Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. HASYIM ASY’ARI SERTA RELEVANSINYA BAGI SEKOLAH DAN PESANTREN DI KAWASAN MELAYU Muhammad Albab Mananna; Lailatul Mukjizat; Mona Alyaa Sausan; Abu Mansur; Nurlaila Nurlaila
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1181

Abstract

Sebagai ulama besar dan pendiri Pesantren Tebuireng, K.H. Hasyim Asy’ari merumuskan pendidikan Islam yang mengutamakan pentingnya adab, integritas moral, dan penyempurnaan akhlak sebagai inti pembelajaran. Artikel ini mengkaji secara komprehensif pemikiran pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari serta relevansinya bagi sekolah dan pesantren pada kawasan Melayu. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan kajian literatur pustaka, melalui analisis literatur klasik maupun kontemporer relevan dengan konsep pendidikan beliau. Hasil kajian mengemukakan bahwasannya pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari mencakup beberapa aspek fundamental, yaitu tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan insan bertakwa, karakteristik guru sebagai figur teladan, sistem pendidikan berbasis nilai-nilai teosentris, integrasi ilmu agama serta ilmu umum, metode pembelajaran pesantren seperti bandongan dan sorogan, serta evaluasi bukan cuma menilai aspek kognitif akan tetapi terkait perilaku dan pengamalan ilmu. Pada konteks sekolah dan pesantren di wilayah Melayu, meliputi Indonesia bagian barat, Malaysia, Brunei, dan komunitas Melayu lainnya,gagasan Hasyim Asy’ari terbukti sangat relevan. Nilai-nilai akhlak, penghormatan terhadap guru, keseimbangan antara tradisi dan modernitas, serta pelestarian kitab kuning selaras dengan budaya masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi adab dan moralitas. Dengan demikian, pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari dapat dijadikan landasan filosofis serta praktis terhadap penguatan pendidikan Islam di kawasan Melayu, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keilmuan dan karakter keislaman.
An Integrative Framework for the Design and Development of Islamic Religious Education (PAI) in the Digital Era Laila Rahmi Hasanah; Mona Alyaa Sausan; Lailatul Mukjizat; Abu Mansur; Baldi Anggara
Journal of Indonesian Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Indonesian Islamic Studies (April)
Publisher : Postgraduate Program of the State Islamic Institute of Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jiis.v5i2.10330

Abstract

This study aims to analyze the nature, scope, and development of Islamic Religious Education (PAI) learning design in the digital era. The study employs a qualitative library research method with a descriptive-analytical approach by examining relevant literature on instructional design, Islamic education, and digital learning. The findings reveal that PAI learning design is a systematic and integrative process that connects learning objectives, materials, strategies, media, and evaluation while emphasizing the integration of cognitive, affective, and psychomotor domains. The study also finds that the development of PAI learning is a continuous process grounded in both technological advancement and Islamic principles, particularly the concept of self-evaluation (muhasabah) as reflected in Qur’anic teachings. In addition, the scope of PAI learning design includes student analysis, objective formulation, material selection, strategy and method determination, media utilization, and comprehensive evaluation. The study further clarifies the conceptual distinctions among instructional design, models, strategies, and methods, which are often used interchangeably in educational practice. The novelty of this study lies in its integrative conceptual framework that combines instructional design theory, digital transformation, and Islamic educational values. This study contributes to the development of more adaptive, value-oriented, and meaningful PAI learning in the digital era.