Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Community Adaptation Strategies Factors for Ecosystem-Based Disaster Risk Reduction in the Upper Merawu Watershed Nurika Arum Sari; Hatma Suryatmojo; Arini Wahyu Utami; Nela Agustin Kurniangisih
Journal of Science and Applicative Technology Vol 7 No 1 (2023): Journal of Science and Applicative Technology June Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v7i1.957

Abstract

The Merawu Watershed is one of the critical watersheds in Indonesia. This watershed is located in Banjarnegara Regency which has an altitude of 1000 meters above sea level with high rainfall intensity. The type of soil in Banjarnegara Regency is mostly ultisol and inceptisol soil, making the area vulnerable to landslides. Under these conditions, intensive agriculture is mostly carried out by the surrounding community, with the main commodity being planted is potatoes. Planting without paying attention to soil and water conservation techniques on steep land and spraying pesticides with high intensity can trigger erosion, landslides, and environmental pollution. The hamlets of Tamansari and Penanggungan are prone to erosion, landslides, and environmental pollution due to intensive agriculture. But, the adaptation strategy adopted by the community is still lacking. Therefore, it is necessary to research the factors that influence community adaptation strategies in ecosystem-based disaster risk reduction. This study aims to identify the factors that influence the adaptation strategy. The method used in this research is the logit model method. The respondents used in this study were 30 from the Tamansari Hamlet and the Penanggungan Hamlet. The results showed that the adaptation strategies factors for erosion are land area and household income, while landslides are assets and location. There are no variables that have a significant effect on the community's adaptation strategy to environmental pollution.
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN KUDUS OLEH DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN LINGKUNGAN HIDUP (PKPLH) Lia Kusumaningrum; Kiki Dwi Wulandari; Faradilah Farid Karim; Nurika Arum Sari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17921

Abstract

Sampah merupakan masalah sosial dimana dengan berjalannya waktu dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Persampahan di Kabupaten Kudus menjadi salah satu permasalahan dari dampak meningkatnya jumlah penduduk, pesatnya pembangunan dan industri di Kabupaten Kudus. Pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus bukan hanya tanggungjawab Dinas Perumahan, KawasanPermukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) saja, melainkan juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat Kabupaten Kudus. Kinerja Dinas PKPLH Kabupaten Kudus dinilai belum optimal. Berlakunya UU No 18/2008 tentang pengelolaan sampah agar pemerintah kota/kabupaten dapat mengubah sistem pembuangan sampah menjadi sistem pengelolaan sampah. Penelitian ini mengkaji strategi pengelolaan sampah optimal oleh Dinas PKPLH. Penelitian bertujuan memberikan strategi yang tepat dalam pengelolaan sampah sehingga dapat menekan timbulan sampah sesuai dengan Undang-Undang yang telah di tetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan wawancara informan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis menggunakan analisis SWOT mengkaji kekuatan (S), kelemahan (W), peluang (O) dan ancaman (T), serta Uji Litmus. Dari hasil penelitian didapatkan strategi pengelolaan sampah yang segera dilakukan tindakan oleh Dinas PKPLH yakni meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia dalam upaya mengubah persepsi, sikap dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui proses daur ulang yang terpadu sehingga sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku yang bernilai ekonomi, serta diperlukan pengadaan sarana dan prasarana, selain itu perlu memperbaiki, merawat sarana dan prasarana persampahan yang sudah ada di Kabupaten Kudus oleh Dinas PKPLH guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam prakteknya diperlukan komitmen yang kuat antara masyarakat dan Dinas PKPLH agar persoalan pengelolaan sampah dapat teratasi.