Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi, Sikap, Dan Motivasi Perawat Terhadap Perencanaan Pulang Pasien COVID-19 Di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Yohana Teodosia Setu; Indasah; Agusta Dian Ellina
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i3.18605

Abstract

Perencanaan pulang pasien merupakan proses pelayanan keperawatan yang dimulai dari pasien masuk rumah sakit dengan tahapan asesmen, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi sampai pasien kembali. Proses discharge planning pasien belum maksimal mengakibatkan kurangnya informasi yang dilakukan oleh perawat sehingga perlu adanya komunikasi yang baik agar informasi lebih jelas dan dapat dipahami oleh pasien dan keluarga, sikap dan motivasi perawat menjadi kunci keberhasilan dalam menyampaikan informasi sesuai dengan kebutuhanMetode: Desain Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan uji korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di Wisma Atlet Kemayoran RSDC pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Januari 2023 dengan sampel sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dengan wawancara dan pengisian kuesioner. Variabel bebas komunikasi, sikap, dan motivasi perawat. Variabel dependen adalah Pelaksanaan Discharge Planning. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan pulang pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran, sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan pulang pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran , motivasi perawat berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan pulang pasien Covid -19 di RS Wisma Atlet Kemayoran dan Komunikasi, sikap dan motivasi perawat secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan pulang pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran. Artinya semakin baik komunikasi, sikap dan motivasi perawat yang dimiliki oleh pegawai, maka semakin baik perencanaan kepulangan pasien Covid-19. Begitu juga sebaliknya.Kesimpulan: Terdapat pengaruh komunikasi, sikap, dan motivasi terhadap discharge planning pasien Covid-19 di pelayanan keperawatan.  
STRATEGI STRATEGI PENINGKATAN MAKP CAKUPAN ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL BERBASIS SDKI SLIKI DAN SIKI DI RSUD KAB. BULELENG SINGARAJA S, Dwi Oktavyanti; Puspita, Yenni; Masrukin, Moch; Setu, Yohana Teodosia; Syairozi, Ahmad
Jurnal Abdi Mahosada Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Abdi Mahosada
Publisher : STIKES Advaita Medika Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/abdimahosada.v1i2.186

Abstract

Documentation of nursing care based on SDKI SLIKI and SIKI has not been implemented optimally in Buleleng District Hospital. Seminars and training on nursing care documentation based on SDKI SLIKI and SIKI will help optimize nursing care documentation in a professional manner for nurses and nurses can focus on providing professional nursing services to patients. Nurses who are the spearhead in health services need to make changes by providing nursing services in the form of a model of professional nursing care methods through the implementation of SDKI SLIKI and SIKI in order to provide maximum and optimal nursing care. The purpose of this activity is to increase MAKP in the scope of implementing professional nursing care documentation based on SDKI SLIKI and SIKI in Buleleng District Hospital. The method used in this activity was a group discussion which previously carried out pretests and posttests on SDKI SLIKI and SIKI. Through MAKP seminars and training based on SDKI SLIKI and SIKI MAKP and documentation of professional nursing care based on SDKI SLIKI and SIKI and starting to be implemented in their respective rooms and nurses can focus on providing nursing care services.
Skrining dan Pendidikan Kesehatan Mental pada Remaja SMA Negeri 11 Kupang: Mental Health Screening and Education for Adolescents at State Senior High School 11 Kupang Suwetty, Awaliyah Muslimah; Setu, Yohana Teodosia; Meldy Emry Lede; Joli R Nubatonis; Jenifer Lopes; Jidro R.Nautu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fenomena permasalahan remaja di era Revolusi Industri 4.0 perlu mendapat perhatian yang serius, tidak sedikit masalah yang diciptakan oleh remaja sebagai dampak dari perkembangan teknologi yang berimplikasi kepada perkembangan remaja. Masa remaja merupakan masa kritis dalam siklus perkembangan seseorang dan masa krusial untuk perkembangan social, emosional dan  kesejahteraan mental. Untuk mencegah timbulnya dampak tersebut, perlu dilakukan deteksi dini pada remaja untuk mengidentifikasi factor resiko dan factor protektif sehingga remaja dapat melewati masa ini dengan optimal serta remaja mampu menjadi individu dewasa yang matang baik fisik maupun psikisnya. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 11 Kupang dengan 3 sesi diantaranya sesi 1. brainstorming. Sesi 2 Pendidikan Kesehatan, sesi ke 3 skrining kesehatan jiwa. Hasil yang diperoleh antara lain sebanyak 36 responden dari 55 remaja (56%) mengalami gejala neurosis dan yang umum terjadi pada remaja SMAN 11 Kota Kupang adalah kecemasan. 5 responden dari 55 remaja (9 %) mengalami gangguan adiksi. Gangguan  Adiksi yang terjadi pada remaja lebih berkaitan dengan game online dan adiksi internet. 24 dari 55 remaja (44%) mengalami masalah gangguan psikotik, dan perlu penelusuran untuk menentukan masalah psikotik yang terjadi pada remaja, namun hasil ini memberikan gambaran adanya gangguan pada kemampuan remaja untuk berpikir jernih, menanggapi emosi, memiliki persepsi yang tidak biasa, memiliki delusi dan berperilaku tidak sesuai. 31 responden dari 55 remaja (56%) mengalami PTSD. PTSD yang dirasakan oleh remaja adalah kehilangan, perilaku impulsives dan agresif. Rencana selanjutnya, perlu dilakukan pengabdian masyarakat terkait edukasi berbasis bimbingan konseling kesehatan mental pada remaja terhadap perubahan perilaku remaja di SMAN 11 Kupang.   Abstract: The phenomenon of adolescent problems in the Industrial Revolution 4.0 era needs serious attention. Not a few problems are created by adolescents as a result of technological developments that have implications for adolescent development. Adolescence is a critical period in a person's development cycle and a crucial period for social, emotional and mental well-being development. To prevent these impacts, early detection is needed in adolescents to identify risk factors and protective factors so that adolescents can go through this period optimally and adolescents are able to become mature adults both physically and mentally. The activity was carried out at SMAN 11 Kupang with 3 sessions including session 1. Brainstorming. Session 2 health education, session 3 mental health screening. The results obtained included 36 respondents out of 55 adolescents (56%) experiencing symptoms of neurosis and what is common in adolescents at SMAN 11 Kupang City is anxiety. 5 respondents out of 55 adolescents (9%) experience addiction disorders. Addiction disorders that occur in adolescents are more related to online games and internet addiction. 24 out of 55 adolescents (44%) experienced psychotic disorders, and it is necessary to investigate to determine the psychotic problems that occur in adolescents, but these results provide a picture of disturbances in the ability of adolescents to think clearly, respond to emotions, have unusual perceptions, have delusions and behave inappropriately. 31 respondents out of 55 adolescents (56%) experienced PTSD. PTSD felt by adolescents is loss, impulsive and aggressive behavior. The next plan is to conduct research related to the influence of education based on mental health counseling guidance on adolescents on changes in adolescent behavior at SMAN 11 Kupang.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perawat terhadap Motivasi Kinerja Perawat Rosmalia, Hanna; Farida, Denis; Setu, Yohana Teodosia; Jayadi, Alpian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi saat ini, setiap orang dapat berkontribusi secara positif terhadap pencapaian tujuan hidup yang mereka pilih dengan menjalani gaya hidup sehat. Komponen penting dalam perawatan kesehatan adalah kinerja perawat, yang merupakan jenis layanan profesional. Di sisi lain, kepuasan kerja adalah atribut pribadi yang ditentukan dengan membandingkan harapan seseorang dengan kinerja pekerjaan yang sebenarnya. Untuk dapat membimbing timnya, seorang pemimpin perlu memiliki gaya kepemimpinan tertentu. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat bekerja sama dengan gaya kepemimpinan lain yang ada untuk menghasilkan model yang baik. Efek moderasi dari organisasi terhadap hubungan antara kinerja perawat dan gaya kepemimpinan patut diperhatikan. Manfaat dari gaya kepemimpinan transformasional dapat diperkuat dengan saluran komunikasi yang terbuka, struktur kompensasi yang adil, dan budaya organisasi yang mendukung. Dampak dari gaya pemimpin terhadap motivasi perawat untuk bekerja dalam situasi tertentu sangat signifikan, menggarisbawahi peran penting yang dimainkan oleh para pemimpin dalam organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak potensial dari gaya kepemimpinan perawat terhadap motivasi dan kinerja kerja mereka. Metode: Dengan menggunakan basis data internet, khususnya Google Scholar, peneliti mencari literatur tentang dampak gaya kepemimpinan perawat. Studi penelitian ini mengungkapkan adanya korelasi yang kuat antara gaya kepemimpinan seorang pemimpin dengan dorongan dan efektivitas tim keperawatan mereka.
Pengaruh sarapan sehat terhadap semangat belajar anak usia Di sekolah SD Inpres Fatufeto 2 Kota Kupang: PENGARUH SARAPAN SEHAT TERHADAP SEMANGAT BELAJAR ANAK USIA DI SEKOLAH SDI FATUFETO 2 KOTA KUPANG Setu, Yohana Teodosia
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v8i1.340

Abstract

ABSTRACT Background: Consuming food in the morning is an important activity to do before filling other activities every day, which serves to make it easier for individuals to think, learn, and perform activities optimally after waking up in the morning. Objective: the purpose of this research is to determine the Effect of Healthy Breakfast on the Learning Spirit of School-Age Children. Method: This study uses the design of this study is a survey design with a quantitative method. The sampling technique used was simple random sampling and the number of samples was 100 respondents. The variables in this study are health counseling and the level of knowledge of students about healthy breakfast for school children. The instrument used is a questionnaire given before and after counseling. Results: The results of the descriptive statistical analysis of the percentage proportion showed that healthy breakfast had a significant influence on learning enthusiasm (p <0.05), with a positive regression coefficient of 0.45. This shows that every improvement in breakfast quality is followed by an increase in learning enthusiasm by 45%. The results of the regression test were used to determine the relationship between the variables studied. Conclusion: There is a significant influence of providing healthy breakfast for school-age children on children's enthusiasm for learning at school. Keywords : Healthy breakfast, School-age children, Spirit of learning
Fragmentasi Layanan dan Determinan Sosial: Analisis Kualitatif Kegagalan Discharge Planning dan Rekomendasi Model Kolaboratif Lintas Sektor (Sehati) Yohana Teodosia Setu; Saverinus Suhardin; Imakulata Bete; Awaliyah Muslimah Suwetty; Moses Filmon Nennogasu; Adhytrio Yohanes Nubatonis
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23910

Abstract

ABSTRACT High readmission rates among Patients with Mental Disorders (ODGJ) are often linked to Discharge Planning (DP) failures. This study aims to deeply explore systemic barriers and the need for community-based solutions to prevent DP from functioning as an effective Transitional Care (TC) mechanism at Naimata Mental Hospital, Kupang. This descriptive phenomenological qualitative research involved 14 key participants (Mental Hospital Health Personnel, Community Health Center Nurses, ODGJ Patients, and Families/Caregivers) through In-depth Interviews. Data were analyzed using thematic methods to identify major barriers in the post-discharge continuum of care. Eight main themes were found, which include: (1) Massive handoff failure, manifested as "Silent Discharge" due to the absence of formal coordination (WA Group) between the Mental Hospital and Community Health Centers (Puskesmas). (2) Medication non-adherence is triggered by Social Determinants of Health (SDH), especially the "Medication vs. Food" dilemma and high transportation costs. (3) Families experience an extreme Caregiver Burden crisis, inducing High Expressed Emotion (EE) due to inadequate Family Psychoeducation (FPE). (4) The analysis justifies the need for the SEHATI Collaborative Model as a bridging mechanism. Service fragmentation, coupled with unaddressed SDH and high Caregiver Burden, drives readmission. The SEHATI Model is recommended to formalize coordination, integrate local initiatives (Gentar Sejiwa), and provide holistic psychoeducation to prevent relapse. Keywords: Discharge Planning, Handoff Failure, Caregiver Burden, Social Determinants of Health, SEHATI Model.  ABSTRAK Angka readmisi yang tinggi pada Pasien Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sering dikaitkan dengan kegagalan Discharge Planning (DP). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam hambatan sistemik dan kebutuhan solusi berbasis komunitas yang mencegah DP berfungsi sebagai mekanisme Transitional Care (TC) yang efektif di RS Jiwa Naimata Kupang. Penelitian kualitatif fenomenologi deskriptif ini melibatkan 14 partisipan kunci (Tenaga Kesehatan RSJ, Perawat Puskesmas, Pasien ODGJ, dan Keluarga/Caregiver) melalui In-depth Interview. Data dianalisis menggunakan metode tematik untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam kontinum layanan pasca-pulang. Ditemukan delapan tema utama, yang menunjukkan: (1) Kegagalan handoff yang masif, termanifestasi sebagai “Pulang Senyap” (Silent Discharge) karena ketiadaan koordinasi formal (WA Grup) antara RSJ dan Puskesmas. (2) Non-adherence obat dipicu oleh Determinan Sosial Kesehatan (SDH), terutama dilema "Obat vs. Nasi" dan tingginya biaya transportasi. (3) Keluarga mengalami krisis Beban Caregiver yang ekstrem, memicu High Expressed Emotion (EE) akibat kegagalan Family Psychoeducation (FPE). (4) Analisis memvalidasi kebutuhan Model Kolaboratif SEHATI sebagai mekanisme penghubung. Fragmentasi layanan, ditambah SDH yang terabaikan dan Caregiver Burden tinggi, mendorong readmisi. Model SEHATI direkomendasikan untuk memformalkan koordinasi, mengintegrasikan inisiatif lokal (Gentar Sejiwa), dan memberikan psikoedukasi holistik guna mencegah kekambuhan. Kata Kunci: Discharge Planning, Kegagalan Handoff, Beban Caregiver, Determinan Sosial Kesehatan, Model SEHATI.