Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Micronutrients Intake and Mathematics Achievement among Primary School Children in Magelang, Central Java Arika, Romiza; Anantanyu, Sapja; Dewi, Yulia Lanti Retno
Journal of Maternal and Child Health Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Journal of Maternal and Child Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.526 KB)

Abstract

Background: Micronutrient deficiency in school children is estimated at more than 2 million children. Deficiency of micronutrients causes damage to the physical functioning of children, impaired cognitive function, learning processes that are less than optimal, and poor academic performance. This study aimed to analyze the relationships between iodine, iron, zinc intake, and math achievement primary school children.Subjects and Method: This was an obser­vational analytic study with a cross sectional design. The study was conducted in four elemen­tary schools in Pakis, Magelang, Central Java, from March to April 2019. A sample of 177 stu­dents was selected by simple random sam­pling. The dependent variable was math achieve­ment. The independent variables were iodine, iron, and zinc intakes. The data were collected by question­naire and analyzed by a multiple linear regres­s­ion.Results: Iodine intake (b= 0.02; 95% CI= 0.01 to 0.03; p= 0.001) and zinc intake (b= 0.23; 95% CI= 0.04 to 0.41; p= 0.017), and iron intake (b= 0.08; 95% CI= -0.01 to 0.17; p= 0.052) increased math achievement in primary school children.Conclusion: Iodine intake, zinc intake, and iron intake increase math achievement in primary school children.Keywords: iodine, zinc, and iron, math achievement, primary school childrenCorrespondence: Romiza Arika. Masters Program in Nutrition, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Central Java. Email: romiza­arika652@gmail.com.Mobile: +6289506237763. Journal of Maternal and Child Health (2020), 5(2): 182-192https://doi.org/10.26911/thejmch.2020.05.02.08
Iodine Intake, UIE Levels, Nutritional Status and Academic Achievements in School-Age Children in Magelang, Central Java Romiza Arika
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 4, No 2 (2022): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v4i2.15256

Abstract

Iodine deficiency in school children is estimated at 25% worldwide. Complete brain development occurs at the age of 7 years and the development of cognitive function can be increased until 15  years with normally iodine status, namely adequate intake of iodine and Urinary Iodine Excretion (UIE). This study aims to analyze the relationship between iodine intake, UIE, height for age and academic achievements in school-age children. This research was an analytic observational study with a cross sectional design. This research was conducted in 4 elementary schools in Pakis District in March 2019. The samples were selected by random sampling, totaling 177 subjects. The dependent variable was the school's academic achievements in the form of midterm exam scores for maths, arts and sports. While the independent variables were iodine intake, UIE  and height for age. The assessment of iodine intake was using a 24-hour recall form  and interpreted using the 2007 Nutrisurvey application. The analysis method for UIE is the acid digestion method. Height for age is a child's nutritional status that can be determined based on anthropometric measurements. Academic achievements is learning outcomes as measured by midterm exam scores iin maths, arts, culture and sports. Data was analyzed by Linear Regression. Iodine intake increased math (b=0.01; p=0.014), art and sport (b=0.03; p=<0.001) scores. UIE levels increased math (b=0.01; p=0.001), art (b=0.01; p=0.002) and sport (b=0.01; p=0.003) scores. Height for age increased sport scores (b=1.58; p=0.010). The conclusion of this study is that height for age increase sports ability and iodine intake also UIE can increase academic achievements. Keyword:  Academic Achievements,  Height for Age, Iodine Intake, UIE 
GAMBARAN POLA MAKAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA BAGAN PERCUT SEI TUAN Romiza Arika; Faiza Adinda; Anggi Tri Octavelia; Huriya Al Humairah; Mutiara Ashifa; Amelia Resita Sari; Luthfia Aina Salsabila Parinduri; Siti Khadijah; Maulidia Khairiah; Rizki Makmur Siregar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16060

Abstract

Hampir dua miliar masyarakat mengalami “kelebihan gizi” sedangkan sekitar satu miliar masyarakat mengalami “kekurangan gizi” yang diakibatkan oleh pola makan tidak sehat dan budaya makan yang dipengaruhi adat/kebiasaan, agama, lingkungan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat pesisir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pola makan Masyarakat Pesisir Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini merupakan seluruh masyarakat pesisir Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah sampel 80 responden usia 20-83 tahun yang terdiri dari 26 responden laki-laki dan 54 responden perempuan. Hasil yang didapat dalam penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir di Percut Sei Tuan sudah memiliki pola makan yang teratur namun juga masih mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet dan penyedap, porsi dalam mengkonsumsi makanan utama sudah cukup baik.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DAN KEADAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA PANTAI CERMIN KANAN KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Sabila Pratiwi; Romiza Arika; Alvi Nur Ilmi br. Ginting; Zahrani Nabilah; Nabila Inne Azri; Shelly ebrina; Lutfia Nurfadillah Manurung; Taufik Hilmi; Citra Aulia Amanda; M.Abu Fattahilah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16082

Abstract

Masyarakat pesisir yaitu sekelompok masyarakat yang mempunyai tempat tinggal di daerah pesisir dan bergantung hidup dengan hasil laut, sehingga masyarakat pesisir terus bergelut dengan berbagai aspek kemiskinan, ditambah dengan faktor pendidikan yang tidak memadai menyebabkan pengetahuan masyarakat pesisir sangatlah rendah dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar, sehingga ditemukan masih banyak sekali permasalahan pada masyarakat pesisir yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan. Satu dari beberapa permasalahan yang sering ditemui pada wilayah pesisir yaitu penerapan PHBS yang rendah pada masyarakat pesisir. Survey ini menggunakan metode survey cepat. Survey ini dilakukan pada wilayah pesisir Kecamatan Pantai Cermin pada tanggal 17-19 Mei 2023. Dalam mengumpulkan data pada survey ini menggunakan kuesioner lalu didistribusikan via Google Form. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Indonesia, pada tanggal 17-19 Mei 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 orang dimana populasi dalam survey ini yaitu seluruh masyarakat di Desa Pantai Cermin Kanan. Teknik yang dilakukan adalah secara acak atau biasa disebut dengan Simple Random Sampling. Hasil survey menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai PHBS sudah sangat baik akan tetapi dikarenakan rendahnya ekonomi menyebabkan rendahnya penerapan PHBS masyarakat yang dikarenakan terbatasnya dana untuk menerapkan konsep rumah sehat. Masyarakat memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, keadaan ekonomi masyarakat masih rendah sehingga sulit untuk menerapkan konsep rumah sehat dalam PHBS.
Gambaran Perilaku Masyarakat Desa Bagan Serdang terhadap Sanitasi Rumah pada Wilayah Pesisir Romiza Arika; Dinda Azria Nasution; Fatimah Azzahra; Rahmadini Rahmadini; Balqisthi Ega Wanda; Ulfa Khoirunnisa
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i2.338

Abstract

Masyarakat pesisir merupakan kumpulan masyarakat yang mendiami wilayah pesisir, yang dimana saling ketergantungan pada pemanfaatan sumberdaya pesisir. Masalah utama pada wilayah pesisir Desa Bagan Serdang umumnya berfokus pada sanitasi  rumah, ketersediaan air bersih, maupun perilaku pada masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku pada sanitasi rumah masyarakat pesisir di daerah wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode observasi (pengamatan), angket (kuisioner), dan wawancara yang dilaksanakan di Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu dengan sampel 30 responden. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini masih minimnya sarana sanitasi lingkungan, seperti belum memiliki tempat sampah yang memadai, masih terdapatnya kondisi air bersih, kondisi rumah, kondisi jamban, dan lain sebagainya yang tidak memenuhi syarat standar kesehatan, serta masih terdapatnya perilaku yang kurang sehat pada masyarakat pesisir seperti tidak mencuci tangan menggunakan sabun,  yang dimana akan berdampak pada status kesehatan masyarakat  pesisir di Desa Bagan Serdang.  Masih minimnya sarana sanitasi lingkungan maupun air bersih pada masyarakat pesisir serta masih terdapat perilaku yang kurang sehat pada masyarakat pesisir di Desa Bagan Serdang.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT PESISIR TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA KUALA LAMA Sakina T.A Harahap; Anggi Febrian; Angga Dwi Prasetyo; Ahmad Nur Hidayat; Nurly Fadila; Risky Andreansyah; Faiza Dia Amanda Br Harahap; Riris Aditya Sari; Keysha Danty; Romiza Arika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16679

Abstract

Di Indonesia masalah penyakit yang tidak kunjung menurun prevalensinya ialah penyakit hipertensi. Tidak hanya indonesia, negara negara yang berkembang lainnya ataupun negara yang maju penyakit hipertensi ini masih di kategorikan menjadi masalah yang berulang kali terjadi dimasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat pesisir terhadap kejadian hipertensi di Desa Kuala Lama. Penelitian ini merupakan suatu penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara secara langsung yang dilaksanakan di Desa Kuala Lama, Kec. Pantai Cermin, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk dapat menggambarkan hasil penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan riwayat hipertensi dengan faktor keluarga (keturunan), perilaku merokok, dan juga pola tidur masyarakat pesisir di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin. Yang dimana faktor yang paling berpengaruh dengan terjadinya hipertensi adalah faktor keluarga yang memiliki riwayat penyakit hipertensi. Maka, kemungkinan besar keturunannya (anak) rentan akan mengalami penyakit hipertensi.
KETERKAITAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENGARUH SOSIAL BUDAYA PADA MASYARAKAT PESISIR DI LINGKUNGAN 29 PEKAN LABUHAN Syavira Desputri; Romiza Arika; Dinda Muhajirina; Sophie Zfira Tanjung; Amanda Aulia; Rahmi Indah Syahrina Nasution; Rezki Safitri Harahap
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16813

Abstract

Masyarakat pesisir adalah kelompok masyarakat yang hidup bersama di wilayah pesisir dan membentuk budaya tersendiri yang terkait dengan ketergantungan mereka terhadap pengembangan sumber daya pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir dan pengaruh sosial budaya. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian kuantitatif deskriptif yaitu dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner terhadap masyarakat pesisir di Lingkungan 29, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan jamban keluarga, selokan/sungai dan tempat pembuangan sampah untuk sanitasi lingkungan belum mencapai 100%, namun sebagian warga sudah mampu menjaga lingkungan sebagaimana mestinya di lapangan, bukti bahwa 70% warga membuang sampah ke TPS, dan 83,3% hunian memiliki ventilasi yang memadai, pada sosial budaya masyarakat dalam penelitian ini sudah cukup baik dalam memilih pengobatan dimana 66,7% masyarakat akan ke puskesmas atau klinik terdekat saat sakit, 26,7% memilih obat di warung, dan 40% memilih obat dokter saat sakit, 33,3% memilih obat bidan. Kesimpulan  dari  penelitian  ini  adalah adanya keterkaitan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir dan pengaruh sosial budaya, dimana pada masalah kesehatan lingkungan sebagian warga sudah mampu menjaga lingkungan sebagaimana mestinya di lapangan,  Hanya saja perlu peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membudayakan kebiasaan membuang langsung limbah ke selokan atau laut, karena dapat mempengaruhi hasil tangkapan mereka yang sudah terkontaminasi limbah tersebut, dan untuk masalah sosial budaya masyarakat dalam penelitian ini sudah cukup baik, dan Hal ini menunjukan bahwa sebagian masyarakat percaya bahwa pengobatan modern adalah cara pengobatan terbaik untuk bisa menyembuhkan sakit.
Macronutrient Intake at Student Breakfast at SD Negeri 76 Manado, Indonesia Elfredo Josua Halawa; Olfie Sahelangi; Ruqayah Junus; Meildy Esthevanus Pascoal; Siti Nurhasanah; Nonce Legi; Romiza Arika
Archives of The Medicine and Case Reports Vol. 4 No. 4 (2023): Archives of The Medicine and Case Reports
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/amcr.v4i4.408

Abstract

Breakfast is food eaten before or near the start of daily activities, no less than two hours after waking up, usually no later than 10.00 and increases calorie intake by around 20-35% of the body's daily needs. Macronutrients are chemical bonds designed for the body to carry out its functions, namely producing energy, building and maintaining tissue, and regulating life processes. Macronutrients include carbohydrates or energy, fat, and protein. This type of research is quantitative descriptive, which was carried out using a cross-sectional method. The sample in this study was class 4 and class 5, totaling 60 people. Data collection was obtained from the results of breakfast recall interviews using a recall form. The results of the study showed that the majority of school children's protein intake category was 43 people (71.7%) poor and 17 people (28.3%) good. For the fat intake category, school children were grouped at less than 56 people (93.3%) and good at 4 people (6.7%), and the dominant carbohydrate intake category is less than 60 people (100%). Of all the results of the intake categories for children in grades 4 and 5 at SD Negeri 76 Manado, the intake of micronutrients in the morning intake was deficient, namely carbohydrate intake, which was 100%, with the number of students being 60 people.
Organoleptic Analysis of Temitel (Tempeh Mix Egg) as an Alternative Processed Protein Source Halawa, Elfredo J; Ruqaya Junus; Irza N Ranti; Meildy E Pascoal; Cheren Kuhu; Romiza Arika
Archives of The Medicine and Case Reports Vol. 5 No. 3 (2024): Archives of The Medicine and Case Reports
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/amcr.v5i3.583

Abstract

The high need for animal protein in Indonesia has not been met optimally. Tempeh, as a source of vegetable protein, has great potential but is less popular with some groups because of its monotonous taste. Temitel, a mixture of tempeh and eggs, is presented as an alternative processed protein source which is expected to increase protein consumption in the community. This research aims to analyze the organoleptics of Temitel as a basis for developing tempeh-based functional food products. This study used a completely randomized design (CRD) with three treatments (tempeh:egg proportions) and three replications. Organoleptic parameters observed include color, aroma, texture and taste. Data were analyzed using the ANOVA test and Duncan's advanced test. The results showed that the proportion of tempe:egg had a significant effect on the organoleptic parameters of Temitel. Temitel with a higher proportion of tempeh has a darker color, stronger tempeh aroma and taste, and a denser texture. Temitel with a higher proportion of eggs has a brighter color, stronger egg aroma and taste, and a softer texture. Temitel is an alternative processed protein source that has great potential for development. The tempeh:egg proportion can be adjusted to produce Temitel with organoleptic characteristics that suit consumer preferences. Temitel is expected to increase protein consumption in society, especially among those who don't like tempeh.
Overview of Environmental Sanitation and Socio-Cultural of Coastal Communities in Fishing Village, Medan Belawan District, Indonesia Nasution, Amalia Rahmi; Romiza Arika; Cut Nasywa Kesuma Dany; Mawaddah Sri Rezeki Dalimunthe; Desri Amrainum; Ella Asri Fauziah; Fatma Salsabila; Indah Rizqika; Mayumi Ershanda; Muhammad Subhan
Eureka Herba Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Eureka Herba Indonesia
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ehi.v4i4.90

Abstract

An overview of environmental and socio-cultural sanitation is very interesting to explore. Environmental sanitation and the social culture of coastal communities in fishing villages are inseparable aspects of their daily lives. This study aimed to understand the description of environmental sanitation and socio-culture of the coastal community of fishing village, Medan Belawan District, Indonesia, in order to create sustainable and equitable solutions for them. This study is a descriptive observational study. A total of 100 informants were included in this study. Data analysis was carried out univariately to present environmental sanitation and socio-cultural data. Waste processing in the environment is still very bad, where garbage is generally just piled up, and no waste management efforts are carried out. The community also does not have healthy latrines, which shows that sanitation conditions are still not a good report. The majority report also does not have refrigerators as food storage, and the community, in general, has not implemented a clean and healthy lifestyle. The source of clean water and processed drinking water treatment also still show things that are not good. Water sources and processing that are not optimal make the majority of people experience skin problems. The overview of environmental sanitation and the socio-culture of coastal communities in fishing villages shows how important it is to increase efforts to keep the environment clean and maintain cultural values in their daily lives.
Co-Authors Ahmad Nur Hidayat Aina Fitrah Aulia Ritonga Aldi Syahputra Nasution Alisa Ariani Sagala Alvi Nur Ilmi br. Ginting Amanda Aulia Amelia Resita Sari Angga Dwi Prasetyo Anggi Febrian Anggi Tri Octavelia Anjaini, Nurul Annisa Nur Ardiani Annisa, Frety Salma Assyifa, Rumaisha Aulia, Amanda Zafira Balqisthi Ega Wanda Cheren Kuhu Citra Aulia Amanda Clarissa Bunga Mahir Cut Nasywa Kesuma Dany Dasopang, Lailatul Mahpuja Desputri, Syavira Desri Amrainum Dinda Azria Nasution Dinda Muhajirina Elfredo Josua Halawa Ella Asri Fauziah Evi Damayanti Fachira, Ar Rum Nur Fadhila Azzahra Pardosi Fadhilah Rahmadani Fathin Faiza Adinda Faiza Dia Amanda Br Harahap Fatimah Azzahra Fatma Salsabila Febby Yuwanda Fitria, Adinda Dwi Futri Ritonga Giranza, Virgian Halawa, Elfredo J Harahap, Rezki Safitri Haridani, Hifza Hasibuan, Rafiqoh Hildayana, Tri Hilwa Azkiya Hasibuan Huriya Al Humairah Indah Rizqika Ira Agustin Irza N Ranti Jusmaini Keysha Danty Khairani, Khovifah Khairini, Khovifah Khairunisa, Jeny Khairunnisa, Tia Zahra Khetri, Anggina Cucu Kina Sari Lestari, Ninis Lutfia Nurfadillah Manurung Luthfia Aina Salsabila Parinduri M.Abu Fattahilah Manik, Hubban Fathani Mastuti Berutu Maulidia Khairiah Mawaddah Sri Rezeki Dalimunthe Mayumi Ershanda Meildy E Pascoal Meildy Esthevanus Pascoal Muhajirina, Dinda MUHAMMAD SUBHAN Muizza, Mughni Munika, Tia Mutiara Ashifa Nabila Inne Azri Nainggolan, Natasya Salsabila Nasution, Amalia Rahmi Nasution, Rahmi Indah Syahrina Nona Adila Syafitri Zein Nonce Legi Nurhanifah Nurhayati Nurhayati Nurly Fadila NURUL RAHMAWATI Olfie Sahelangi Prananda, Anasya Putra Apriadi Siregar Rahmadini Rahmadini Rahmi Indah Syahrina Nasution Rezki Safitri Harahap Riris Aditya Sari Risky Andreansyah Rizki Makmur Siregar Ruqaya Junus Ruqayah Junus Sabila Pratiwi Sagala, Shinny Syafitri Sakina T.A Harahap Salsabila, Assyifa Azzahra Salwa Luthfiyyah Novi Salwa Salsabila Siregar Salwa, Fadillah Sandrina Aulia Harahap Sapja Anantanyu, Sapja Shelly ebrina Sheylla Azzahra Sianturi, Anggina Cucu Khetri Siti Khadijah Siti Khodizah Harahap Siti Nurhasanah Siti Soraya Tambunan Sophie Zfira Tanjung Suciono, Muhamad Wahyu Suraya, Rani Syafran Arrazy Syalsabila Sifa Syavira Desputri Tanjung, Sophie Zafira Taufik Hilmi Ulfa Khoirunnisa Vazira Nurul Assyfa Vindy Ammadhea Tanjung Widya Kinanti yulia lanti retno dewi Zahrani Nabilah