Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penanganan Sweeping Bagasi Terhadap Kepuasan Penumpang Maskapai Citilink Indonesia Di Yogyakarta International Airport Rara Dianda Saputri
Student Research Journal Vol. 1 No. 4 (2023): Agustus : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v1i4.518

Abstract

Baggage sweeping is carried out at the boarding gate unit with the aim of security, convenience and flight safety. And passengers must comply with these regulations so that passengers feel comfortable when in the cabin. Where passengers only carry one luggage weighing 7kg. This research was conducted at Citilink Indonesia at Yogyakarta International Airport. This research is a quantitative study where the data obtained using the questionnaire survey method as wellCostumer Satisfaction Index(CSI) to measure the level of passenger satisfaction with handlingsweeping baggage received. The results of this study can be concluded that the main factors that cause sweeping baggage are passengers who do not want their luggage to be carried or do not want to pay for excess baggage, and the obstacle during sweeping is the lack of understanding of passengers with cabin baggage regulations. The method used by boarding gate officers in dealing with the obstacles that occur is to explain clearly and politely to the passengers concerned regarding the baggage sweeping procedure. The magnitude of the effect of sweeping baggage handling on passenger satisfaction is 56.1% and the remaining 44.9% is influenced by other factors outside of this study. While the level of passenger satisfaction is equal to 46.7% where this figure is in the 3rd criterion, namely quite satisfied.
Pengaruh Penanganan Sweeping Bagasi Kabin Terhadap Kepuasan Penumpang Maskapai Citilink Indonesia di Yogyakarta International Airport Rara Dianda Saputri; Teguh Ariebowo
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1092

Abstract

Penyisiran bagasi kabin dilakukan pada unit boarding gate dengan tujuan keamanan, kenyamanan dan keselamatan penerbangan. Dan penumpang harus mematuhi peraturan tersebut agar penumpang merasa nyaman saat berada di dalam kabin. Dimana penumpang hanya membawa satu buah bagasi seberat 7kg. Penelitian ini dilakukan di Citilink Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana data diperoleh dengan menggunakan metode survei kuesioner dan Costumer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan penumpang terhadap penanganan sapuan bagasi kabin yang diterima. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor utama penyebab terjadinya penyisiran bagasi kabin adalah penumpang yang tidak ingin barang bawaannya dibawa atau tidak mau membayar kelebihan bagasi, dan kendala pada saat penyisiran adalah kurangnya pemahaman penumpang. dengan peraturan bagasi kabin. Cara yang dilakukan petugas boarding gate dalam mengatasi kendala yang terjadi adalah dengan menjelaskan secara jelas dan sopan kepada penumpang yang bersangkutan mengenai tata cara pembersihan bagasi. Besarnya pengaruh sapuan penanganan bagasi kabin terhadap kepuasan penumpang adalah sebesar 56,1% dan sisanya sebesar 44,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Sedangkan tingkat kepuasan penumpang sebesar 46,7% dimana angka tersebut berada pada kriteria ke 3 yaitu cukup puas.