Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pembuatan Media Herbarium Kering Dalam Pembelajaran Dikotil dan Monokotil di Madrasah Ibtidaiyah Muhammad Suwignyo Prayogo; Umi Salamatus Sakdiyah; Ning Fafa Fashokha
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 2 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v4i2.903

Abstract

This study aims to determine the effect of dry herbarium learning media on students' enthusiasm in the learning process. This type of research is qualitative with data collection methods in the form of observation, interviews, documentation, and practice. Before starting to make learning media, students get an explanation of the material presented by researchers regarding dicot and monocot plants. After that, the students did a simple practice of making herbarium learning media with plants such as rice, chili, and papaya. In practice, students are divided into four groups according to their seats. The object of the research were 22 students of class IV MIMA Salafiyah, Kedunglangkap, Kencong, Jember. From the implementation of the research that has been done, the results of the research show the enthusiasm of the students which is very clear, especially when doing the practice of making herbarium learning media and answering questions asked before ending the lesson. Like the classification of rice, laurels, and papaya plants, they are classified as dicots or monocots. In addition, through practice it can also train students to work together in completing the making of herbarium learning media. Keywords: herbarium; practice; MI/SD
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI EKOSISTEM DI MI MIFTAHUL ULUM 02 AJUNG JEMBER La Tansa Michelia Champaka H.N; Muhammad Suwignyo Prayogo
AT TA'LIM : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 2 (2024): (Agustus 2024)
Publisher : PGMI Department of Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/taklim.v3i2.2737

Abstract

This study aims to describe the application of the Problem-Based Learning (PBL) model in learning Natural Sciences (IPA) ecosystem material in elementary schools. The research used a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques to collect data. The research subjects were teachers and grade V students at MI Miftahul Ulum 02 Ajung Jember. The results showed that the application of PBL in learning ecosystem material can help students actively participate, train critical thinking skills, and deepen students' concept understanding of ecosystems. However, some obstacles such as limited time and resources need to be considered in applying this model.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN TGT TERHADAP PEMBELAJAR IPAS SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI MI SALAFIYAH KELAS V TUMPENG Ahmad Muzaky Syamsuddin; Muhammad Suwignyo Prayogo; Muhammad Nizam Bayhaqi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9513

Abstract

This study aims to examine the application of TGT (Teams Games Tournaments) cooperative learning on IPAS learning outcomes about the human digestive system at MI Salafiyah Tumpeng to increase student activity and learning motivation. TGT was applied in grade 5 by involving students in fun group-based learning through tournaments or educational games. The learning began with ice-breaking activities to attract students' attention, followed by group division and presentation of material on the human digestive system, as well as group discussions. After that, a tournament was held to test students' understanding through questions that were answered in turns between groups. IPAS learning using the TGT learning strategy proved to be able to create an active and enjoyable learning atmosphere, increase student participation in each activity, and build cooperation between groups. Although there were challenges in managing students with attention and speech disorders, the use of clear instructions, jargon, and competition-based games was effective in maintaining student focus and motivation. The results of the observation showed that the application of TGT succeeded in increasing student activity and motivation to learn, which was reflected in their enthusiasm during learning and more productive group discussion results. Thus, IPAS learning using the cooperative learning system type TGT can be used as an effective method to improve the quality of learning at MI Salafiyah.Keywords: keyword 1, keyword 2, keyword 3
Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-11 Tahun Hofsawati Nengseh; Muhammad Suwignyo Prayogo
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-11 tahun, mengidentifikasi bentuk implementasi yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif, serta mengevaluasi potensi dan keterbatasannya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran artikel ilmiah pada database seperti Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar dalam rentang lima tahun terakhir. Proses seleksi dilakukan menggunakan alur PRISMA, kemudian data dianalisis dengan teknik content analysis untuk menemukan pola, tema, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi dalam meningkatkan kemampuan kognitif dasar seperti pemahaman konsep, memori kerja, penalaran logis, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui pembelajaran adaptif dan personalisasi. Namun demikian, efektivitas tersebut dipengaruhi oleh kesesuaian desain sistem dengan tahap perkembangan anak. Ditemukan pula sejumlah kendala, seperti beban kognitif berlebih, kesulitan memahami sistem yang abstrak, kecenderungan ketergantungan terhadap AI, serta berkurangnya interaksi sosial. Oleh karena itu, penggunaan AI dalam pembelajaran perlu dirancang secara kontekstual dan pedagogis agar mampu mendukung perkembangan kognitif anak secara optimal.
Penerapan Alat Peraga Peta Timbul Berbasis Lingkungan Sekitar untuk Mengenal Kenampakan Permukaan Bumi di Kelas V SDN Kaliwining 02 Diah Kumala Sari; Muhammad Suwignyo Prayogo; Dinda Auliya Rahma; Arum Alamiyah
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2595

Abstract

Pembelajaran mengenai kenampakan permukaan bumi di sekolah dasar masih sering bersifat abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep secara konkret. Kondisi tersebut disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan alat peraga peta timbul berbasis lingkungan sekitar untuk meningkatkan pemahaman konsep kenampakan permukaan bumi pada siswa kelas V SDN Kaliwining 02. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga peta timbul berbasis lingkungan sekitar mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi kenampakan permukaan bumi. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 61 pada pra-siklus menjadi 73 pada siklus I dan 85 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 52% menjadi 91%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari kategori cukup aktif menjadi sangat aktif. Media pembelajaran yang konkret, visual, dan dekat dengan lingkungan siswa membantu mereka memahami konsep secara lebih mudah, aktif, bermakna, dan menyenangkan. Penggunaan media ini juga membantu guru menciptakan suasana pembelajaran kolaboratif yang mendorong interaksi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa secara optimal. Dengan demikian, alat peraga peta timbul berbasis lingkungan sekitar efektif digunakan sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar serta mampu meningkatkan hasil belajar, partisipasi, dan motivasi siswa
Implementasi IPA Berbaris Lingkungan Sekitar Untuk  Meningkatkan Kesadaran Ekologis Siswa MI Alifah Faiqatur Rafifah; Muhammad Suwignyo Prayogo; Adinda Eka Yuliana; Dini Zahara Damayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7593

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemeriksaan efektivitas pengintegrasian lingkungan sekitar ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk memperkuat kesadaran ekologis pada siswa sekolah dasar. Hal ini dimotivasi oleh fakta bahwa rendahnya kepekaan siswa terhadap isu-isu lingkungan seringkali berasal dari metode pengajaran yang masih berfokus pada teori tanpa melibatkan konteks kehidupan nyata. Melalui pendekatan kualitatif yang mengandalkan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini berupaya untuk memeriksa transformasi yang terjadi dalam proses pembelajaran siswa. Observasi menunjukkan bahwa pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar telah terbukti meningkatkan penguasaan materi sains sekaligus menanamkan nilai-nilai lingkungan, yang tercermin dalam perubahan kebiasaan siswa terkait pembuangan sampah, menjaga kebersihan, dan penggunaan sumber daya yang efisien. Keterlibatan aktif dan langsung siswa di lapangan membuat setiap materi lebih bermakna dan lebih mudah dipahami. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis lingkungan merupakan solusi yang efektif dan relevan untuk mengembangkan karakter yang sadar lingkungan pada siswa sekolah dasar dan dapat digunakan sebagai model pembelajaran alternatif bagi pendidik.
Mengenal Sistem Pernapasan Manusia Secara Lengkap Beserta Fungsi Organ-Organ yang Berperan di Dalamnya Diajeng Nur Syabillah; Muhammad Suwignyo Prayogo; Athiyah Husniah El Hilaliyah; Novi Syifaul wijayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7645

Abstract

The human respiratory system is a vital system that plays an important role in maintaining life through the process of gas exchange between oxygen and carbon dioxide. This study aims to comprehensively examine the human respiratory system, including the structure of organs, the function of each organ, the mechanism of respiration, and the factors influencing its performance. The method used in this research is a literature study by reviewing various scientific sources such as textbooks and relevant journal articles. The results show that the respiratory system consists of integrated organs, including the nose, pharynx, larynx, trachea, bronchi, bronchioles, and lungs, which work synergistically in the process of respiration. The respiratory mechanism involves two main processes, namely inspiration and expiration, which occur due to changes in volume and pressure in the thoracic cavity and are regulated by the nervous system. In addition, external factors such as air pollution and smoking habits can affect respiratory function, while a healthy lifestyle can improve lung capacity. This study contributes to providing a more integrated and contextual understanding, thereby increasing public awareness of the importance of maintaining respiratory system health in daily life.  
Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Model Pembelajaran inkuiri Pada Siswa Sekolah Dasar Shofwan Amin; Muhammad Suwignyo Prayogo; Ananta Muslimatuh Nur Jannah; Elvina Atika Zahra
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui penerapan model pembelajaran inkuiri pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 62 pada pra siklus menjadi 69 pada siklus I, dan mencapai 83 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 36% pada pra siklus menjadi 61% pada siklus I, dan meningkat menjadi 86% pada siklus II. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran, seperti bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA serta keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa di sekolah dasar.
Analisis Pembelajaran Gaya dan Gerak Benda dalam Menjelajah Fenomena Sehari-hari pada Mata Pelajaran IPA di MI Sumber Kemuning Tamanan Bondowoso Syahrul Gunawan; Muhammad Suwignyo Prayogo; Nadya Nur Fahiro; Putri Nurul Aini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8037

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran IPA yang mampu menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi yang dekat dengan pengalaman peserta didik adalah gaya dan gerak benda. Pembelajaran yang dikaitkan dengan aktivitas nyata diharapkan dapat membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mudah dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran gaya dan gerak benda dalam menjelajah fenomena sehari-hari pada mata pelajaran IPA di MI Sumber Kemuning Tamanan Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru IPA, kepala madrasah, serta peserta didik kelas IV dan V. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengaitkan materi gaya dan gerak benda dengan berbagai aktivitas sehari-hari seperti mendorong meja, menarik benda, mengayuh sepeda, dan menendang bola. Pembelajaran melalui demonstrasi dan pengamatan langsung membantu peserta didik memahami konsep secara lebih konkret. Sebagian besar peserta didik mampu menghubungkan konsep gaya dan gerak dengan fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alat peraga dan perbedaan kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Oleh karena itu, pembelajaran kontekstual perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik.