Sulistyowati
Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (STAD) MENGGUNAKAN ALAT PERAGA AL-QUR’AN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN ILMU TAJWID Nida Auliya Ulhaq; Suhadi; Sulistyowati
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Edusifa:  Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/edusifa.v9i1.123

Abstract

Penelitian, Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Student Team Achievement Divisions (STAD) Menggunakan Alat Peraga Al-Qur’an untuk Meningkatkan Penguasaan Ilmu Tajwid Siswa Kelas VIII di Sekolah Menegah Pertama Muhammadiyah 01 Surakarta Tahun Pelajaran 2023, Pendidikan Agama Islam, Insitut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, 2023. Efektivitas adalah tingkat keberhasilan dari suatu hal, yang ditunjukkan dengan tercapainya sasaran atau tujuan dari hal tersebut. Suatu pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan dari pembelajaran tersebut dapat dicapai. Penelitian ini dilator belakangi oleh keadaan siswa yang pasif pada saat pembelajaran, banyak siswa yang hanya diam, mendengarkan dan mencatat saja di dalam kelas serta siswa merasa jenuh dengan pembelajaran. Guru dapat menyesuaikan model pembelajaran yang tepat untuk menciptakan suasana aktif dalam pembelajaran Ilmu Tajwid. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Efektifitas Koopratif tipe STAD pada pembelajaran Ilmu Tajwid menggunakan alat peraga Al-Qur’an untuk meningkatkan penguasaan tajwid siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 01 Surakarta, Apa faktor pendukung dan penghambat penguasaan ilmu tajwid siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 01 Surakarta. Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari lima tahapan yaitu yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, tes dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan guru, dan soal tes untuk melihat hasil belajar siswa. Kemudian data dianalisis menggunakan rumus presentase dan untuk hasil tes menggunakan rumus ketuntasan klasikal. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) aktivitas guru meningkat dengan persentase 78,33% (baik) menjadi 83,33% (baik) pada siklus I dan siklus II, (2) aktivitas siswa meningkat dari 67,5% (cukup) pada siklus I menjadi 82,5% (baik) pada siklus II, (3) hasil belajar siswa meningkat dari siklus I yaitu 53,33% menjadi 86,66% pada siklus II, (4) selama proses pembelajaran Ilmu Tajwid dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division), terdapat beberapa hambatan. Hambatanhambatan tersebut dapat diatasi dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh guru diantara lain yaiu memberikan motivasi untuk menumbuhkan semangat belajar siswa dan mengontrol diskusi kelompok agar semua siswa dalam kelompok terlibat aktif dalam diskusi sehingga komunikasi kelompok terbangun dengan tercapainya sasaran atau tujuan dari hal tersebut baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) efektif diterapkan dalam pembelajaran Ilmu Tajwid pada siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 01 Surakarta.
JUDUL ARTI IMPLEMENTASI IQAB DAN SAWAB DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI SHOLAT BERJAMA’AH ( Annisa’ul Mujahidah; Alfian Eko Rochmawan; Sulistyowati
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/edusifa.v9i2.127

Abstract

Dalam lembaga pendidikan perlu adanya penghargaan dan hukuman sebagai konsekuensi peserta didik untuk meningkatkan kedisiplinan. Pondok pesantren Luqman Al Hakim menerapkan iqab dan sawab untuk menegakkan kedisiplinan santri dalam shalat berjama’ah. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui keadaan kedisiplinan shalat berjama’ah yang sudah ada di pondok pesantren Luqman Al Hakim, mengetahui implementasi iqab dan sawab yang diterapkan, dan mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat dalam menerapkan iqab dan sawab. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) keadaan kedisiplinan santri di pondok pesantren Luqman Al Hakim terutama dalam belajar dan tahfidz terjadi peningkatan yang baik setiap tahun, namun untuk kedisiplinan mentaati peraturan masih kurang karena disetiap tahun masih ada yang melanggar peraturan. 2) implementasi iqab dan sawab di pondok pesantren Luqman Al Hakim sudah berjalan sebagaimana mestinya, santri menerima konsekuensi apabila melanggar peraturan, santri juga menerima konsekuensi baik apabila menjadi santri teladan, rajin dan bersungguh-sungguh. 3) faktor pendukung implementasi iqab dan sawab di pondok pesantren Luqman Al Hakim yaitu dukungan orang tua kepada santri dan asatidz menjadikan semangat agar asatidz bisa meningkatkan kinerja dalam mendampingi santri, terutama menerapkan iqab dan sawab di pondok pesantren. Faktor penghambat dari penerapan iqab dan sawab adalah santri yang kurang menaati peraturan, kurang mendukung dengan kebijakan pondok pesantren dan kurang mendukung dengan implementasi iqab dan sawab.