Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dengan Kebiasaan Mencuci Tangan Menggunakan Sabun dan Air Mengalir pada PHBS di Tatanan Tempat Ibadah Ida Ayu Dwidyaniti Wira; I Wayan Septa Wijaya
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v3i1.3464

Abstract

Masalah kesehatan yang ada dimasyarakat sangatlah banyak dan beragam jenis Penyakit yang ditemui dikalangan masyarakat. Sebagian masyarakat ada yang menyadari bahwa ada masalah kesehatan yang sedang dialami dan sebagian masyarakat juga ada yang tidak menyadari bahwa terdapat masalah kesehatan yang dialami. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya untuk mengendalikan penyakit yang timbul akibat perilaku baik melalui individu, kelompok ataupun masyarakat. Dalam pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Indonesia kita ada lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga, tatanan institusi sekolah, tatanan tempat- tempat umum/ibadah, tatanan di institusi kesehatan dan tatanan di institusi tempat kerja. Setiap tatanan tersebut memiliki masingmasing indikator dalam pelaksanaan PHBS salah satu Indikator PHBS yang ada dan tetap diterapkan untuk disemua tatanan adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir/air bersih. Sehingga penerapan PHBS dengan indikator kebiasaan mencuci tangan dengan sabun merupakan hal yang efektif yang dapat dengan adanya pengetahuan maka hal ini perlahan akan dapat merubah perilaku individu yang nantinya akan menjadi kebiasaan. Salah satu tempat yang dapat dilaksanakan dan menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah ditatanan tempat Umum atau Ibadah. Di bali sendiri tempat Ibadah untuk umat Agama Hindu adalah Pura merupakan tempat yang sangat efektif dalam menerapkan kebersihan dan kebiasaan dalam mencuci tangan dengan sabun maupun air mengalir sebelum melaksanakan kegaitan persembhyangan. Hal tersebut juga hampir sama dengan konsep dalam Agama Hindu yaitu Tri Hita Karana.
PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT TERHADAP EFISIENSI PELAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN BULELENG BALI Ni Putu Indah Rosita; I Wayan Septa Wijaya; Putu Ratih Pravitasari; Ida Ayu Dwidyaniti Wira
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan menjadi strategi utama dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan rumah sakit. Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) diharapkan mampu mengintegrasikan data, mempercepat proses pelayanan, serta meningkatkan akurasi informasi dalam pengambilan keputusan. Namun, implementasi SIMRS di beberapa rumah sakit masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan, serta belum optimalnya pemanfaatan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi SIMRS terhadap efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien di Rumah Sakit X Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIMRS berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien. Selain itu, efisiensi pelayanan juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Dengan demikian, optimalisasi SIMRS menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.