Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Alternative Yoga Exercise on Fasting Blood Glucose and Cholesterol Levels among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Vidya Urbaningrum Urbaningrum; Rr. Sri Endang Pujiastuti; Supriyana Supriyana
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 4 No. 3 (2021): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v4i3.445

Abstract

Diabetes mellitus is a public health problem. The study used systematic literature reviews (SLR), which is a synthesis of a systematic literature study that is clear, comprehensive, by identifying, analyzing, evaluating through the collection of existing data with an explicit search method and involving the processes that have been critical in the selection of studies. The results found that 20 relevant articles have been reviewed and showed most of the evidence was significant on reducing fasting blood sugar and cholesterol levels. One study was not substantial on lowering cholesterol levels. Those 19 review studies showed that the study was a good category with an effect size value was 1.99 (robust) and a good JBI value. This was due to giving yoga interventions or the methods used during the training process is appropriate following the standard of intervention. Providing the yoga practice should involve movement and concentration. If the movement is correct, even if the intervention is given for only a month, it will show better results. The conclusion of 20 studies systematic literature reviewing yoga interventions has a significant value on reducing fasting blood glucose and cholesterol levels. Yoga practice involves movement and concentration. If the activities are suitable, it shows effective results
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Siswa SDN Balaroa 2 Desa Uwemanje Kecamatan Kinovaro Vidya urbaningrum vidya; Doddy Alfayet Lambogo; Wahyuni; Sinta; Elfiana; Asriandini; Ananda Shesilia Lambe; Valen Pawakang; Umi Kalsum; I Gusti Agung Giri Utami,; Fitrahaitunnufus; Sri Ainun J; Alfryana Towesu; Citra Wahyuni
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in schools is a set of behaviors practiced by students, teachers and the school community on the basis of awareness, so that they are able to independently prevent disease, improve their health, and play an active role in creating a healthy environment. Some indicators of PHBS in schools include washing hands with running water and using soap, eating healthy snacks, using clean latrines, exercising regularly, eradicating mosquito larvae, not smoking at school, weighing body weight, measuring height, and throwing garbage at school. This activity is carried out using the lecture method using leaflets and posters. Before and after conducting counseling about PHBS, the presenters gave 3 questions orally. In this activity, demonstration activities were also carried out on how to wash hands properly and correctly. After finishing the presentation of the material, the presenters again gave questions orally about PHBS as many as 3 questions this was done to see how the children responded to the material that had been delivered whether they understood it or not, of the 37 students who attended most of them answered correctly and a small part answer incorrectly. The results of this activity concluded that the knowledge of SDN Balaroa 2 students about PHBS before the counseling was carried out was still very lacking. However, after counseling and demonstrations on how to wash hands properly and correctly the students really understood and were able to practice it again. Keywords: PHBS, School, Washing Hands
vidya urbaningrum Penyuluhan Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Pada Lansia Di Rt 6 Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaili : Penyuluhan Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Pada Lansia Di Rt 6 Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaili Vidya urbaningrum vidya; Vidya Urbaningrum; Indo Iya Mappaita; Jesika Selin; Yelsi Putriana Lama; Sri Dewi Rahmawati; Fitriyah; Angraini; Irmawati; Kriswanto; Ekawati; Tasrif Shandy; Rifaldi; Stevani Susilia
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemik) yang terjadi karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal merupakan suatu  tanda dari diabetes melitus (DM). Sebelum dan sesudah  melakukan  kegiatan penyuluhan tentang penyakit diabetes melitus tipe 2 pemateri memberikan beberapa pertanyaan secara Lisan sebanyak  3 Pertanyaan ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengetahuan lansia. Dari 30 lansia yang hadir dalam kegiatan hanya beberapa lansia yang menjawab benar, sebagian lagi menjawab salah dan sebagianya tidak menjawab sama sekali pertanyaan yang di berikan. Pada saat penyuluhan media yang di gunakan adalah leaflet. Dalam kegiatan ini juga dilakukan tanya jawab Setelah selesai penyampaian materi. Pemateri Kembali memberikan pertanyaan secara lisan tentang penyakit diabetes melitus tipe 2 sebanyak 3 kali pertanyaan. Hal ini dilakukan untuk melihat bagimana lansia telah memahami materi yang telah disampaikan apakah mengerti atau tidak, dari 30 lansia yang hadir Sebagian menjawab bener dan Sebagian kecil menjawab kurang tepat. Dari Hasil kegiatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa melalui program yang telah dilakukan di Rt 6 Kelurahan pantoloan kecamatan tawaili pengetahuan lansia sebelum dilakukan penyuluhan masih sangat kurang. Namun setelah dilakukan penyuluhan, dan pemeriksaan langsung gula darah sewaktu sangat mengerti dan dapat diimpelemtasikan dikemudia hari.
vidya urbaningrum Penyuluhan Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Pada Lansia Di Rt 6 Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaili : Penyuluhan Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Pada Lansia Di Rt 6 Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaili Vidya urbaningrum vidya; Vidya Urbaningrum; Indo Iya Mappaita; Jesika Selin; Yelsi Putriana Lama; Sri Dewi Rahmawati; Fitriyah; Angraini; Irmawati; Kriswanto; Ekawati; Tasrif Shandy; Rifaldi; Stevani Susilia
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemik) yang terjadi karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal merupakan suatu  tanda dari diabetes melitus (DM). Sebelum dan sesudah  melakukan  kegiatan penyuluhan tentang penyakit diabetes melitus tipe 2 pemateri memberikan beberapa pertanyaan secara Lisan sebanyak  3 Pertanyaan ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengetahuan lansia. Dari 30 lansia yang hadir dalam kegiatan hanya beberapa lansia yang menjawab benar, sebagian lagi menjawab salah dan sebagianya tidak menjawab sama sekali pertanyaan yang di berikan. Pada saat penyuluhan media yang di gunakan adalah leaflet. Dalam kegiatan ini juga dilakukan tanya jawab Setelah selesai penyampaian materi. Pemateri Kembali memberikan pertanyaan secara lisan tentang penyakit diabetes melitus tipe 2 sebanyak 3 kali pertanyaan. Hal ini dilakukan untuk melihat bagimana lansia telah memahami materi yang telah disampaikan apakah mengerti atau tidak, dari 30 lansia yang hadir Sebagian menjawab bener dan Sebagian kecil menjawab kurang tepat. Dari Hasil kegiatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa melalui program yang telah dilakukan di Rt 6 Kelurahan pantoloan kecamatan tawaili pengetahuan lansia sebelum dilakukan penyuluhan masih sangat kurang. Namun setelah dilakukan penyuluhan, dan pemeriksaan langsung gula darah sewaktu sangat mengerti dan dapat diimpelemtasikan dikemudia hari.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN JALAN NAFAS PADA PASIEN CEDERA KEPALA BERAT DI IGD RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Olivia Ningsih Aros; Juwita Meldasari; Vidya Urbaningrum; Yohanes Tumewu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.19115

Abstract

Kurangnya fasilitas dan sumber daya yang memadai, yang dapat menghambat profesional kesehatan dalam memberikan intervensi yang diperlukan yang sering berkontribusi terhadap kegagalan dalam menangani kasus-kasus darurat secara efektif. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keahlian dalam menangani situasi darurat juga dapat berkontribusi. Selama observasi peneliti dari 7 orang perawat yang sudah mengikuti pelatihan BTCLS, 3 diantaranya yang mengikuti tetapi belum mampu melaksanakan Standar Operasional Prosedur penanganan pasien cedera kepala berat. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan  dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan jalan nafas pada pasien cedera kepala di IGD RSUD Undata. Jenis penelitian ini kuantitatif  dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah perawat pelaksana di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 43 orang. Sampel berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Hasil penelitian dari 77 responden yang menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan baik sebanyak 39 responden (50,6%) dan yang kurang baik sebanyak 38 responden (49,4%). Minat berkunjung kembali sebanyak 49 responden (63,6%) dan  tidak berminat sebanyak 28 responden (36,4%), hasil uji Chi-Square nilai p value: 0,000 (p value ? 0,05). Simpulan ada hubungan pengetahuan  dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan jalan nafas pada pasien cedera kepala. Saran bagi RSUD Undata agar bisa membuat jadwal penyuluhan atau sosialisasi bisa memberikan penyegaran materi Bantuan Hidup Dasar
Hubungan Peran Orang Tua Dan Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Usia 11-19 Tahun Di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Nur Anisya B. Baharu; Ni Nyoman Udiani; Vidya Urbaningrum
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.66

Abstract

Perilaku merokok adalah suatu perbuatan yang berbahaya untuk kesehatan. Tindakan merokok tidak hanya pada kelompok orang dewasa melainkan juga di kelompok remaja. Studi pendahuluan remaja mengatakan merokok dilakukan karena meniru orang tua, merokok dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua dan merokok dilakukan karena diajak oleh temannya saat berkumpul bersama. Tujuan penelitian menganalisis hubungan peran orang tua dan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini kuantitatif serta desain penelitian korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja usia 11-19 tahun berdomisili di Desa Balane yang berjumlah 156 remaja, teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 61 remaja. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Fishers Exact Test. Simpulannya adalah tidak ada hubungan peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun dan ada hubungan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun. saran bagi masyarakat Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi khususnya orang tua agar selalu mengawasi dan meningkatkan kedekatan orang tua dengan remaja agar remaja terbuka sehingga jujur menceritakan masalah dalam lingkungan pergaulan baik dalam hal perilaku positif maupun negatif.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kunjungan Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu Nur Ainun Farkhia; Ni Nyoman Elfiyunai; Vidya Urbaningrum
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.69

Abstract

Kepatuhan ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan sangat berhubungan dengan dukungan dari keluarga. Studi pendahuluan mengatakan bahwa ada 3 orang ibu hamil yang masih kurang mendapatkan dukungan keluarga seperti: dukungan informasi, instrumental, penilaian dan emosional. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kunjungan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini keseluruhan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kec.Tatanga dimana untuk tanggal penelitian 13-26 Juli 2023 dengan sampel 86 ibu hamil trimester III dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu sebanyak 86 ibu hamil trimester III. Hasil penelitian dari 86 responden didapatkan ada 53 (61.6%) ibu hamil yang mendapatkan dukungan keluarga dengan kategori baik dan kunjungan antenatal care lengkap sebanyak 45 (52.3%) ibu hamil. Hasil analisis bivariat menggunkana uji statistik chi square didapatkan nilai p-value 0,000<0.05. Simpulannya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kunjungan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Saran bagi masyarakat terutama keluarga ibu hamil yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu agar lebih dapat memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal care secara lengkap.
Hubungan Tingkat Partisipasi Ibu Mengikuti Posyandu Dengan Status Gizi Balita Di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah Yesrilani Mangompa; Agnes Erlita Distriani Patade; Vidya Urbaningrum
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.91

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan dalam menurunkan masalah status gizi balita adalah meningkatkan partisipasi ibu dalam kunjungan ke posyandu. Studi pendahuluan mengatakan bahwa ibu yang tidak aktif ke posyandu tidak dapat mendeteksi dini bila terjadi gangguan gizi, ibu pun mengalami kekurangan informasi dalam menunjang kesehatan status gizi balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat partisipasi ibu ke posyandu dengan status gizi balita di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita dan terdaftar sebagai peserta posyandu di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah yang berjumlah 73 ibu, teknik dalam pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah 42 ibu. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Kesimpulannya adalah ada hubungan antara tingkat partisipasi ibu ke posyandu dengan status gizi balita di posyandu bogenvil puskesmas tinggede kec. Marawola kab. Sigi sulawesi tengah. Saran bagi masyarakat secara khusus ibu yang memiliki balita untuk memberikan perhatian penuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita di masa golden age dengan membawa balita ke posyandu agar status gizinya dapat terpantau dengan baik.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Pada Penderita Rheumatoid Arthritis Di Puskesmas Desa Balinggi Ni Luh Putu Sintia Dewi; Ismunandar Wahyu Kindang; Vidya Urbaningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artritis reumatoid adalah penyakit autoimun kronis yang mempengaruhi sendi dan kesehatan pasien. Pengetahuan keluarga memiliki peran penting dalam manajemen perawatan dan sistem pendukung bagi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami rheumatoid arthritis di Puskesmas Balinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 59 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji analisis menggunakan Chi-Square, dan didapatkan hasil p-value = 0,000 (p<0,005). Kesimpulan dari penelitian ini menyebutkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita rheumatoid arthritis di Puskesmas Balinggi. Saran kepada pemerintah desa dan puskesmas agar melakukan program penyuluhan secara rutin yang melibatkan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita rheumatoid arthritis
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Gadget Dengan Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Mepanga Aisyah Fitriany Nur; Ni Nyoman Udiani; Vidya Urbaningrum; Waode Fitrah Sari
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1276

Abstract

Usia 4-6 tahun dapat disebut sebagai anak usia prasekolah dan termasuk dalam masa kanak-kanak. Pada masa ini merupakan masa yang sangat penting dan berarti karena anak akan memasuki lingkungan yang baru dan belum dikenal. Perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal misalnya kondisi fisiologi dan kondisi psikologi, dan faktor eksternal yaitu lingkungan, pola asuh orang tua, pengalaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan gadget dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Negeri 1 Mepanga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif obsevasional analitik, dengan rancangan penelitian Cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunaan porpusive sampiling dengan jumlah sebanyak 46 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua penggunaan gadget dan Format DDST. Hasil penelitian ini menggunaan uji Chi-squeare, diperoleh nilai pengetahuan dan sikap p = 0,000 (p =<0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan gadget pada perkembangan anak usia 4-6 tahun. Saran dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan dapat mengembangkan pola asuh yang diberikan kepada anak-anak, dan selalu mengawasi penggunaan gadget yang tepat pada anak-anak.