Ali Musthofa
STIKes Indramayu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dukungan Keluarga terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Usia 12-24 Bulan pada Era Pandemi Covid-19 Ali Musthofa
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 4 No 1 (2023): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2023
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v4i1.2060

Abstract

Dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi dibutuhkan agar anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan sebagai langkah awal pencegahan penyakit, terutama pada masa pandemi Covid-19. Pada masa pandemi Covid-19 cakupan imunisasi dasar tahun 2021 di UPTD Puskesmas Cibuaya Kabupaten Karawang turun menjadi 50,4%. Tujuan penelitian mengetahui dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi dasar anak usia 12-24 bulan pada era pandemi Covid-19 di UPTD Puskesmas Cibuaya Kabupaten Karawang. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ibu dan keluarga yang mempunyai anak berusia 12-24 bulan yang berjumlah 91 orang ditetapkan dengan rumus Slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis univariat Dukungan keluarga yang mendukung dalam kelengkapan imunisasi dasar 41 responden, sedangkan yang tidak mendukung 50 responden. Kelengkapan imunisasi dasar responden yang memberikan kelengkapan imunisasi dasar 47 responden, sedangkan yang tidak memberikan kelengkapan imunisasi dasar 44 responden. Analisis bivariat diperoleh Tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan nilai p (sig)= 0,234 > 0,05, dengan kelengkapan imunisasi dasar anak usia 12-24 bulan pada era pandemi Covid-19 di UPTD Puskesmas Cibuaya Kabupaten Karawang. Saran kepada seluruh pihak yang terkait untuk melaksanakan program peningkatan dukungan terhadap ibu dan masyarakat tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap.
Efektifitas Pemberian Edukasi Dalam Penerapan Discharge Planning Di RSD Gunung Jati Cirebon Cynthia Hardivianty; Ali Musthofa; Muhammad Fitraturahman
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.81

Abstract

Dampak dari discharge planning yang belum optimal adalah dapat meningkatkan angka rawatan ulang dan pada akhirnya pasien akan menanggung pembiayaan untuk biaya rawat inap di rumah sakit. pelaksanaan discharge planning belum maksimal dengan hasil 35,7% dan yang tidak dilakukan 64,3%, didukung oleh hasil observasi dilakukan yaitu pada lembaran discharge planning yang tidak terisi secara lengkap pada rekam medis pasien dan ada beberapa rekam medis pasien yang tidak memiliki lembaran discharge planning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian edukasi dalam penerapan discharge planning di ruang Nyimas Gandasari 1 RSD Gunung Jati kota cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang Nyimas Gandasari I RSD Gunung Jati Cirebon. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling dengan jumlah 16 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa responden yang melakukan discharge planning sebelum diberikan edukasi sebanyak 10 (62,5%) perawat dan responden yang tidak melakukan discharge planning sebanyak 6 (37,5%) perawat. Sedangkan setelah diberikan edukasi diperoleh hasil sebanyak 14 (87,5%) perawat melakukan discharge planning dan responden yang tidak melakukan discharge planning sebanyak 2 (12,5%) perawat. Disarankan perawat dapat lebih termotivasi untuk melakukan discharge Planning sesuai dengan ketentuan yang digunakan di Ruang Nyimas Gandasari I RSD Gunung Jati Cirebon.
The Relationship Between Mother's Attitude in Feeding Children Aged 24-59 Months with The Incidence of Stunting Dedeh Husnaniyah; Ali Musthofa; Riyanto Riyanto; Dekawati Dekawati
HealthCare Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2024): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v6i2.4751

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive caused by chronic lack of nutrition at 1000 HPK (First Day of Life). Many factors influence the occurrence of stunting, including the mother's attitude in giving food to children. This study aims to determine mothers' attitudes in providing food to children aged 24-59 months with stunting incidents in the working area of ​​Losarang Community Health Center, Indramayu Regency. This research was a descriptive study with a cross sectional approach. The population of this study are mothers who had children aged 24-59 months in the working area of ​​Losarang Community Health Center, Indramayu Regency. The sampling technique used stratified random sampling with 63 respondents. The research instrument for assessing maternal attitudes was in the form of a questionnaire and determining stunting by calculating Z-score. The research results showed that 34 (54%) mothers had a positive attitude in providing food to children aged 24-59 months, stunting occurred in 45 (71.4%) children. The results of the bivariate analysis showed p-value = 0.660 (>0.05) which shows there was no relationship between the two variables. There were many factors that cause stunting, so a mother's positive attitude in giving food to her child cannot guarantee that the child was free from stunting. in conclusion there was no relationship between maternal attitudes in providing food to children aged 24-59 months and the incidence of stunting in the working area of ​​Losarang Community Health Center, Indramayu Regency