Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klinik Pelatihan Peningkatan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Berbasis Teknologi dan Permainan di SD Swasta Luis Betlehem Kecamatan STM Hilir Melika Silalahi; Rina Pasaribu; Jose Andre; Imelda Imelda
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i2.1739

Abstract

Literacy ability can be understood as the ability to analyze information in the form of text, while numeracy ability is understood as the ability to analyze information in the form of numbers. Both of these abilities help improve one's ability to draw conclusions from the information read. The current rapid development of science and technology really helps students to increase literacy-numeracy more quickly if it can be utilized and developed in learning at school. Some of the things that cause low literacy-numeration skills include low interest in reading, reading is only for learning but not to understand the reading, writing is read only without understanding the reading. Therefore, this training clinic provides fun learning in an effort to improve technology- and game-based literacy. Activities carried out: 1) Explanation of numeracy literacy material which aims to provide information and introduction to students what is meant by numeracy literacy. 2) Discussions discuss and solve numeracy literacy questions, 3) play indoors, this activity is a game using numbers or mathematical calculations but while playing, 4) Outdoor play activities are also learning while playing to improve students' numeracy literacy by hone students' mathematical abilities but still while playing, 5) Using technology by giving quizzes through the quiziz application even though students still have to be guided in using cellphones to complete the quizzes given. Based on these activities, student responses were obtained, including 59% of students' interest in reading increased and 58% of students' interest in learning mathematics experienced an increase after participating in clinical activities to improve numeracy literacy skills based on technology and games.
EFEKTIVITAS PROGRAM RUMAH SENJA DALAM PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI BAGI ANAK-ANAK DI DESA DOSROHA Mikael Sinaga; Juliana; Rismawati Sihombing; Jesikapna Ita Br. Tarigan; Jose Andre; Randy Sembiring; Jernyta Sihite; Tuti Vina Winata Br. Simanungkalit; Anjelina Sagala; Dinda Natalia Marbun; Ranti Sihombing
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 03 DESEMBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss3no03pp105

Abstract

Peningkatan literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam pengembangan pendidikan anak, terutama di daerah pedesaan yang menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Rumah Senja dalam meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak di Desa Dosroha, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, tes pra dan pasca (pre-test dan post-test), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan literasi dan numerasi, dengan peningkatan rata-rata skor literasi sebesar 25% dan numerasi sebesar 30%. Dukungan masyarakat, keterlibatan tokoh lokal, dan pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan seperti keterbatasan fasilitas belajar dan aksesibilitas anak-anak ke lokasi program. Kesimpulannya, Program Rumah Senja berhasil menjadi solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan pendidikan di desa. Dengan perbaikan fasilitas dan penyediaan akses yang lebih inklusif, program ini dapat menjadi model yang direplikasi di wilayah pedesaan lainnya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemangku kepentingan lokal untuk mendukung keberlanjutan program.