Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Digital Marketing pada Kelompok Tani Wanita: Strategi Inovatif dalam Pemasaran Produk Pangan Lokal Iva Mindhayani; Nissa Clara Firsta; Intan Permatasari
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Padma Sri Kreshna
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/psk.v7i2.2092

Abstract

Pemasaran digital telah menjadi strategi krusial bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Kelompok Wanita Tani (KWT) "Bunga Padi" di Dusun Blawong II, Bantul, menghadapi tantangan pemasaran produk olahan gadung akibat persepsi negatif konsumen terhadap umbi gadung yang dikenal beracun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui pelatihan dan pendampingan pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan desain pretest-posttest pada 15 responden. Hasil analisis dengan uji T berpasangan menunjukkan nilai p-value 0,0024, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan dan keterampilan digital marketing sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa program ini sangat efektif dalam meningkatkan kapasitas pemasaran mitra. Diharapkan, penerapan digital marketing secara konsisten dapat meningkatkan nilai produk, memperluas akses pasar, dan menjamin keberlanjutan usaha pangan lokal KWT Bunga Padi. Kata Kunci: Dusun Blawong, Keripik Gadung, Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemasaran Digital, Produk Pangan Lokal.
Peningkatan Reputasi Usaha KWT Rukun Kunden Melalui Diversifikasi Produk Olahan Pepaya (Manisan Basah) Dyah Titin Laswati; Nissa Clara Firsta; Siti Lestariningsih
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Padma Sri Kreshna
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/psk.v7i2.2180

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diversifikasi olahan buah pepaya menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Program dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Rukun Kunden, Sidoluhur, Godean, Sleman. Tidak hanya berfokus pada produksi keripik pepaya yang sebelumnya telah dihasilkan mitra, tetapi juga mengembangkan produk lain seperti manisan basah, manisan kering, dan selai. Metode kegiatan meliputi pemaparan teori mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), teknik pengemasan, serta manajemen usaha, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan manisan basah berupa cocktail pepaya. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman dalam praktik pengolahan, pengemasan, serta penyimpanan produk agar siap dipasarkan. Peserta juga diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat sekitar. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 89,5%. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pengabdian telah memberikan nilai tambah sesuai dengan harapan anggota KWT. Kata Kunci: Pepaya, Proses Pengolahan, Manisan Basah, KWT.
Fortifikasi Bubuk Daun Sintrong (Crassocephalum Crepidioides (Benth.) S. Moore) Dalam Pembuatan Biskuit Nunik Suryani; Nissa Clara Firsta; Eman Darmawan
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4340

Abstract

Biskuit merupakan produk camilan bertekstur kering, yang umumnya terbuat dari terigu, margarin dan telur. Guna mengurangi impor terigu, perlu dikembangkan biskuit dengan bahan baku kearifan lokal, diantaranya menggunakan labu kuning. Guna meningkatkan nilai gizi biskuit, dilakukan fortifikasi bubuk daun sintrong. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh fortifikasi bubuk daun sintrong terhadap karakteristik kimia (air, abu, lemak, serat kasar dan total polifenol), mutu organoleptik (warna dan rasa), serta penilaian kesukaan konsumen terhadap biskuit. serta menetapkan formulasi biskuit terbaik berdasarkan penerimaan konsumen secara keseluruhan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan penambahan bubuk daun sintrong 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50%. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji ANOVA, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi substitusi bubuk daun sintrong secara nyata (α = 0,05) mampu meningkatkan kadar air, abu, lemak, serat kasar dan total polifenol. Hasil uji organoleptik dengan mutu hedonik menunjukkan penambahan bubuk daun sintrong secara nyata (α = 0,05) menghasilkan warna yang semakin pekat dan rasa langu yang semakin kuat. Berdasarkan hasil pengujian metode Zeleny, fortifikasi bubuk 12,5% pada biskuit merupakan perlakuan yang disukai panelis.