Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN BUKU ENSIKLOPEDIA TENTANG JENIS ULOS PADA UPACARA PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA Elita Simbolon; Joko Bintarto
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.396

Abstract

Kain ulos merupakan elemen vital dalam kehidupan masyarakat Batak Toba, terutama dalam upacara adat pernikahan di mana ketiadaan ulos membuat acara dianggap tidak sah. Namun, generasi muda Batak di kota besar seperti Medan seringkali tidak memahami jenis-jenis ulos dan maknanya, yang mengancam keberlangsungan budaya Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media edukasi berupa buku "Ensiklopedia Ulos Pernikahan Batak Toba". Buku ensiklopedia ini berisi pengertian ulos, makna, ragam, dan jenis ulos pernikahan Batak Toba, dan dirancang menggunakan teori desain komunikasi visual yang meliputi gambar, layout, warna, dan tipografi. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) untuk menemukan solusi efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ensiklopedia ini dapat membantu generasi muda memahami dan menghargai warisan budaya mereka, serta melestarikan ulos pernikahan Batak Toba. Media edukasi ini juga berperan dalam mempertahankan dan mengembangkan identitas budaya Batak Toba.
Pelatihan Melukis Dengan Bubuk Teh Dan Serbuk Kayu Pada Komunitas Medan Heritage Rendy Prayogi; Joko Bintarto; Mhd. Rusdi Tanjung; Fhery Agustin; Syaiful Aslam Saputra
Battuta-Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya minum teh di Indonesia sudah berkembang sejak lama, sejak pertama kali sistem tanam paksa oleh Pemerintah Belanda, Pada awalnya minum teh hanya dilakukan oleh orang dewasa hingga usia lanjut dan didominasi oleh pria tetapi dengan perkembangan zaman meminum teh tidak didominasi lagi oleh orang-orang dewasa, tetapi juga anak muda baik yang berjenis kelamin pria atau wanita. Pada awalnya ngeteh hanyalah aktivitas mengisi waktu luang dan tempat untuk istirahat dari kepenatan, perkembangannya kini teh bukan hanya sekedar minuman yang dinikmati melainkan juga dapat dimanfaatkan sebagai media lukis. Seni lukis adalah karya seni rupa dua dimensional yang menampilkan unsur warna, bidang, bentuk, garis, dan tekstur. Pelatihan yang akan dilaksanakan bertujuan untuk memberikan keterampilan serta kreatifitas pada komunitas. Kreatifitas memang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan limbah dari bubuk teh dan serbuk kayu masih jarang dilakukan diderah yang jarang masyarakatnya kurang memeperhatikan hal-hal yang seperti kreativitas melukis dengan memanfaatkan sampah. Dengan adanya program kegiatan pelatihan kreativitas pemanfaatan bubuk teh dan serbuk kayu menjadi lukisan ini diharapkan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan memanfaatkan sampah.
Penerapan Penceritaan Terbatas Menggunakan Pendekatan Psychological Realisme Pada Film “Side” Pratiwi; Dani Manesah; Joko Bintarto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3508

Abstract

Objek penciptaan karya seni ini adalah film fiksi berjudul Side yang menceritakan tentang pergulatan identitas dan konflik batin seorang tokoh bernama Banu. Cerita berkembang melalui interaksi Banu dengan sosok misterius bernama Radit, yang sesungguhnya merupakan representasi dari sisi gelap dirinya. Penciptaan film ini menggunakan penerapan penceritaan terbatas dengan membatasi alur narasi hanya pada sudut pandang Banu. Dengan teknik tersebut, penonton memperoleh informasi yang sama seperti tokoh utama, sehingga tercipta keterlibatan emosional yang lebih intens. Untuk memperkuat pengalaman batin tokoh, pendekatan psychological realisme diterapkan melalui penekanan pada ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta detail reaksi emosional. Kamera digunakan secara dekat untuk menangkap perubahan halus dalam ekspresi Banu, sehingga dunia batin tokoh lebih terasa nyata. Melalui penggabungan penceritaan terbatas dan psychological realisme, film Side berusaha menyajikan pengalaman menonton yang imersif sekaligus menyoroti isu identitas diri dan tekanan psikologis.