Moch Eryk Kamsori
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DARI IMIGRASI MENUJU INTEGRASI: PERANAN ETNIS JAWA DALAM POLITIK DI SURINAME (1991- 2015) Acep Rahmat; Nana Supriatna; Moch Eryk Kamsori
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2018): Sejarah Lokal dan Pembelajaran di Sekolah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v7i1.11923

Abstract

This bachelor thesis titled “The political role of Javanese Ethnic in Suriname (1991- 2015), the main issues raised in this research is “How was the political role of Javanese ethnic in Suriname 1991- 2015?”. The main problem in this thesis divided into four questions, namely: (1) Why did Javanese Ethnic interested in Suriname’s politics? (2) How was the political development in Suriname in 1991- 2015? (3) How was the contribution of Javanese ethnic in Suriname in 1991-2015? (4) How was the impact of the political role of Javanese ethnic in Suriname in 1991- 2015? (3). That four questions become the basic and the main problem in this research. This research uses the historical method includes the four steps in it, such as heuristic, critic, interpretations and historiography. Meanwhile, the data collection techniques that used in this research is  literature studies, by examining the sources that relevant with the problems in this research. The approach in this research using interdisciplinary approaches by using the concept of politics, anthropology and sociology. The politics concepts that used is political party and government. The concept used from anthropology is ethnic, and the concepts from sociology is social mobility and adaptation theory. The main content of this research is the role of Javanese ethnic as newcomers in politics in Suriname. This research explains that the existence of discrimination policy by the Suriname’s special autonomy government against Javanese Ethnic who were reputed as the newcomers that made them joined politics in Suriname by establishing Javanese parties, entering the government and parliament, so that giving the impact for the Javanese ethnic on the modern era, there are many important political figures in  Suriname who served as the head of parliament, prime minister and the candidate of Suriname’s president.
SEPAK TERJANG ADE MOELYANA DALAM MERINTIS SENI LUKIS DARI LIMBAH PELEPAH PISANG DI CIMAHI TAHUN 1969-2010 Junia Triani; Murdiyah Winarti; Moch Eryk Kamsori
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2018): Sejarah Lokal dan Pembelajaran di Sekolah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v7i1.11931

Abstract

This study aims to explain the Ade Moelyana struggle’s in developing the art painting of wasted banana stalks in Cimahi from 1969 to 2010. The main issue discussed was “How was the Developments Art Painting of Wasted Banana Stalks in Cimahi from 1969-2010?”. The method used is the historical method through four phases of heuristics, criticism, interpretation and historiography. Based on the research results, the art painting of wasted banana stalks has existed since 1969. It is Ade Moelyana, a painter who introduced art painting of wasted banana stalks in Cimahi. In its development, this painting has been through the ups and downs, in early 1969, this painting was not accepted by most people in Cimahi even this painting is considered as junk. Then in the year 2000, the painting is experiencing the peak of development. This is because not only do marketing painting around Cimahi but abroad as well. Painting of wasted banana stalks can be used as a creative economic sector and creates jobs. Lack of awareness of the various parties to make this painting became dormant.
Pelatihan penerapan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 bagi guru sejarah SMA di Kota Tasikmalaya Didin Saripudin; Agus Mulyana; Moch Eryk Kamsori; Syarif Moeis
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38707

Abstract

Kegiatan ini didasari kenyataan pada umumnya guru masih memiliki kesulitan dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, di antaranya dalam memahami dan mengimplementasikan pendekatan saintifik dalam mata pelajaran sejarah Indonesia dan mata pelajaran sejarah sesuai tuntutan Kurikulum 2013 untuk meningkatkan kompetensi siswa (pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa). Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kemampuan guru mengimplementasikan pendekatan saintifik dan metode pembelajaran sesuai Kurikulum 2013. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 21 September 2015 bertempat di aula SMAN 2 Kota Tasikmalaya yang bekerjasama dengan MGMP Sejarah Kota Tasikmalaya. Pelatihan ini menggunakan pendekatan participant-centered melalui metode case study, simulasi, dan focused group discussion. Peserta adalah para guru-guru Sejarah pada Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Tasikmalaya keseluruhan berjumlah 41 orang. Target atau luaran utama dalam kegiatan Pelatihan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Bagi Guru Sejarah sesuai tingkatan capaian yang sudah dilaksanakan, hanya masih terdapat kendala dalam sarana prasarana untuk kegiatan pelatihan yang terbatas, keterbatasan anggaran, lokasi Kota Tasikmalaya yang relatif jauh, dan sulit mencari kesesuaian waktu antara MGMP dengan tim. Program pelatihan ini perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan pengabdian berikutnya, yaitu: pendampingan implementasi pendekatan saintifik, penelitian tindakan kelas, dan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah.
Mengembangkan wirausahawan muda yang kreatif dan terdidik formal melalui program inkubator bisnis UPI Leli Yulifar; Suwirta Suwirta; Farida Sarimaya; Didin Budiman; Moch Eryk Kamsori
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36615

Abstract

Kemajuan suatu negara sering diukur dari kemajuan perekonomiannya. Salah satu indikatornya, menurut McClelland, minimal 2% penduduknya adalah entrepreneur. Saat ini, Indonesia baru berada pada angka di bawah 1%, yang didominasi lulusan SD. Untuk bisa berkontribusi pada neraca perdagangan internasional sebagai sumber devisa, maka tuntutan para entrepreneur yang terdidik formal menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk itulah peran Perguruan Tinggi (PT) termasuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dituntut untuk dapat melahirkan para wirausahawan yang terdidik formal. Seiring dengan itu, keluarnya Kepres No. 27/2013 tentang Inkubator Wirausaha telah memperkokoh upaya-upaya ke arah penciptaan wirausahawan muda melalui program inkubasi. Oleh karena itu, melalui program ini diharapkan terlahir wirausahawan yang kreatif dan terdidik formal sehingga dapat bersaing dalam tataran global pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan menjadi "soft skill" bagi lulusan UPI dengan kompetensi utama di bidang pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian, angka pengangguran terdidik di negara ini akan berkurang, karena mereka memiliki kemampuan sebagai pencipta lapangan kerja, bukan semata pencari kerja. Dengan demikian, penerima manfaat langsung dari program ini adalah para mahasiswa UPI baik yang berkompetensi Pendidikan maupun Non Kependidikan.