Rijal; Zico Fakhrur Rozi
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 14 No 2 Desember 2020
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v14i2.1106

Abstract

The aims of this research are to describe and to know the difficulties of teachers in implementing 2013 curriculum by using thematic learning in grade V SD Negeri 61 Lubuklinggau. The method in this research was descriptive method through a qualitative approach. The data collection techniques used in this study were observation, interview, documentation and triangulation techniques. The results of this research showed that the difficulties of grade V teachers were divided into three main components, namely in the learning planning stage was the difficulties in preparing lesson plans, in the learning implementation stage was the difficulties in implementing core activities, and in the assesment stages were the difficulties in assessing skills, assessing the learning process, and assesing attitude. In addition, there were also factors causing teacher difficulties, namely: (1) Teacher ability Factors (2) Factors from students (3) and Time allocation factors. Therefore, there are some ways to do in order to overcome teacher difficulties : (1)The Teacher must understand thematic learning, especially in the preparation of lesson plan, (2) The teacher must be creative in using a variety of learning media to attract students' focus in learning and create a good atmosphere in learning process, (3) Cooperate and exchange ideas with other teachers in determining assessment indicators and time allocation.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN LEARNING CYCLE 5E MODEL LORSCBACH KELAS V SEKOLAH DASAR Akmal Rijal
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2017): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.887 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i2.8606

Abstract

Learning tools that are used in the schools are still not optimal in facilitating the development of learners. The purpose of this study is to produce a device with a math learning 5E learning cycle model of Lorschbach valid, practical, and effective. This type of research is the development of research. The model used is a model development Plomp. The results showed that the study of mathematics by 5E learning cycle models developed Lorschbach have valid criteria in terms of content and construct. Practical learning device has been good in terms of enforceability, ease, and the time required. Learning device has also been effective in terms of activity and learning outcomes of students with an average value of learners activity increased and the level of mastery learning outcomes. This means learning devices effective in improving learning outcomes of students. Based on these results it can be concluded that the study of mathematics by 5E learning cycle Lorschbach models developed in the study of mathematics in class V SD can be declared valid, practical, and effective.Keywords: Learning tools, math, learning 5E learning cycle model of Lorschbach
CONTRIBUTION OF CREATIVITY TO MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING SKILLS OF 5th GRADE STUDENTS PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL OF IV NAGARI DISTRICT SIJUNJUNG REGENCY Maifit Hendriani; Akmal Rijal
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 8, No 1 (2020): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v8i1.1283

Abstract

Abstract This study aims to describes the creativity and mathematical problem solving skills also the contribution of creativity to mathematical problem solving skills of 5th grade students public elementary school of IV Nagari District, Sijunjung Regency. Type of this study is correlational research. The population is 5th grade students all of IV Nagari District, Sijunjung Regency. The sampling technique uses is random sampling. The instrument for collects a data is a test of creativity and mathematical problem solving skills. The analysis technique uses is descriptive and correlational. The result shows: 1) 5th grade students public elementary school of IV Nagari District have high creativity as much as 18 students or 19.78%, high enough creativity as much as 31 students or 34.07%, high less creativity as much as 35 students or 38.46% and low creativity as much as 7 students or 7.69%. 2). High mathematical problem solving skills as much as 46 students or 50.55%, high enough mathematical problem solving skills as much as 13 students or 14.23%, high less mathematical problem solving skills as much as 21 students or 23.07% and low mathematical problem solving skills as much as 11 students or 12.08%. 3) There is a positive and significant contribution between creativity and mathematical problem solving skills with a correlation coefficient 0.426.
Sosialisasi Pendidikan Berorganisasi dan Pendidikan Karakter di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musirawas Agus Susilo; Akmal Rijal
Madaniya Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.51

Abstract

Pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter bagi generasi muda sangat diperlukan bagi masyarakat di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas agar dapat memilah perkembangan zaman yang semakin pesat saat ini. Peran orangtua, lingkungan dan sekolah sangat memberikan dampak terhadap perkembangan pribadi karakter anak-anak muda di Desa Jajaran Baru. Workshop diselenggarakan dengan ceramah, tanya jawab, dan memberi solusi. Ceramah dan Tanya Jawab. Metode ini bertujuan untuk menyampaikan rangkaian teori tentang cara berorganisasi yang baik dan materi pendidikan karakter yang tertuang dalam slide video dengan materi konsep pendidikan berorganisasi, pendidikan karakter, dan strategi pendampingan pendidikan berorganisasi yang baik. Dukungan lembaga desa dan masyarakat Desa Jajaran Baru Kecamatan Megang Sakti menjadi tolak ukur dilaksanakan pengabdian pada masyarakat oleh Dosen-Dosen STKIP PGRI Lubuklinggau. Dalam menyampaikan paparannya dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas, peserta yang diharapkan hadir sekitar 15 orang. Kriteria sasaran yang akan mengikuti sosialisasi pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas merupakan para generasi muda dan tua yang terdiri dari para masyarakat biasa, perangkat Desa, Karang Taruna, dan mahasiswa. bahwa seluruh kegiatan menunjang peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam keberlangsungan membangun pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter bagi genarasi muda terhadap pengaruh era industry yang semakin luas agar dapat menjadi generasi muda yang berilmu dan mampu memfilter segala pengaruh luar yang masuk dilingkungan ekonomi, politik, sosial dan budaya masyarakat.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA BERORIENTASI STRATEGI PQ4R DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Akmal Rijal; Asep Sukenda Egok
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.182 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.13

Abstract

Bahan ajar yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam kurikulum. Untuk itu, perlu dikembangkan bahan ajar membaca yang dapat membantu peserta didik untuk memahami isi bacaan sesuai dengan tahapan membaca. Pada penelitian ini dikembangkan bahan ajar keterampilan membaca berorientasi preview, question, read, reflect, recite, review yang diharapkan dapat mencapai sasaran tersebut. Tujuan yang hendak dicapai dari upaya pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar membaca berorientasi PQ4R yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Data penelitian dari uji validitas diperoleh melalui lembar validasi bahan ajar. Data kepraktisan dikumpul melalui lembar observasi keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, angket respon guru dan peserta didik. Keefektifan dilihat dari aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan menunjukkan bahan ajar membaca yang dikembangkan memperoleh rata-rata 3,61 kategori sangat valid. Hasil observasi keterlaksanaan RPP memperoleh persentase 92% kategori sangat praktis. Angket respon guru memperoleh persentase 95% kategori sangat praktis. Angket respon peserta didik memperoleh persentase 92% kategori sangat praktis. Hasil penilaian keterampilan membaca berada pada kategori sangat baik
Pengembangan Bahan Ajar Digital Matematika SD Menggunakan Whiteboard Animation Untuk Mahasiswa PGSD STKIP PGRI Lubuklinggau Akmal Rijal; Azimi Azimi
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.640

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam dunia pendidikan saat ini antara lain meliputi masih rendahnya kompetensi guru dan dosen dalam era pendidikan 4.0 yaitu mengembangkan bahan ajar atau materi digital, oleh sebab itu maka seorang guru atau dosen harus memilki berbagai keterampilan diantaranya yaitu keterampilan dalam mengembangkan bahan ajar digital yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital matematika SD menggunakan whiteboard animation untuk mahasiswa PGSD STKIP PGRI Lubuklinggau yang teruji valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dari Plomp yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: preliminary research, prototyping phase, dan assesment phase. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD semester V di STKIP PGRI Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang mendeskripsikan validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruk dengan nilai rata-rata 95%. Bahan ajar sudah praktis baik dari segi keterlaksanaan, kemudahan, dan waktu yang diperlukan dengan rata-rata nilai 92,5%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dapat dinyatakan valid dan praktis.
PENGEMBANGAN E-LEARNING MATA KULIAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD BERBASIS APLIKASI MOODLE DI PGSD Akmal Rijal; Andriana Sofiarini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.522 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.266

Abstract

Terbatasnya waktu perkuliahan di kelas terkadang menghalangi para dosen dalam memberikan semua materi perkuliahan, kesulitan ini banyak dikeluhkan oleh mahasiswa. Untuk itu dikembangkan e-learning mata kuliah pembelajaran matematika SD berbasis aplikasi moodle yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa sebagai aktualisasi dari student centered learning. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan e-learning mata kuliah pembelajaran matematika SD berbasis aplikasi moodle di program studi PGSD yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Plomp, yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: preliminary research, prototyping phase, dan assesment phase. Data penelitian diperoleh dari uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Data uji validitas diperoleh melalui lembar validasi. Data kepraktisan diperoleh dari lembar angket respon mahasiswa, dan wawancara. Data keefektifan dilihat dari aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-learning yang dikembangkan  memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruk dengan nilai rata-rata 95%. E-learning sudah praktis baik dari segi keterlaksanaan, kemudahan, dan waktu yang diperlukan dengan rata-rata nilai 92,5%. E-learning juga telah efektif dari segi aktivitas dan hasil belajar mahasiswa dengan nilai rata-rata aktivitas 81,2% dan hasil belajar dengan tingkat ketuntasan 87,5%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa e-learning yang dikembangkan dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif.Kata Kunci : e-learning, moodle, pembelajaran matematika, PGSD. 
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Kelas V Sekolah Dasar Akmal Rijal
Idealmathedu: Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53717/idealmathedu.v8i2.299

Abstract

This study aims to determine the types of mistakes as well as the causative factors to this mistakes, of the fifth grade elementary school students in solving problemson fraction. The research applies a qualitative descriptive method. The research subjects taken were 28 grade 5 students at 55 Lubuklinggau public elementary school. The data were collected using the techniques of interview observation, questions and documentation. The data analysis technique used in this research is data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results show that the types of mistakesexperienced by students in solving mathematical problem were (1) factual errors, in which students assume that studying fraction is hard since it will face with lots of mathematical calculations operation that is difficult to understand. (2) students did not understand the essence of the mathematical problem, as a result they did not grasp the way to solve it. (3) students understand the formula but could not write the steps in solving the problem, and (4) students can not solve the problem correctly in terms of calculating addition, subtraction, and division operations. The factors causing mistakes in solving mathematical problems are (1) student’s internal factor, it is their low interest, (2) external factor, like the family environment which is less helpful in learning fraction.
PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL MODEL ASESMEN HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) UNTUK GURU GUGUS 8 KKG SD LUBUKLINGGAU TIMUR II KOTA LUBUKLINGGAU Akmal Rijal; Tio Gusti Satria
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v3i2.923

Abstract

The emphasis of the 2013 curriculum is to make students or students have better abilities in observing, asking, reasoning, and communicating. Questions developed using three higher order thinking categories based on Bloom's taxonomic revision, namely, analyzing, evaluating, and creating, where each level has its own criteria which can be adopted into the problem and the objectives of the learning to be achieved. Based on the results of the identification of partners found problems teachers still have difficulty in making questions that are able to encourage students to develop higher-order thinking skills (HOTS) and have not made students want to analyze the questions before answering, the teacher gives practice questions or test questions to students only fixated on the category remember, understand, and apply, and facilities and require additional questions for students who have the ability to think at a high level so students are able to develop their way of reasoning. Conduct training and mentoring community service activities using lecture, question and answer, discussion, assignment, project-based methods. The implementation of the PKM training on the development of the High Order Thinking Skills (HOTS) assessment model for the 8th teacher group in the East Lubuklinggau II KKG elementary school went well and the participants were very enthusiastic in participating in the training. The activity has an impact on improving the skills of model development training (HOTS) for teachers in the 8th KKG group at SD Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau City. Keywords: training, questions, HOTS, KKG, elementary school, Lubuklinggau.