Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETERKAITAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENGARUH SOSIAL BUDAYA PADA MASYARAKAT PESISIR DI LINGKUNGAN 29 PEKAN LABUHAN Syavira Desputri; Romiza Arika; Dinda Muhajirina; Sophie Zfira Tanjung; Amanda Aulia; Rahmi Indah Syahrina Nasution; Rezki Safitri Harahap
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16813

Abstract

Masyarakat pesisir adalah kelompok masyarakat yang hidup bersama di wilayah pesisir dan membentuk budaya tersendiri yang terkait dengan ketergantungan mereka terhadap pengembangan sumber daya pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir dan pengaruh sosial budaya. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian kuantitatif deskriptif yaitu dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner terhadap masyarakat pesisir di Lingkungan 29, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan jamban keluarga, selokan/sungai dan tempat pembuangan sampah untuk sanitasi lingkungan belum mencapai 100%, namun sebagian warga sudah mampu menjaga lingkungan sebagaimana mestinya di lapangan, bukti bahwa 70% warga membuang sampah ke TPS, dan 83,3% hunian memiliki ventilasi yang memadai, pada sosial budaya masyarakat dalam penelitian ini sudah cukup baik dalam memilih pengobatan dimana 66,7% masyarakat akan ke puskesmas atau klinik terdekat saat sakit, 26,7% memilih obat di warung, dan 40% memilih obat dokter saat sakit, 33,3% memilih obat bidan. Kesimpulan  dari  penelitian  ini  adalah adanya keterkaitan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir dan pengaruh sosial budaya, dimana pada masalah kesehatan lingkungan sebagian warga sudah mampu menjaga lingkungan sebagaimana mestinya di lapangan,  Hanya saja perlu peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membudayakan kebiasaan membuang langsung limbah ke selokan atau laut, karena dapat mempengaruhi hasil tangkapan mereka yang sudah terkontaminasi limbah tersebut, dan untuk masalah sosial budaya masyarakat dalam penelitian ini sudah cukup baik, dan Hal ini menunjukan bahwa sebagian masyarakat percaya bahwa pengobatan modern adalah cara pengobatan terbaik untuk bisa menyembuhkan sakit.
Analisis Kedaruratan K3 dengan Kejadian Kecelakaan pada Proyek Konstruksi Bangunan di Perumahan Grand Safira Binjai Annisa Latifah Salsabila; Dinda Muhajirina; Oppy Oktavianty Windari; Abdurrozzaq Hasibuan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i4.93

Abstract

Occupational Safety and Health (K3) is a very important aspect in every construction project, especially in residential environments that involve building construction activities. Work accidents are a serious problem that can have a direct negative impact on workers, the surrounding environment and the project as a whole. Therefore, K3 emergency analysis is crucial for identifying potential accidents and formulating appropriate mitigation measures. The aim of this research is to find out what K3 emergencies are related to accidents during building construction at the Grand Safira Binjai housing complex. The writing method used is a quasi-experimental method, namely by giving a pre-test and post-test to measure the level of success of the research carried out and provide counseling. The results of the research show that the K3 emergency analysis with accidents on the building construction project at the Grand Safira Binjai housing complex is an increase in workers' knowledge about the work environment from initially 57.2% to 94.4% and an increase in workers' knowledge about the use of Personal Protective Equipment ( PPE) which was initially 39.8% became 85.2%. By increasing worker awareness and knowledge regarding Occupational Safety and Health (K3), it is hoped that a safer work environment can be created, increase productivity, and reduce costs due to accidents and work illnesses.
Analisis Kedaruratan K3 dengan Kejadian Kecelakaan pada Proyek Konstruksi Bangunan di Perumahan Grand Safira Binjai Annisa Latifah Salsabila; Dinda Muhajirina; Oppy Oktavianty Windari; Abdurrozzaq Hasibuan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i4.93

Abstract

Occupational Safety and Health (K3) is a very important aspect in every construction project, especially in residential environments that involve building construction activities. Work accidents are a serious problem that can have a direct negative impact on workers, the surrounding environment and the project as a whole. Therefore, K3 emergency analysis is crucial for identifying potential accidents and formulating appropriate mitigation measures. The aim of this research is to find out what K3 emergencies are related to accidents during building construction at the Grand Safira Binjai housing complex. The writing method used is a quasi-experimental method, namely by giving a pre-test and post-test to measure the level of success of the research carried out and provide counseling. The results of the research show that the K3 emergency analysis with accidents on the building construction project at the Grand Safira Binjai housing complex is an increase in workers' knowledge about the work environment from initially 57.2% to 94.4% and an increase in workers' knowledge about the use of Personal Protective Equipment ( PPE) which was initially 39.8% became 85.2%. By increasing worker awareness and knowledge regarding Occupational Safety and Health (K3), it is hoped that a safer work environment can be created, increase productivity, and reduce costs due to accidents and work illnesses.