Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENJATUHAN PIDANA PADA PELAKU TINDAK PIDANA ANAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK Sukamariko Andrikasmi; Ahmad Ilham Wicaksono; Darni Kristian Gulo; Ferdinand Roiman Sihombing; Fitri Ramadani; Iranda Agmellani; Jessy Ikalia; Jonathan Patricius Winata Saragih; Mitha Amelia; Rendy Dafrianto; Sindy Qiara
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 9: September 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana yang dilakukan oleh anak merupakan isu sosial yang kompleks dan memerlukan pendekatan khusus dalam penanganannya. Sosialisasi penjatuhan pidana pada pelaku tindak pidana anak adalah suatu proses komunikasi dan edukasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang sistem peradilan pidana anak serta konsekuensi hukum yang mungkin dihadapi oleh pelaku tindak pidana anak. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk mengedukasi pelaku tindak pidana anak mengenai tanggung jawab atas perbuatannya, mendorong perubahan perilaku, dan mencegah pengulangan tindak pidana di masa depan. Sosialisasi penjatuhan pidana pada pelaku tindak pidana anak melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga peradilan, lembaga rehabilitasi sosial, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendekatan yang digunakan haruslah holistik dan berfokus pada pembinaan dan pendidikan, bukan hanya hukuman. Pelaku tindak pidana anak umumnya masih dalam tahap perkembangan dan rentan terhadap pengaruh negatif. Oleh karena itu, pendekatan yang sensitif terhadap kondisi psikologis anak harus diintegrasikan dalam upaya sosialisasi. Sosialisasi penjatuhan pidana pada pelaku tindak pidana anak merupakan elemen penting dalam sistem peradilan pidana anak. Pendekatan yang holistik, edukatif, dan memperhatikan hak-hak anak serta aspek psikologis merupakan kunci dalam upaya membimbing pelaku tindak pidana anak menuju perubahan perilaku positif dan mencegah keterlibatan lebih lanjut dalam aktivitas kriminal. Sosialisasi yang dilaksanakan kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengulas dan membahas mekanisme penerapan penjatuhan hukuman atau pidana kepada anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana yang diatur dalam undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk mengetahui konsep ide diversi yang digagas oleh pemerintah melalui badan legislatif yang dituangkan dalam beberapa produk hukum khusus menyangkut perlindungan hukum bagi pelaku anak yang bermasalah dengan hukum dalam tindak pidana.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Mata Pelajaran Kimia Sindy Qiara
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.81628

Abstract

Penulisan review artikel ini bertujuan untuk menelaah perbandingan antara teori-teori yang ada terhadap teori-teori sebelumnya dalam beberapa artikel penelitian, serta mengumpulkan data mengenai penerapan model pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik SMP, SMA, dan Mahasiswa pada mata pelajaran kimia. Penulisan ini menggunakan metode review artikel dengan studi kepustakaan atau System Literature Review (SLR) terhadap 20 artikel jurnal menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan GetDigest untuk membantu memvisualisasikan jaringan bibliometrik sekaligus menyeleksi artikel dalam pengumpulan data. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penerapan model pembelajaran Project Based Learning di tingkat Mahasiswa menghasilkan persentase kemampuan berpikir kreatif yang jauh lebih tinggi dengan fluency 87,05% (kategori sangat tinggi), flexibility 81,29% (kategori sangat tinggi), originality 84,5% (kategori sangat tinggi), dan elaboration 85,46% (kategori sangat tinggi) dibanding peserta didik SMA maupun SMP. Hal ini berarti model pembelajaran Project based Learning paling cocok dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif jika diterapkan pada tingkat Mahasiswa karena sintaks Project Based Learning dapat merangsang peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran untuk memaksimalkan pemahaman dan kapasitas berpikir kreatif.The writing of this article review aims to examine the comparison between existing theories and previous theories in several research articles, as well as collect data on the application of the Project Based Learning learning model to the creative thinking skills of junior high school, high school, and university students in chemistry subjects. This writing uses the article review method with a literature study or System Literature Review (SLR) of 20 journal articles using VOSviewer and GetDigest software to help visualize the bibliometric network while selecting articles in data collection. Based on the analysis that has been done, the application of the Project Based Learning learning model at the student level produces a much higher percentage of creative thinking skills with fluency 87.05% (very high category), flexibility 81.29% (very high category), originality 84.5% (very high category), and elaboration 85.46% (very high category) compared to high school and junior high school students. This means that the Project-based Learning model is most suitable and effective in improving creative thinking skills if applied at the student level because the Project-based Learning syntax can stimulate students to actively participate in learning to maximize understanding and creative thinking capacity.