This Author published in this journals
All Journal DEDIKASI PKM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro Moch. Samsul Anwar; Agung Wibowo; Drajat Tri Kartono
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.32778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggagas suatu model pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro yang komprehensif. Model tersebut diharapkan bisa membagikan panduan instan untuk pemerintah desa, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat lokal dalam meningkatkan desa wisata yang berkelanjuatan serta berdaya saing. Penelian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam semua tahap penelitian. Pada tahap awal, penelitian ini melakukan studi literatur dan analisis situasi untuk memahami tantangan dan peluang yang dihadapi oleh desa wisata pilanggede. Selanjutnya, dilaksanakan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, seperti masyarakat lokal, pemerintah desa, dan pelaku usaha pariwisata. Data yang terkumpul dianalisis dengan menerapkan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, temuan, dan rekomendasi yang muncul dari penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat lokal memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata. Melalui partisipasi aktif mereka dalam pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, promosi dan pemasaran, pengembangan usaha wisata, serta pendidikan dan pelatihan, desa wisata dapat tumbuh menjadi destinasi yang berkelanjutan dan membagikan khasiat ekonomi dan sosial yang menyeluruh untuk masyarakat lokal. Model pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal yang diusulkan dalam penelitian ini menekankan pada pemberdayaan masyarakat, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat lokal, serta pendekatan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Model tersebut memberikan panduan praktis yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan karakteristik setiap desa wisata.