Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop Zat Aditif Berbahaya dan Cara Identifikasinya Menggunakan Bahan Sederhana Kartika Rahma; Frida Octavia Purnama; Dyah Ayuwati Waluyo; Nurraya Lukitasari; Azizah Indah Setiowati; Azzahra Putri Pratiwi; Olyvia Azzahra Putri; Tarisya Anilya Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2102

Abstract

Penggunaan zat aditif dalam pangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pangan tetapi masih sering terjadi penyalahgunaan zat aditif yang dilarang, seperti boraks dan formalin. Boraks dan formalin dapat terakumulasi di tubuh dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, oleh karena itu masyarakat perlu mengetahui deteksi dini secara sederhana untuk mengetahui kandungan boraks dan formalin di dalam suatu bahan makanan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi serta pendampingan pengujian sampel secara kualitatif. Hasil dari kegiatan ini 100% warga memahami bahaya boraks dan formalin. Selain itu, antusiasme warga untuk melanjutkan program juga terlihat dari 9 orang menyatakan sangat setuju untuk dilanjutkan dan 11 orang setuju untuk dilanjutkan. Dengan demikian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kelurahan Jagakarsa berhasil meningkatkan pemahaman mitra mengenai bahaya zat aditif dan deteksi dini yang aplikatif
Formulasi Dan Uji Aktivitas Krim Antijerawat Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Dina Febriyanti; Ernie Halimatushadyah; Dyah Ayuwati Waluyo; Kartika Rahma
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 2 (2023): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v14i2.857

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tanaman yang berfungsi sebagai antibakteri. Kandungan metabolit dalam daun belimbing wuluh yang berfungsi sebagai antibakteri adalah saponin, tanin, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa sediaan krim daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki aktivitas antibakteri yang kuat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan mengetahui konsentrasi optimal pada sediaan krim daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode yang dilaksanakan dalam penelitian ini yaitu secara eksperimental untuk mengetahui efek yang ditimbulkan akibat dari adanya perlakuan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sediaan krim ekstrak daun belimbing wuluh dengan variasi konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% memiliki zona hambat terhadap bakteri S. epidermidis yang ditunjukkan pada zona bening disekitar sumuran secara berturut-turut yaitu 6,27 mm, 8,05 mm, 8,49 mm, dan 9,59 mm. Hal ini dapat dibuktikan bahwa hasil zona hambat bakteri tersebut termasuk dalam kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan sediaan krim antijerawat ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) tidak memiliki aktivitas antibakteri yang kuat untuk menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis dan konsentrasi optimal berdasarkan analisis Post-Hoc Test pada sediaan krim ekstrak daun belimbing wuluh terdapat pada konsentrasi 50% karena memiliki zona hambat paling tinggi sebesar 9,59 mm.