Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

METODE PAVEMENT CONDITIONAL INDEX (PCI) PADA JALAN LINGKAR KOTA KUALA PEMBUANG: Budi Tjahjono1), Donny Dwy Judianto Leihitu  2) , Rahul Shari Razab 3) Donny Dwy Judianto Leihitu
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/achxzd34

Abstract

Jalan lingkar kota merupakan jalan lingkar untuk menghindari lalu lintas di pusat kota. Jalan lingkar kota sering dilalui kendaraan-kendaraan bermuatan tinggi ke arah Pelabuhan Segintung yang mengakibatkan kerusakan pada jalantersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan lingkat kota dan menentukan tingkat kerusakan perkerasaan jalan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Pada STA 0+000 S/D 0+500 maka didapatkan nilai PCI rata-rata 17.4 yang didapatkan dari hasil pembagian seluruh jumlah PCI setiap segmen,  dari pembagian tersebut maka didapatkan nilai kondisi jalannya adalah sangat buruk (very poor), Jenis kerusakan yang ditelitipada ruas jalan lingkar kota  KM 3+500 sampai Km 4+000 antara lain retak kulit buaya, amblas, cekungan, tambalan dan lubang. Dari segi kerusakan yang terbanyak muncul adalah retak kulit buaya dengan jumlah 15 kerusakan. Maka didapat disimpulkan bahwa nilai perkerasaan jalan yang terdapat pada ruas jalan lingkar kota  KM 3+500 S/D Km 4+000 adalah sangat buruk, dengan panjang 500 meter termasuk jenis penanganan rekonstruksi. Pada penelitian ini maka perawatan preventif dan menggunakan data tentang beban lalu lintas dapat digunakan sebagai solusi.  
Managerial and Governance Implications of Knowledge Gap and Attitude Convergence Among STD-B-Registered Independent Oil Palm Farmers in Seruyan Tirsa Neyatri Bandrang; Donny Dwy Judianto Leihitu
Journal of Economics and Management Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Economics and Management, June 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/ecoma.v4i2.826

Abstract

Institutional documentation such as the Plantation Business Registration Letter for Cultivation (STD-B) is often treated as a proxy for smallholder readiness to meet sustainability standards, yet administrative registration does not guarantee uniform managerial and cognitive readiness. This study examined whether independent oil palm farmers who shared identical administrative status differed in their understanding of, and attitude toward, STD-B and the Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) certification system. A quantitative, comparative census was conducted among all 51 registered independent farmers in Halimaung Jaya Village (n = 18) and Mekar Indah Village (n = 33), Seruyan Regency, Central Kalimantan, using a five-point Likert questionnaire, interviews, observation, and documentation; data were analyzed using descriptive statistics and the Mann-Whitney U test. Farmers' average knowledge score was 3.33 in Halimaung Jaya and 3.52 in Mekar Indah, a statistically significant difference (U = 122.000; Z = -3.472; p < 0.001; r = 0.486). Attitude scores were 3.69 and 3.75, with no significant difference (U = 258.500; Z = -0.773; p = 0.440; r = 0.108). The findings revealed a genuine knowledge gap alongside a convergence of positive attitudes, suggesting that document-based governance requires complementary, village-specific knowledge-management strategies to build substantive institutional capacity.