Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Senam Dismenore Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 3 Palu Barat Nurul Humaira; Ni Nyoman Elfiyunai; Arini
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.42

Abstract

Dismenore merupakan masalah nyeri haid pada kalangan remaja putri yang masih memiliki prevelensi cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil wawancara pada 3 siswi di SMPN 3 palu barat tahun 2023 ada siswi yang mengalami kram menstruasi dan hampir setiap hari datang ke uks unntuk istirahat karena menderita nyeri haid. Adapun dampak jika nyeri haid terjadi dan tidak di tangani, berupa gangguan aktivitas sehari-hari. Penyebab nyeri haid bermacam-macam, bisa karena stress atau keceasan yang berlebihan. Oleh karena itu masalah menstruasi (dismenore) pada remaja harus ditangani sedemikian rupa agar tidak terjadi masalah seperti di atas. Tujuan penelitian ini terananalisisnya pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMPN 3 palu barat. Jenis penelitian ini yaitu pre eksperimental design dengan one group-pre-post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 321 orang dan sampel oada penelitian ini berjumlah 18 orang dengan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil uji analisis univarat Nyeri haid sebelum diberikan senam dismenore sebagian besar remaja putri dengan haid nyeri berat berjumlah 6 orang (33,3%). Nyeri haid setelah diberikan senam dismenore sebagian besar putri haid dengan nyeri ringan berjumlah 10 orang (55,6%). Hasil Uji wilcoxon ditemukan P-value 0,001<0,05. Simpulan terdapat ada Pengaruh Senam Dismenore terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMP Negeri 3 Palu Barat. Saran diharapkan remaja putri dapat melakukan dan mengatasi nyeri dengan melakukan senam dismenore pada saat nyeri haid. Kata Kunci : Senam Dismenore, Nyeri Haid, Remaja.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Perawat Tentang Basic Life Suport (BLS) Dalam Pelaksanaan Primary Survey Pada Pasien Gawat Darurat Di Intalasi Gawat Darurat RSUD Madani Palu Isma Yulianawati; Ni Nyoman Elfiyunai; Hadidjah Bando
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.53

Abstract

Hasil observasi awal pada 2 perawat IGD RSUD Madani Palu dalam pelaksanaan primary survey menunjukkan satu perawat tidak meletakkan telapak tangan pada titik kompresi, tidak menindihkan telapak tangan yang lain di atasnya, kedua perawat memberikan tekanan pada dada pasien dengan posisi lengan tidak lurus, satu perawat lainnya melakukan penekanan dada dan bantuan pernafasan dengan siklus: 30 kali tekan dada dan 1 kali nafas buatan (1 siklus). Tujuan penelitian ini yaitu dianalisisnya hubungan pengetahuan dan sikap perawat tentang BLS dalam pelaksanaan primary survey pada pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Madani Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik meggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 31 orang. Sampel berjumlah 31 sampel, dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji fisher’s exact test, dengan variabel independen pengetahuan dan sikap, variabel dependen pelaksanaan primary survey. Sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang BLS yaitu 22 orang (71%), sikap yang baik tentang BLS yaitu 21 orang (67,7%). Sebagian besar terampil dalam pelaksanaan primary survey yaitu 23 orang (74,2%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey (p-value = 0,000), ada hubungan antara sikap tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey (p-value = 0,000). Simpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey di RSUD Madani Palu. Disarankan perawat memperhatikan waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan implementasi keperawatan terapeutik selama pasien menjalani perawatan sehingga tercipta lingkungan yang kondusif untuk saling mendukung dalam pelaksanaan primary survey yang lebih baik di IGD RSUD Madani.
Hubungan Social Support Terhadap Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Tinggede Ernawati.A; Ni Nyoman Elfiyunai; Sringati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.58

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk setiap tahun serta meningkatnya gaya hidup masyarakat mengakibatkan maraknya penyakit kronis. Salah satu penyakit kronis yang sering terjadi adalah penyakit diabetes melitus (DM). Ketaatan dan sikap disiplin menjalankan diet sangat penting bagi penderita DM dan dalam menjalakan diat memerlukan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan agar berhasil menjalankan diet Penelitian ini bertujuan untuk hubungan social support keluarga dan petugas kesehatan terhadap kepatuhan diet penderita diabetes melitus di Puskesmas Tinggede. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu semua penderita diabetes melitus di Puskesmas Tinggede berjumlah 201 orang. Besar sampel 50 orang menggunakan teknik non random sampling dengan cara pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden yang menyatakan bahwa mendapat support keluarga yaitu 76,0%, yang menyatakan bahwa mendapat dukungan dari petugas kesehatan yaitu 74,0%, responden patuh menjalankan diet yaitu berjumlah 74,0%. Hasil uji Fisher's Exact di dapatkan nilai support keluarga dan dukungan petugas kesehatan masing-masing p=0,007 dan 0,000 (p <0,05), ini berarti secara statistik ada hubungan social support keluarga dan petugas kesehatan terhadap kepatuhan diet penderita diabetes melitus. Simpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan social support keluarga dan petugas kesehatan terhadap kepatuhan diet penderita diabetes melitus. Disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi Puskesmas Tinggede dalam meningkatkan pelayanan pada pasien diabetes melitus terutama dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalankan diet.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kunjungan Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu Nur Ainun Farkhia; Ni Nyoman Elfiyunai; Vidya Urbaningrum
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.69

Abstract

Kepatuhan ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan sangat berhubungan dengan dukungan dari keluarga. Studi pendahuluan mengatakan bahwa ada 3 orang ibu hamil yang masih kurang mendapatkan dukungan keluarga seperti: dukungan informasi, instrumental, penilaian dan emosional. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kunjungan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini keseluruhan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kec.Tatanga dimana untuk tanggal penelitian 13-26 Juli 2023 dengan sampel 86 ibu hamil trimester III dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu sebanyak 86 ibu hamil trimester III. Hasil penelitian dari 86 responden didapatkan ada 53 (61.6%) ibu hamil yang mendapatkan dukungan keluarga dengan kategori baik dan kunjungan antenatal care lengkap sebanyak 45 (52.3%) ibu hamil. Hasil analisis bivariat menggunkana uji statistik chi square didapatkan nilai p-value 0,000<0.05. Simpulannya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kunjungan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Saran bagi masyarakat terutama keluarga ibu hamil yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu agar lebih dapat memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal care secara lengkap.
Edukasi Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Posyandu Lansia Desa Baliase Ismunandar Wahyu Kindang; Moh. Malikul Mulki; Rahmat Doko; Ni Nyoman Elfiyunai
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 : Januari (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-compliancewith taking antihypertensive drugs is a major problem for people with hypertension. This is what triggers the progesivity of hypertension in other organs such as the heart and kidneys. Non-adherence to antihypertensive medication can affect up to 80% of the progression of hypertensive disease and become a major problem in controlling blood pressure. Low adherence to hypertension treatment correlates with increased blood pressure prognosis of hypertensive disease. ISH (International Society of Hypertension) recommends the importance of adherence to antihypertensive treatment globally in order to control optimal blood pressure. Hypertension cannot be cured but can be controlled through routine health control, and taking medication regularly to reduce the risk of complications. The success of hypertension treatment cannot be separated from the knowledge, attitude and adherence of someone taking drugs. One effective action to prevent the occurrence of complications of hypertension is education. Education on adherence to taking drugs like this is sought to be a continuous activity so that it can increase public knowledge regarding the importance of adherence levels in taking antihypertensive drugs so that the outcome of treatment therapy can be achieved, besides that after educating hypertensive patients are able to apply a healthy lifestyle and can also utilize materials from nature to treat hypertension.
Hubungan Pola Makan dan Konsumsi Kopi dengan Kejadian Gastritis pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sintuvu Roso Labuan: Penelitian Nur Faridha Rifai; Ismunandar Wahyu Kindang; Ni Nyoman Elfiyunai
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5576

Abstract

Gastritis merupakan gangguan kesehatan yang kerap terjadi pada kelompok lanjut usia, yang umumnya dipicu oleh ketidakteraturan pola makan serta kebiasaan mengonsumsi kopi secara berlebihan. Hasil survei awal di Puskesmas Sintuvu Roso Labuan menunjukkan bahwa kasus gastritis pada lansia cenderung meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada lansia. Penelitian ini menerapkan rancangan deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi mencakup seluruh lansia di Desa Labuan Induk sebanyak 324 orang, dengan 76 lansia sebagai sampel yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar lansia memiliki pola makan baik (52,6%), dan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dan gastritis (p = 0,005). Kebiasaan konsumsi kopi juga berhubungan signifikan dengan kejadian gastritis, dengan nilai p = 0,010. Terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sintuvu Roso Labuan.
Hubungan Peran Kader dengan Keaktifan Lansia dalam Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lindu: Penelitian Gray Puspa Enjelis; Ni Nyoman Elfiyunai; Sringati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5649

Abstract

Keikutsertaan lansia dalam kegiatan posyandu lansia tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung, salah satunya adalah peran kader yang berkontribusi dalam memotivasi, memfasilitasi, dan memberikan edukasi kesehatan. Namun, tingkat  keaktifan lansia di sejumlah posyandu masih belum merata. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara peran kader dengan tingkat keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Lindu. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional dengan populasi 101 lansia dan sampel 81 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner peran kader dan verifikasi KMS lansia, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan α < 0,05. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas responden menilai peran kader berada pada kategori baik (81,5%). Selain itu, sebagian besar lansia juga tergolong aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu (75,3%). Analisis statistik menggunakan uji alternatif Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p sebesar 0,017 (p < 0,05). Ada hubungan peran kader dengan keaktifan Lansia dalam Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Lindu.
Pengaruh Edukasi Nutrisi Ibu Hamil dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Puskesmas Biromaru: Penelitian Awan Ambarwati; Sabir; Ni Nyoman Elfiyunai
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5664

Abstract

Menurut WHO, pada tahun 2024 diperkirakan terdapat sekitar 150,2 juta anak di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting di seluruh dunia, atau sekitar 23,2% dari total populasi anak global. Prevalensi stunting paling tinggi terdapat di negara berpendapatan rendah (47%) dan menengah bawah (16%). Tujuan penelitian ini menganalisis Pengaruh Edukasi Nutrisi Ibu Hamil Dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Puskesmas Biromaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain pra experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang ada di wilayah Puskemas Biromaru sebanyak 52. Sampel 34 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sebelum diberikan edukasi menggunakan media booklet, sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 32 orang (94,1%) dan kategori kurang sebanyak 2 orang (5,9%), serta menunjukkan sikap cukup sebanyak 29 orang (85,3%) dan kurang sebanyak 5 orang (14,7%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet, seluruh ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kategori baik dan sikap baik masing-masing sebanyak 34 orang (100,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Ada Pengaruh Edukasi Nutrisi Ibu Hamil Dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Puskesmas Biromaru.
CORRELATION BETWEEN EARLY MARRIAGE AND FAMILY INCOME WITH THE INCIDENCE OF STUNTING AT KAMAIPURA COMMUNITY HEALTH CENTER Putri Wilda Natasya; Ni Nyoman Elfiyunai; Sintong H. Hutabarat
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.19

Abstract

Background: Stunting is a condition where a child's height is shorter than the standard for their age due to multifactorial factors such as. Early marriage is a phenomenon that still occurs a lot, where early marriage can trigger stunting. The incidence of stunting is also related to low socio-economic. Objective: To analyze the relationship between early marriage and family income with the incidence of stunting at the Kamaipura Health Center. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population is all mothers who have toddlers aged 12-59 months totaling 325, with a purposive random sampling technique. The number of samples is 180. Research Results: The results showed that out of 180 respondents, those who did not marry early were more, those who had family income ≥ UMK Sigi Regency were more, and the incidence of stunting toddlers was higher. The results of the chi-square statistical test of the relationship between early marriage and stunting incidence p value = 0.0871 (p>0.05), and the relationship between family income and stunting incidence p value = 0.0983 (p>0.05) Conclusion: There is no Correlation between early marriage and family income with stunting incidence at the Kamaipura Health Center. Suggestion: For the Kamaipura Health Center, the results of this study can be a source of information, so that the Health Center can conduct further analysis to identify other factors that play a role in stunting incidence.
Pengaruh Pemberian Health Education terhadap Pengetahuan Remaja Putri terkait Pencegahan Keputihan di SMP Negeri 19 Palu: Penelitian Farah Rezki Nurkhaerani; Ni Nyoman Elfiyunai; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5358

Abstract

WHO melaporkan bahwa sekitar 75% wanita di dunia pernah mengalami keputihan, sedangkan di Eropa sebesar 25%. Hasil wawancara terhadap 10 siswi menunjukkan 6 siswi pernah mengalami keputihan disertai rasa gatal namun menganggapnya sebagai kondisi normal, sementara 4 siswi belum mengetahui pengertian keputihan maupun cara pencegahannya. Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya pendidikan kesehatan di sekolah sehingga pengetahuan remaja putri terkait kesehatan reproduksi masih rendah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental. Populasi berjumlah 96 remaja putri, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan health education. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Simpulan: Health education efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan keputihan.