Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KONTROL DIRI DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN TINGKAT NOMOPHOBIA PADA SISWA SMA NEGERI 1 KUANTAN MUDIK TAHUN 2022 Nopri Yanto; Syarifah Aini; Alini Alini; Ade Dita Puteri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i3.17413

Abstract

Penggunaan smartphone yang berlebihan pada siswa sekolah menengah atas dapat mempengaruhi kesehatan mental yang mengakibatkan cemas, gelisah dan khawatir berjauhan dari smartphone. Masalah yang disebabkan penggunaan smartphone yang berlebihan dikenal dengan Nomophobia (No Mobile Phone Phobia), yang merupakan masalah kesehatan mental baru yang belum terdaftar pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-5). Kontrol diri dan intensitas pengunaan media sosial merupakan faktor penyebab nomophobia. Nomophobia memiliki tingkatan yaitu ringan, sedang dan berat. Saat ini banyak siswa yang mengalami nomophobia yang mengkibatkan ketergantungan dan merasa gelisah, cemas, khawatir apabila tidak kontak dengan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dan intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat nomophobia pada siswa SMA Negeri 1 Kuantan Mudik tahun 2022. Jenis penelitian ini non eksperimen dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6-15 Juni dengan jumlah populasi 273 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 162 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsionate stratified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisa univariat diperoleh 120 siswa (74,1%) intensitas penggunaan media sosial tinggi mengalami nomophobia sedang sebanyak 68 siswa (42,0%), ada hubungan yang signifikan antara kontrol diri dan intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat nomophobia pada siswa SMA Negeri 1 Kuantan Mudik tahun 2022 (p value = 0,000 ; 0,000). Diharapkan siswa mengurangi penggunaan smartphone dan meningkatkan kontrol diri serta menggunakan media sosial dengan bijak agar terhindar dari nomophobia.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Food Borne Diseases, Water Borne Diseases dan Pengelolaan Sampah Dengan Kejadian Diare Pada Balita Sarifatul Asmah; Ade Dita Puteri; Nila Kusumawati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 2 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i2.1053

Abstract

Diarrhea is a condition of increased frequency of defecation more than 3 times in 24 hours with loose stools. The purpose of this study was to determine the relationship between mother knowledge about food borne diseases, water borne diseases and waste management with the incidence of diarrhea in toddlers in the Air Tiris Community Health Center work area. Using a quantitative analytical design with a crosssectional approach. The number of samples was 97 respondents with a questionnaire measuring instrument that had been tested for validity and reliability. Statistical tests used chi square. The results showed that mothers who had good knowledge about food borne diseases were 76.3%, mothers who had good knowledge about water borne diseases were 75.3%, mothers who did poor waste management were 53.6% and toddlers who experienced diarrhea were 54.6%. Statistical tests showed that there was no significant relationship between maternal knowledge about food borne diseases, water borne diseases with the incidence of diarrhea in toddlers by values ​​p=.655 and p=.259 (p> 0.05). While there was a significant relationship between waste management with the incidence of diarrhea in toddlers indicated by a value of p = 0.013 (p <0.05). Suggestions to related agencies to carry out education regarding good waste management so that diarrheal incidents in toddlers can be prevented in the future.  Keywords : Food borne diseases; water borne diseases; waste; diarrrhea