Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Peran Orang Tua Dan Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Usia 11-19 Tahun Di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Nur Anisya B. Baharu; Ni Nyoman Udiani; Vidya Urbaningrum
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.66

Abstract

Perilaku merokok adalah suatu perbuatan yang berbahaya untuk kesehatan. Tindakan merokok tidak hanya pada kelompok orang dewasa melainkan juga di kelompok remaja. Studi pendahuluan remaja mengatakan merokok dilakukan karena meniru orang tua, merokok dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua dan merokok dilakukan karena diajak oleh temannya saat berkumpul bersama. Tujuan penelitian menganalisis hubungan peran orang tua dan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini kuantitatif serta desain penelitian korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja usia 11-19 tahun berdomisili di Desa Balane yang berjumlah 156 remaja, teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 61 remaja. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Fishers Exact Test. Simpulannya adalah tidak ada hubungan peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun dan ada hubungan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun. saran bagi masyarakat Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi khususnya orang tua agar selalu mengawasi dan meningkatkan kedekatan orang tua dengan remaja agar remaja terbuka sehingga jujur menceritakan masalah dalam lingkungan pergaulan baik dalam hal perilaku positif maupun negatif.
Pengaruh Perawatan Metode Kanguru (PMK) Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Pada BBLR Di Kamar Bayi Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Dewi Hapriani; Ni Nyoman Udiani; Maharani Farah Difha
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.73

Abstract

Masalah kesehatan dapat dinilai dari angka kematian ibu dan bayi yang terus menerus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Angka kematian bayi beberapa diantaranya dipengaruhi dipengaruhi oleh terjadinya kasus Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Perawatan metode kanguru merupakan suatu metode yang digunakan dalam merawat bayi yang lahir dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perawatan Metode Kanguru (PMK) terhadap peningkatan suhu tubuh pada BBLR di Kamar Bayi RSU Anutapura Palu Jenis penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest postest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki bayi BBLR di kamar bayi RSU Anutapura Palu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 responden. menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata (mean) suhu tubuh bayi BBLR sebelum perawatan metode kanguru yaitu 36.10 dan rata-rata (mean) suhu tubuh bayi BBLR setelah perawatan metode yaitu 36.67. Hasil uji statistik didapatkan p value = 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh perawatan metode kanguru terhadap peningkatan suhu tubuh pada BBLR di Kamar bayi RSU Anutapura Palu. Disarankan bagi RSU Anutapura Palu agar meningkatkan dukungan bagi ibu maupun petugas kesehatan dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaan perawatan metode kanguru sehingga bayi BBLR yang mengalami gangguan suhu tubuh (hipertermi) dapat teratasi.
PENGALAMAN IBU NIFAS YANG MENJALANI PERAWATAN TRADISIONAL BAPASOA DI KELURAHAN MAMBORO BARAT PROVINSI SULAWESI TENGAH Sinta Gintu; Tigor H. Situmorang; Ni Nyoman Udiani
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The postpartum is a recovery period after deliver that begins after placenta discharge until the uterus organ recover to pre-pregnancy condition within 6 to 8 weeks. Some of the Kaili tribe people of Mamboro Barat Village still trust to sando mpoana (traditional birth attendants) because they feel save when doing postpartum care at Sando. This study aims to find out in depth about the experiences of postpartum women who undergo Bapasoa traditional care in Mamboro Barat Village, Central Sulawesi Province. Methods: This type of research is qualitative with a phenomenological approach. Data collection by using in-depth interviews aims to obtain data and an overview of the traditions of postpartum women care after giving birth. Research Results: The results of this study obtained 10 themes, such of: 1) Changes in the family environment, 2) Benefits of bapasoa, 3) Side effects, 4) Efforts to prevent the side effects, 5) Efforts to achieve recovery, 6) Types of support, 7) Source of support, 8) Obstacles when going to bapasoa, 9) Efforts to overcome obstacles, 10) Expectations. Conclusion: The experience of postpartum women who undergo bapasoa traditional care is able to adapt to undergoing bapasoa traditional care and requires support from themselves, others and health workers to overcome the obstacles. Suggestion: For local medical personnel, this research can be the basis for conducting health promotion and continuous assistance to postpartum women who undergo bapasoa traditional care.