Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kualitas Produksi Flends Menggunakan Metode Six Sigma dan FMEA Nanda Dwi Purnomo; Iva Mindhayani; Intan Permatasari; Suhartono
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i2.1178

Abstract

Mitra Rakatama Mandiri adalah perusahaan yang bergerak pada bidang pengecoran logam dan non logam yang memproduksi komponen untuk peralatan pertanian, dan komponen kontruksi. Permasalahannya adalah masih ditemukan produk yang tidak sesuai dengan ketentuan atau cacat pada produk Flends. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengendalian kualitas produk di PT. Mitra Rekatama Mandiri, untuk mengetahui tingkat kecacatan yang dominan dan faktor penyebab kecacatan produk Flends. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dan Failure Modes Effect Analysis (FMEA).) Hasil penelitian menunjukan bahwa pengendalian kualitas produk Flends di PT. Mitra Rekatama Mandiri menujukan keadaan stabil dan terkendali secara statistik terlihat dari peta kontrol p. Berdasarkan nilai sigma, proses produksi Flends di PT. Mitra Rekatama Mandiri berada di level 1,487 sigma dengan jumlah kecacatan sebesar 8.526 DPMO, yang menunjukan keadaan stabil. Jenis kecacatan yang paling dominan berdasarkan hasil diagram pareto, terjadi pada proses produksi Flends adalah cacat keropos yaitu sebanyak 68.784 pcs dengan nilai prosentase sebesar 36,87 % dari total kecacatan yaitu sebanyak 141 unit. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk Flends adalah manusia, berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode FMEA menghasilkan nilai RPN tertinggi yaitu operator kurang teliti dengan nilai 448.
EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KEPADA SISWA SMK FARMASI Iva Mindhayani; Intan Permatasari; Alfin Orlando Zulfan
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL BERDAYA MANDIRI (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbm.v8i2.8447

Abstract

The risk of workplace accidents can happen to anyone, anytime, anywhere and certainly not expected to happen. The risk of accidents can also occur in schools such as at SMK SMF INDONESIA Yogyakarta. There is interaction between students and teachers in carrying out activities both in the classroom, outside the classroom, and also in the laboratory. Accidents and diseases caused by work activities can be avoided as early as possible if all elements of the school understand the risks and hazards that can occur in the school environment. The implementation of school OSH and its understanding of students and teachers is still lacking. Most of them only have general knowledge of OSH without being given other essential understandings. Awareness of OSH culture is a powerful way to prevent work accidents. The implementation of OSH is the joint responsibility of all parties involved. OHS education must continue to be carried out as an effort to instil an OHS culture. Thus, they have a mindset of working or doing things correctly by always being careful and vigilant about potential hazards around them. Based on these problems, K3 education was conducted for students of SMK SMF INDONESIA Yogyakarta class XII. The method used in the abdimas activity is counselling. Pengabdi presented material related to the application of K3 in schools. As a result of this activity, the participants increased their knowledge about K3. Keyword: Hazards, OHS Culture, Education, Pharmacy, Students
Perbandingan Biaya Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ) dan Min-Max Inventory Control Pada PT. Indonesia Plafon Semesta Ega Irawan; Ilmardani Rince Ramli; Intan Permatasari
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2104

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi masalah overstock dan stockout persediaan bahan baku kalsium PVC di PT. Indonesia Plafon Semesta yang menyebabkan tingginya biaya persediaan dan gangguan produksi signifikan. Saat ini, perusahaan memesan bahan baku sebanyak 32.000 kg dengan frekuensi 12 kali per tahun, yang menyebabkan total biaya persediaan mencapai Rp 412.928.000. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode komparatif, penelitian ini menganalisis efisiensi total biaya persediaan menggunakan tiga metode pengendalian persediaan, yaitu Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ), dan Min-Max Inventory Control, yang dibandingkan dengan kebijakan perusahaan saat ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode EOQ memberikan hasil paling efisien dengan total biaya Rp 384.145.110, menghasilkan potensi penghematan sebesar Rp 28.782.890 atau 6,97% per tahun. Metode POQ dan Min-Max juga menunjukkan efisiensi lebih baik dibandingkan kebijakan perusahaan, dengan biaya masing-masing sebesar Rp 385.444.437,5 dan Rp 398.529.730. Penggunaan metode EOQ memungkinkan perusahaan mengurangi frekuensi pemesanan menjadi 5 kali per tahun dengan kuantitas optimal 70.115,92 kg per pesanan, sehingga mendukung kelancaran operasional dan pengendalian biaya yang lebih baik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa rekomendasi penerapan metode EOQ sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku di perusahaan. Selain itu, rekomendasi keberlanjutan mencakup pelatihan penggunaan aplikasi perhitungan metode EOQ, POQ, dan Min-Max bagi karyawan, sehingga perusahaan dapat menjalankan pengendalian persediaan secara mandiri pasca penelitian.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Cost Benefit Analysis (CBA) Benediktus Bagas Prasetya; Iva Mindhayani; Siti Lestariningsih; Intan Permatasari
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Indonesia Plafon Semesta merupakan perusahaan manufaktur plafon PVC yang menghadapi permasalahan dalam tata letak fasilitas produksi, seperti aliran material yang tidak efisien, jarak antar departemen yang tidak terstruktur, serta waktu proses yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas guna meningkatkan efisiensi proses produksi. Metode yang digunakan meliputi Systematic Layout Planning (SLP) untuk merancang aliran material yang optimal, Cost Benefit Analysis (CBA) untuk mengevaluasi kelayakan finansial, serta simulasi dengan perangkat lunak Arena untuk membandingkan performa tata letak awal dan usulan. Hasil menunjukkan bahwa dengan adanya perancangan ulang tata letak dapat mengurangi jarak perpindahan material sebesar 32,5%, dari 224 meter menjadi 151 meter. Secara finansial, proyek menunjukkan Net Benefit sebesar Rp297.580.000, nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,15, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 115%, dan waktu pengembalian investasi (Payback Period) selama 0,95 tahun. Simulasi Arena juga menunjukkan penurunan waktu proses produksi sebesar 11,44 menit atau sebesar 18,06%. Dengan demikian, pendekatan terpadu SLP, CBA, dan simulasi terbukti efektif dalam merancang tata letak yang lebih efisien dan layak diterapkan secara ekonomi.
Penerapan Digital Marketing pada Kelompok Tani Wanita: Strategi Inovatif dalam Pemasaran Produk Pangan Lokal Iva Mindhayani; Nissa Clara Firsta; Intan Permatasari
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Padma Sri Kreshna
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/psk.v7i2.2092

Abstract

Pemasaran digital telah menjadi strategi krusial bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Kelompok Wanita Tani (KWT) "Bunga Padi" di Dusun Blawong II, Bantul, menghadapi tantangan pemasaran produk olahan gadung akibat persepsi negatif konsumen terhadap umbi gadung yang dikenal beracun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui pelatihan dan pendampingan pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan desain pretest-posttest pada 15 responden. Hasil analisis dengan uji T berpasangan menunjukkan nilai p-value 0,0024, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan dan keterampilan digital marketing sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa program ini sangat efektif dalam meningkatkan kapasitas pemasaran mitra. Diharapkan, penerapan digital marketing secara konsisten dapat meningkatkan nilai produk, memperluas akses pasar, dan menjamin keberlanjutan usaha pangan lokal KWT Bunga Padi. Kata Kunci: Dusun Blawong, Keripik Gadung, Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemasaran Digital, Produk Pangan Lokal.
IMPLEMENTASI LOGISTIK KEMANUSIAAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS BUDAYA MELALUI DISTRIBUSI MAKANAN GRATIS Intan Permatasari; Bhenu Artha; Alfin Orlando Zulfan
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.2458

Abstract

Amanat konstitusional "Tri Dharma Perguruan Tinggi" mewajibkan institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna menjembatani wacana teoretis dengan realitas sosial. Penelitian ini mengkaji program distribusi makanan yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Industri Universitas Widya Mataram (UWM) sebagai penerapan praktis dari logistik kemanusiaan. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini secara aktif melibatkan mahasiswa di setiap tahap, mulai dari identifikasi masalah hingga refleksi. Prinsip-prinsip teknik industri, khususnya logistik kemanusiaan, efisiensi distribusi, dan ergonomi lingkungan, diterapkan untuk mengelola distribusi paket dan memastikan keselamatan lalu lintas di Jalan Tatabumi Selatan yang padat kendaraan. Hasil dari pelaksanaan pada tanggal 13 Maret 2025 menunjukkan bahwa penggunaan Titik Distribusi Terpusat (Centralized Distribution Points/CDP) yang dimodifikasi dan manajemen antrean yang strategis telah berhasil menyediakan makanan bagi para komuter sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas dan mendukung UMKM lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa inisiatif semacam ini secara efektif mampu mengubah mahasiswa menjadi agen perubahan yang dapat memberikan solusi sosial yang inovatif. Program-program di masa depan sebaiknya mempertimbangkan penggunaan perangkat lunak optimasi rute dan memperluas kolaborasi dengan otoritas lokal untuk meningkatkan jangkauan sosial.
Model Konseptual Kegagalan Operasional Adopsi Agile Project Management pada Industri Konstruksi Tradisional: Studi Pilot di Yogyakarta Intan Permatasari; Iva Mindhayani
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.61965

Abstract

This research was conducted due to the high failure rate of Agile methods in construction projects in Yogyakarta, caused by clashes with traditional work systems. The objective is to identify the root causes of this problem and design a solution. Through a pilot study, data from expert questionnaires were analyzed quantitatively. The causal framework results indicate that failures are triggered by the interaction of regulatory, organizational, behavioral, technological, and financial barriers, which lead to schedule delays and rework. As a solution, a hybrid improvement framework is proposed, which includes: (1) hybrid governance and contracting that balances Waterfall (official documents/schedules) with Agile (team coordination), (2) incremental behavioral changes, (3) integration of digital monitoring tools, and (4) small-scale pilot evaluations prior to widespread implementation. This approach effectively bridges the rigid administrative demands with the need for speed in the field