Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDN MONTA Syarifuddin Syarifuddin; Nunung Fadila; Ahmadin Ahmadin
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 1 (2022): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/ibtidaiyah.v3i1.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk tercapainya penguasaan materi yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa dan indikator pencapaian hasil belajar siswa akan baik dan meningkat apabila didalam proses pembelajaran terjadi interaksi aktif antara guru dan siswa. Interaksi tersebut akan timbul apabila ada respon baik yang timbul dari siswa. Belajar yang baik harus timbul dari keinginan siswa sendiri. Hal ini akan terjadi apabila siswa merasa senang terhadap pelajaran yang disampaikan. Dari hasil observasi di SDN Monta, umpan balik dari siswa pada proses pembelajaran belum optimal dan masih rendahnya hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA. Berdasarkan masalah tersebut maka diajukan upaya perbaikan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observsi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dan lembar soal untuk mengetahui hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I aktivitas siswa pada pertemuan I dengan nilai rata-rata 68,3% sedangkan pada pertemuan II dengan nilai rata-rata 73,3%, kemudian pada siklus II pada pertemuan pertama dengan nilai rata-rata 76,6% dan pada pertemuan kedua dengan nilai rata-rata 85%. Pada aktivitas mengajar guru pada siklus I pertemuan I dengan nilai rata-rata 75% dan pada pertemuan II dengan nilai rata-rata 80%, sedangkan pada siklus II pertemuan I dengan nilai rata-rata 80% dan pada pertemuan kedua dengan nilai rat-rata 85%. Hasil belajar siswa kelas V SDN Monta terhadap materi pada buku tematik kelas V Sehat Itu Penting pada siklus I mencapai 55% pada siklus II mencapai 90%. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA.
Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Melalui Metode Bermain Peran Pada Kelompok B Parado Nurma Nurma; Hendra Hendra; Muslim Muslim; Ahmadin Ahmadin
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 1 (2024): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v7i1.1922

Abstract

This study originates from the initial observation results indicating that the social-emotional abilities of group B children at Parado Kindergarten are significantly limited. They tend to struggle in controlling their emotions, easily get angry, and frequently engage in aggressive behaviors towards their peers. Additionally, they seldom apologize for their mistakes and appear to be indifferent to the consequences of their actions. Considering these challenges, the aim of this research is to evaluate the effectiveness of role-playing methods in enhancing the social-emotional skills of group B children at Parado Kindergarten. The study employs an action research approach organized in repeated cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects are the group B children at Parado Kindergarten, totaling 15 participants. Data collection methods include observation and documentation, with data analysis conducted using descriptive statistics. The data analysis reveals that in cycle 1, the children's social-emotional abilities reached a percentage of 50%. This figure indicates that the action research has not yet achieved the set target of 80%. Therefore, the research proceeds to cycle 2, which yielded a result of 97%, demonstrating the success of the study. These findings support the notion that the utilization of role-playing methods can effectively enhance the social-emotional skills of children.
Strategi Guru dalam Menerapkan Konsep Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun di TK Yaa Karim Kota Bima Hazral Aswa; Ahmadin Ahmadin; Wahyu Mulyadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1425

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini berfokus pada pentingnya mengembangkan kemandirian anak sejak dini melalui pembelajaran yang memberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi kreatifitas serta inovatif mereka. Konsep Merdeka Belajar yang diterapkan di TK Yaa Karim diharapkan dapat mendukung berkembangnya kemampuan mengambil keputusan, sikap sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan anak. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk strategi guru dalam menerapkan konsep Merdeka Belajar dapat memberikan peningkatan sikap kemandirian pada anak usia 4-5 tahun di TK Yaa Karim Kota Bima. Namun, tantangan dalam penerapannya seperti keberagaman kebutuhan anak, keterbatasan waktu serta sumber daya yang terbatas menjadi permasalahannya. Jenis metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial melalui pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan informan utamanya guru kelas A 2 orang serta kepala Tk sebagai informan pendukung. Penelitian ini melibatkan analisis data dari kegiatan pembelajaran yang diterapkan di kelas serta hasil wawancara dengan guru kelas A untuk mendapatkan gambaran mengenai strategi guru dalam menerapkan konsep Merdeka Belajar untuk meningkatkan kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Merdeka Belajar memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemandirian anak. Anak-anak menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan serta keterampilan sosial yang lebih baik. Meskipun ada tantangan dalam pengelolaan kelas dan keterbatasan waktu dan sumber daya, strategi yang diterapkan oleh guru terbukti efektif dalam mendorong perkembangan kemandirian anak di TK Yaa Karim Kota Bima.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Siti Natri; Ahmadin Ahmadin; Muslim Muslim
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5943

Abstract

Pembelajaran kurikuler merupakan upaya untuk mengangkat profil siswa Pancasila . Berdasarkan inisiatif pembelajaran ekstrakulikuler yang dilaksanakan untuk meningkatkan karakter atau kompetensi sesuai dengan aspek profil siswa Pancasila . Permasalahan  yang muncul dalam proses implementasi pembelajaran berbasis projek penguatan profil pelajar Pancasila  masih belum maksimal, karena pendidikan karakter yang ada pada anak masih belum sempurna dan masih ada kendala, seperti menurunnya rasa tanggung jawab, serta kemandirian yang kurang. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan implementasi penguatan profil pelajar Pancasila  melalui pembelajaran berbasis projek. Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan nilai pembelajaran berbasis dalam meningkatkan profil pelajar Pancasila  serta menunjukkan kapasitas keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia, toleransi terhadap keberagaman serta kerja sama tim.
Strategi Integrasi Pendidikan Agama Islam dengan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pengamalan Siswa di Sekolah Salmin Salmin; Yeni Arnaningsih; Ati Nurhayati; Ahyar Ahyar; Humaidin Humaidin; Ahmadin Ahmadin; Agussalam Agussalam
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): April : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i1.5135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan teknologi digital dalam konteks pembelajaran di sekolah menengah, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman dan pengamalan siswa terhadap nilai-nilai Islam. Dalam era digital, pendekatan pembelajaran PAI perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan studi lapangan di beberapa sekolah menengah, baik negeri maupun swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI, seperti penggunaan Learning Management System (LMS), video pembelajaran interaktif, aplikasi mobile Islami, dan media sosial yang dikontrol secara edukatif, mampu meningkatkan pemahaman kognitif siswa terhadap materi keislaman. Lebih dari itu, pendekatan ini juga terbukti mampu mendorong pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari secara lebih kontekstual dan aplikatif. Teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai media untuk membangun lingkungan belajar yang interaktif, kolaboratif, dan spiritual. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran terpadu berbasis digital yang tidak hanya menyampaikan konten keislaman secara informatif, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara holistik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pelatihan guru PAI dalam pemanfaatan teknologi digital serta dukungan kebijakan sekolah dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang religius dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
IMPLEMENTATION OF A DIFFERENTIATED LEARNING MODELS TO IMPROVE STUDENT’S LEARNING ABILITY IN LOCAL CULTURE MATERIAL Fatur Rahmah; Ade S Anhar; Ahmadin
El Midad Vol. 17 No. 1 (2025): EL MIDAD: JURNAL JURUSAN PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v17i1.13330

Abstract

SDIT Insan Kamil Bima City, it is known that students are not fully accustomed to the application of differentiated learning models, especially in local cultural materials. This shows that diverse learning styles among students have not been fully accommodated in the learning process. This study aims to analyze the implementation of differentiated learning models to improve students' learning ability in local cultural materials at SDIT Insan Kamil Bima City. The research method uses a qualitative approach with case study techniques, which involve observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the application of a differentiated learning model, especially through content and process differentiation, is able to increase students' engagement and understanding of local cultural materials. One of the effective strategies used is an educational visit to the BOJO Breast Milk Museum, where students can directly observe and experience the local culture. This approach shows a significant increase in student understanding, with maximum achievements. In addition, differentiated learning allows teachers to tailor teaching methods to students' individual learning styles, interests, and readiness, which contributes to increased motivation and learning outcomes. Nonetheless, challenges such as classroom commotion and difficulty recognizing students' learning styles remain obstacles that need to be overcome with teacher creativity and innovation. Thus, the implementation of differentiated learning has proven to be effective in supporting the Independent Curriculum and developing the unique potential of each student.
Implementasi Model Pembelajaran Berdiferensiasi pada Anak Usia Dini di TK Yaa Karim Kota Bima Nuraini Nuraini; Ahmadin Ahmadin; Wahyu Mulyadin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.331

Abstract

Pada penelitian ini konteks yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi oleh pendidik di TK Yaa Karim Kota Bima serta bagaimana kendala yang dihadapi oleh guru di sekolah tersebut. Implementasi model pembelajaran berdiferensiasi pada anak usia dini di TK Yaa Karim Kota Bima bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual siswa dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik, minat, dan gaya belajar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan metode observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data yang relevan. Lokasi penelitian ini yaitu di TK Yaa Karim Kota Bima yaitu yang beralamat di Kelurahan Pena Na’e Kecamatan Raba Kota Bima, sedangkan waktu penelitian yaitu di bulan Februari sampai pada bulan Maret tahun 2025. Subjek penelitian sendiri yaitu guru kelas TK B 2 dan Kepala Sekolah TK Yaa Karim Kota Bima yang memahami alur dan teori pembelajaran berdiferensiasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK Yaa Karim Kota Bima melakukan pemetaan kebutuhan siswa untuk merancang pembelajaran yang sesuai. Mereka menyediakan beragam konten dan metode pengajaran, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Meskipun terdapat tantangan seperti waktu persiapan yang lebih lama dan keterbatasan media pembelajaran, penerapan model ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan kreativitas anak. Pentingnya dukungan pelatihan bagi guru dan penyediaan sumber daya yang memadai juga diidentifikasi sebagai faktor kunci untuk keberhasilan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut dalam praktik pembelajaran untuk mengoptimalkan potensi anak usia dini di TK Yaa Karim. Implikasi dari penelitian mengenai judul di atas di ialah tentang peningkatan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta kendala yang dihadapi oleh guru dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi di TK Yaa Karim Kota Bima.
Model Pembelajaran Saintifik Melalui Game Edukatif Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Logis Anak di TK Fastabiqul Khairat Kota Bima R.P.M. Anom Miftahul Falah; Ahmadin Ahmadin; Syahru Ramadhan
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.735

Abstract

Kemampuan berpikir logis pada anak usia dini menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Namun, pembelajaran di taman kanak-kanak masih didominasi pendekatan konvensional yang kurang mampu mendorong perkembangan kemampuan berpikir logis anak secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran saintifik melalui game edukatif interaktif dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir logis anak di TK Fastabiqul Khairat Kolo Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tahapan pembelajaran saintifik — mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan menyampaikan pemahaman — melalui media permainan edukatif interaktif mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak serta mendorong penalaran logis secara kontekstual dan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa model pembelajaran tersebut tidak sekadar sesuai dari sisi keilmuan pendidikan, melainkan juga mampu menyesuaikan diri dengan cara dan gaya belajar anak usia dini, sehingga berpotensi menjadi pendekatan inovatif yang berkontribusi pada pengembangan praktik pembelajaran PAUD secara global.
Pemanfaatan Ular Tangga Edukatif Sebagai Media Pembelajaran Dalam Penanaman Karakter Berkebinekaan Global Pada Anak Usia 5–6 Tahun Di TK Ra Perwanida VI Wora Arfatunnisa; Ahmadin; Muslim
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6973

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter berkebinekaan global pada anak usia dini melalui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Pembelajaran karakter pada anak usia dini memerlukan media yang menarik dan menyenangkan agar anak lebih mudah memahami nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan ular tangga edukatif sebagai media pembelajaran dalam penanaman karakter berkebinekaan global pada anak usia 5–6 tahun di TK RA Perwanida VI Wora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak kelompok usia 5–6 tahun, sedangkan informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media ular tangga edukatif mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Anak terlihat lebih antusias, aktif berpartisipasi, serta mampu berinteraksi dengan teman selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Media ular tangga edukatif juga membantu penanaman karakter berkebinekaan global melalui pembiasaan sikap toleransi, kerja sama, empati, disiplin, menghargai teman, dan sportivitas dalam kegiatan bermain kelompok. Guru berperan penting dalam memberikan arahan dan penguatan terhadap perilaku positif yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menunjukkan bahwa media ular tangga edukatif dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam membantu penanaman karakter berkebinekaan global pada anak usia dini melalui kegiatan belajar sambil bermain
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM PADA ANAK KELAS B RA PERWANIDA XIV NUNGGI Endang Kurniawati; Ahmadin Ahmadin; Anwar Sadat
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pendidikan karakter bagi Anak Usia Dini dari perspektif Islam di kelas B RA Perwanida XIV Nunggi. Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan pribadi anak yang bermoral dan berakhlak mulia. Islam sebagai agama yang komprehensif memberikan pedoman yang jelas tentang nilai-nilai moral dan etika yang harus ditanamkan sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, orang tua, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di RA Perwanida XIV Nunggi telah berjalan dengan baik melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan kasih sayang. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam penerapan pendidikan karakter, seperti keterbatasan waktu dan sumber daya, serta perbedaan pemahaman dan penerapan nilai-nilai karakter antara lingkungan sekolah dan rumah. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk menciptakan keselarasan dalam pendidikan karakter anak. Kesimpulannya, pendidikan karakter berbasis Islam di RA Perwanida XIV Nunggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Penguatan kerjasama antara sekolah dan keluarga serta pengembangan metode pembelajaran yang inovatif menjadi kunci sukses dalam penerapan pendidikan karakter bagi Anak Usia Dini.