Fine Reffiane
PGSD FIP Universitas PGRI Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI PEREDARAN DARAH KELAS V SD NEGERI 1 JUWANGI Novida Ismiyana; Khusnul Fajriyah; Fine Reffiane
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1302

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA materi peredaran darah kelas V SD Negeri 1 Juwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre-experimental design dengan desain one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Juwangi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 29 dengan Teknik sampling jenuh. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, tes, observasi dan dokumentasi.Berdasarkan perhitungan maka diperoleh rata-rata pretest yaitu 61,37 dan rata-rata posttest yaitu 84,96. Pada saat pretest terdapat 17 siswa yang tuntas dan 12 siswa yang belum tuntas dengan ketuntasan belajar klasikal 58%. Setelah dilakukan posttest terdapat 29 siswa yang tuntas dan 0 siswa yang belum tuntas dengan ketuntasan klasikal 100%. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis melalui uji paired sampel t-test bahwa nilai Sig. < 0,05 maka diterima dan ditolak pada taraf signifikan dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA materi peredaran darah kelas V SD Negeri 1 Juwangi. Saran yang dapat disampikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah model problem based learning dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran bagi guru dalam mengajar sehingga pembahaman siswa terhadap pembelajaran membaik dan kemampuan berfikir kritisnya meningkat. Kata Kunci: Problem Based Learning, kemampuan berfikir kritis , IPA
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF EDUCAPLAY TERHADAP KETERCAPAIAN PRINSIP PEMBELAJARAN MENDALAM PADA IPAS KELAS V Aditiya Dwi Malika Putri; Filia Prima Artharina; Fine Reffiane
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i4.14873

Abstract

The implementation of deep learning principles in primary school natural and social sciences (IPAS) instruction still encounters numerous pedagogical constraints, including low learner engagement, suboptimal interactive media integration, and the persistence of teacher-centered teaching practices. These obstacles cause students to remain passive recipients of facts who struggle to connect scientific concepts with real-world phenomena. This study aimed to analyze the effectiveness of the Educaplay interactive media in achieving deep learning principles in fifth-grade IPAS instruction at SDN Ngarus 02 Pati. A quantitative pre-experimental method employing a one-group pretest-posttest design was utilized. The research subjects comprised 33 fifth-grade students selected via purposive sampling. Data were accumulated through validated cognitive achievement tests, deep learning questionnaires, classroom observation sheets, and documentation. Hypothesis testing through a paired sample t-test yielded a significance value of 0.000 (p<0.05) with a t_"count"  of -12.389, confirming a statistically significant difference between pretest and posttest performances. Classical learning mastery increased substantially from 6.00% in the pretest to 96.97% in the posttest. The digital game-based activities successfully facilitated the three pillars of deep learning, namely mindful learning, meaningful learning, and joyful learning. Consequently, the interactive platform Educaplay is empirically proven to be effective in supporting the attainment of deep learning principles in fifth-grade elementary IPAS education.ABSTRAK Penerapan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya keterlibatan siswa, kurang optimalnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif, serta dominasi pembelajaran yang berpusat pada guru. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung pasif dan kesulitan menghubungkan konsep sains dengan fenomena nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media interaktif Educaplay terhadap ketercapaian prinsip pembelajaran mendalam pada mata pelajaran IPAS kelas V di SDN Ngarus 02 Pati. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pre-experimental melalui desain one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen tes kognitif, angket ketercapaian prinsip pembelajaran mendalam, observasi aktivitas kelas, dan dokumentasi yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Hasil pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai t_"hitung"  sebesar -12,389, yang membuktikan adanya perbedaan kemampuan sains siswa yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Persentase ketuntasan belajar klasikal siswa melonjak dari 6,00% pada pretest menjadi 96,97% pada posttest. Aktivitas berbasis permainan digital terbukti mampu memfasilitasi ketiga pilar pembelajaran mendalam, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Dengan demikian, media interaktif Educaplay terbukti efektif dalam mendukung ketercapaian prinsip pembelajaran mendalam pada pembelajaran IPAS kelas V sekolah dasar.