Fasli Jalal
Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CASE STUDY OF FATHERLESS: THE ROLE OF FATHERS IN EARLY CHILDHOOD CARE Novita Eka Nurjanah; Fasli Jalal; Asep Supena
Kumara Cendekia Vol 11, No 3 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i3.77789

Abstract

Pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak bukanlah topik yang baru dalan penelitian di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kondisi yang ada di Indonesia, peran ayah dalam pengasuhan belum optimal hal ini dikarenakan masih adanya budaya patriarki bahwa peran pengasuhan menjadi tanggung jawab ibu; adanya pernikahan dini; dan adanya anak yang tidak tinggal bersama orang tua.  Hasil observasi awal ditemukan bahwa salah satu kecamatan di Boyolali menunjukkan bahwa tidak adanya kehadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak berdampak pada perkembangan anak usia dini. Di daerah ini masih menganut budaya patriarki yang kuat yaitu pengasuhan sepenuhnya merupakan peran ibu dan ayah berperan untuk mencari nafkah. Berdasarkan fenomena tersebut, penting dilakukan penelitian untuk mengkaji ketidakhadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak usia dini. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu anak dari orang tua yang menikah dini di salah satu kecamatan Kota Boyolali. Anak ini berada dalam pengasuhan yang masih menganut budaya patriarki dan orang tua belum matang dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Pendekatan strategi studi kasus tunggal digunakan untuk mendeskripsikan secara mendalam fatherless yang ada. Analisis tematik dari hasil wawancara mendalam terhadap orang tua digunakan dalam analisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah tidak memiliki peran dalam mengasuh anak, waktu bersama anak sangat minim, dan adanya paham budaya patriarki bahwa pengasuhan anak dilakukan sepenuhnya oleh ibu. Hal ini berdampak pada tidak adanya kelekatan antara anak dengan ayah, tidak optimalnya kemandirian anak, dan adanya gangguan kontrol perilaku anak.
Determinant Factors of Unmet Need in Family Plannung (FP): A Systematic Review Titin Ifayanti; Nursyirwan Effendi; Fasli Jalal; Hema Malini
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i22024p58-66

Abstract

Unmet Needs in family planning (FP) remain a concern in many countries worldwide and can, therefore, adversely affect women, families, and society. Around 12 percent of women worldwide have an unmet need. Such effects include widespread disease, increased maternal mortality, and psychological disorders among women. This study aimed to elucidate the factors associated with the unmet need for family planning. The research approach used was a systematic review, literature was identified through Google Scholar, PubMed, and (NLM): National Library of Medicine. A systematic review and literature analysis of 9 articles was carried out, which utilized secondary data and cross-sectional study designs. Unmet needs are significantly related to maternal age as well as educational level. Unmet needs are generally higher among younger and less educated women than among those with higher levels of education. Therefore, it is recommended to provide appropriate health education related to contraception and family planning to women and their families to enable better decision-making regarding their reproductive health. Furthermore, improved access to contraception can reduce the prevalence of unmet needs in family planning.