Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Komite Audit Terhadap Penghindaran Pajak Nurifa Laksmitasari Azizah; Imtiyaz Farras Mufidah
Journal Economic Insights Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Economic Insights
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Selamat Sri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jei.v2i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik komite audit terhadap penghindaran pajak. Karakteristik komite audit terdiri ukuran komite, proporsi perempun dalam komite audit, independensi komite audit dan keahlian keuangan dan akuntansi komite audit. Sampel penelitian adalah 75 perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei tahun 2018-2020. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hanya proporsi perempuan dalam komite audit saja yang berpengaruh signifikan terhadap penghindaran Pajak.
Brand Equity as Mediator in the Effect of Viral Marketing and Online Reviews on Impulsive Buying of Fashion Product Nurifa Laksmitasari Azizah; Hasna Widya Pratiwi; Nanang Apriliyanto
Jurnal Manajemen Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen (Edisi Elektronik)
Publisher : UPT Jurnal & Publikasi Ilmiah SPs Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jm-uika.v17i1.21004

Abstract

This study aims to analyze potential strategic factors that marketers can leverage, particularly considering the impulsive nature of Indonesian consumers when purchasing fashion products. This study offers novelty by integrating viral marketing, online customer reviews, brand equity, and impulse buying into a single empirical framework within the context of the Indonesian fashion industry. It also provides context-specific insights for online fashion businesses in emerging markets, contributing both theoretically and practically to digital consumer behavior research. This research is categorized as an explanatory study based on a causal approach. The population consists of individuals who frequently purchase fashion products through e-commerce platforms, specifically, those who have made more than one purchase per month over the past three months. A total of 150 respondents were selected as the sample for this study. This research is a primary data type research using a questionnaire via Google Form. Data were processed using Smart PLS (Partial Least Squares), a statistical analysis tool suitable for examining complex variable relationships. This study contributes scientifically by integrating viral marketing, online customer reviews, and brand equity into a single framework that explains impulse buying behavior in the digital fashion industry. It provides empirical evidence that brand equity acts as a key mediating factor, strengthening the indirect influence of digital marketing strategies on consumers' impulse buying decisions.
Pengaruh Komisaris Independen, Corporate Social Responbility, dan Nilai Perusahaan: Perspektif Biaya Lingkungan Eka Rossawati; Parasdya Pandhu Andanawarih; Nurifa Laksmitasari Azizah
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus In Progress
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v5i1.867

Abstract

Riset ini difokuskan untuk menganalisis kontribusi struktur tata kelola yakni komisaris independen dan transparansi tanggung jawab sosial korporat terhadap nilai perusahaan, dimana menempatkan biaya lingkungan menjadi variabel pemoderasi. Instrumen analitis yang dioperasikan dalam riset ini mengadopsi pendekatan berbasis angka melalui prosedur estimasi panel data regresi, dengan Fixed Effect Model terpilih sebagai struktur model yang paling representatif sesuai hasil uji chow dan hausman. Data penelitian ini bersumber dari publikasi laporan tahunan dan pelaporan keberlanjutan korporasi yang bergerak di sektor basic materials dan telah terregistrasi pada pasar modal indonesia (BEI), dengan cakupan periode obsevasi selama empat tahun yakni 2021–2024 dengan total 156 observasi. Hasil analisis mengindikasikan bahwa dewan komisaris independen dan CSR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, biaya lingkungan terbukti berpengaruh signifikan secara negatif terhadap nilai perusahaan. Dalam pengujian efek moderasi, biaya lingkungan tidak memoderasi hubungan antara dewan komisaris independen dan nilai perusahaan, namun terbukti memperkuat interaksi pada CSR dan nilai perusahaan secara signifikan. Indikasi ini mencerminkan bahwa investor masih berfokus pada kinerja keuangan jangka pendek, sehingga biaya lingkungan dianggap sebagai beban. Namun, pengungkapan CSR yang disertai dengan upaya nyata melalui biaya lingkungan dapat meningkatkan kredibilitas informasi dan kepercayaan investor.