Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Implementasi Prinsip – Prinsip Syariah Pada Hotel Grand Darussalam Syariah Medan Ricka Dinda Safira; Muhammad Abrar Kasmin Hutagalung
MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/muqaddimah.v1i2.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi prinsip-prinsip syariah pada Hotel Grand Darussalam Syariah Medan yaitu Prinsip Tauhid, Prinsip Keadilan, Prinsip Kehendak Bebas dan Prinsip Tanggung Jawab. pada penelitian ini Penerapan Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah di Hotel Grand Darussalam Syariah Medan sudah sesuai dalam hal pelayanan, pengelolaan dan produk. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, bertempat di Hotel Grand Darussalam Syariah Medan. Penelitian ini didukung dengan adanya wawancara dengan Ibu Fifi Mourisa, A.Md.Par selaku Operational Manager, serta dengan beberapa dokumen yang berkaitan. Selanjutnya data yang didapat akan di analisis dengan melakukan tiga tahap pengolahan data. Sedangkan pengujian keabsahan data dilakukan dengan metode tringagulasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Prinsip-Prinsip Syariah Pada Hotel Grand Darussalam Syariah Medan dalam Prinsip Tauhid yaitu tersedianya masjid dan fasilitas ibadah lainnya untuk memudahkan dalam menjalankan ibadah, pada Prinsip Keadilan yaitu adil dalam menegakkan ajaran islam, menyediakan kamar khusus pria dan khusus Wanita agar setiap pengunjung yang bukan mukhrim tidak saling bertemu. Pada Prinsip Kehendak Bebas setiap pengunjung berhak memberikan masukan dan saran kepada setiap layanan hotel yang ada dan pada Prinsip Tanggung Jawab seluruh karyawan hotel akan bertanggung jawab jika ada pengunjung yg merasa tidak nyaman dan kehilangan barang maka pihak hotel akan menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan dasar hukum islam.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM UMKM BERDAYA PADA DOMPET DHUAFA WASPADA MEDAN Indriyani Septiara; Muhammad Abrar Kasmin Hutagalung
MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/muqaddimah.v1i2.177

Abstract

Skripsi dengan judul “analisis pelaksanaan program UMKM Berdaya pada Dompet Dhuafa Waspada Medan” ini ditulis oleh Indriyani Septiara, NIM 1841000009, dengan Pembimbing Bapak M. Abrar Kasmin Hutagalung, M.A Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program UMKM Berdaya dan Faktor penghambat pelaksanaan program UMKM Berdaya pada Dompet Dhuafa Waspada Medan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode penelitian kualitatif deskripsi, yang bertempatan di Dompet Dhuafa Waspada Medan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa : Pelaksaaan Program UMKM Berdaya melakukan studi kelayakan, menetapkan jenis usaha dan menyetujui usahanya, melakukan pembimbingan, melakukan pemantauan, pengendalian dan pengawasan, mengadakan evaluasi, dan membuat laporan. Faktor penghambat pelaksanaan program UMKM Berdaya, kesulitan dalam melakukan seleksi calon mustahik, dan kurangnya pengetahuan mustahiq tentang manajemen usaha.
Pelatihan Akad Pembiayaan Syariah sebagai Upaya Mengurangi Ketergantungan Masyarakat terhadap Praktik Rentenir Muhammad Abrar Kasmin Hutagalung; Ari Prabowo; Alim Murtani; Muhammad Ridwan; Siti Marisa Hafifah
Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Ekalaya Journal
Publisher : Nindikayla Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57254/eka.v5i2.165

Abstract

Interest-based lending practices by moneylenders remain a significant challenge for communities and micro-enterprises in Dusun 9, Sei Rotan Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. Limited Islamic financial literacy has resulted in a lack of understanding of Sharia-compliant financing alternatives. This community service program aimed to enhance public understanding of Islamic financing contracts and encourage the utilization of Islamic financial institutions as alternative funding sources. The program employed socialization sessions, training workshops, interactive discussions, and evaluations through pre-tests and post-tests. Participants included micro and small business owners, community leaders, and local residents. The results indicated a substantial improvement in participants’ understanding of riba, murabahah, mudharabah, musyarakah, and qardh contracts. The average participant score increased from 58.4 before the training to 84.7 after the training. Furthermore, participants demonstrated a greater interest in utilizing Islamic financing services rather than interest-based loans. This program contributed to strengthening Islamic financial literacy and supporting community economic empowerment through the adoption of Sharia-compliant financing practices
Strategi Pemasaran Minuman Boba di Desa Sei Rotan Ditinjau dari Etika Bisnis Islam Muhammad Abrar Kasmin Hutagalung; Bagus Riski; Abi Waqqosh; Dea Ananda
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1958

Abstract

Minuman boba telah menjadi salah satu tren konsumsi yang berkembang pesat di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pertumbuhan pasar bubble tea di Indonesia diproyeksikan mencapai compound annual growth rate (CAGR) sebesar 8,4% pada periode 2026–2032, sehingga mendorong meningkatnya persaingan antar pelaku usaha. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian strategi pemasaran yang diterapkan dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran minuman boba serta mengevaluasi penerapannya berdasarkan perspektif etika bisnis Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap pemilik usaha, karyawan, dan konsumen, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan meliputi pemasaran digital melalui media sosial, penetapan harga yang terjangkau, pemilihan lokasi yang strategis, serta inovasi produk melalui variasi rasa. Namun, masih ditemukan beberapa aspek yang belum sepenuhnya sesuai dengan etika bisnis Islam, terutama terkait transparansi informasi produk, konsistensi promosi, dan kepastian kehalalan bahan baku. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi pemasaran dengan prinsip etika bisnis Islam dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat daya saing UMKM, serta mendukung keberlanjutan usaha. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan sesuai dengan prinsip syariah.   Boba beverages have become one of the fastest-growing consumer trends in Indonesia, including rural areas such as Sei Rotan Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Indonesia's bubble tea market is projected to achieve a compound annual growth rate (CAGR) of 8.4% during the 2026–2032 period, leading to increasingly intense competition among business operators. This phenomenon raises concerns regarding whether the marketing strategies adopted by boba businesses are consistent with the principles of Islamic business ethics. This study aims to analyze the marketing strategies of boba beverage businesses and evaluate their implementation from the perspective of Islamic business ethics. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through field observations, in-depth interviews with business owners, employees, and consumers, as well as documentation. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the marketing strategies include digital marketing through social media, affordable pricing, strategic location selection, and product innovation through diverse flavor variants. Nevertheless, several practices remain inconsistent with Islamic business ethics, particularly regarding product information transparency, promotional consistency, and assurance of halal raw materials. The study demonstrates that integrating marketing strategies with Islamic business ethics can enhance consumer trust, strengthen the competitiveness of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and support business sustainability. These findings are expected to serve as a reference for business practitioners, academics, and policymakers in developing effective marketing strategies that are consistent with Sharia principles.