Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Assessment Instrument For Tahfiz Al-Qur’an at East Jakarta Elementary School Ernawari Ernawati; Sintha Wahjusaputri; Giyanti Giyanti; Hari Setiadi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4463

Abstract

The purpose of this study is to examine the tahfiz Al-Qur'an instrument developed by teachers at an elementary school in East Jakarta. The descriptive qualitative methodology was adopted in this research. This study's subject was teachers that teach tahfiz Al-Qur’an at elementary schools in East Jakarta, and the object was twelve instruments created by Tahfiz teachers in East Jakarta. The data gathering method is carried out by assessing the instruments developed by teachers. The instruments were analyzed by two experts and discussed in Forum Group Discussion (FGD) and engaged practitioners, there were tahfiz teachers in East Jakarta. Beside that the, the data collection is carried out through interviews dan document study. The interview guide is used to reinforce the data related to the tahfiz teacher's knowledge of the concept of assessment. The results showed that the assessment instrument made by tahfiz teachers at the elementary school level in East Jakarta still needs to be revised to meet the assessment principles. These instruments also need to be developed to produce systematic scoring criteria and guidelines. The conformity level on material aspect on average score 2,61; construct aspect on average score 1,42; usage language aspect on average score 2,10, and average total conformity on score 2,04.
Dr. Sarbini, M.H.I (Konsep Pendidikan Robaniyah) Ernawari Ernawati; Sintha Wahjusaputri; Giyanti Giyanti; Hari Setiadi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.778 KB) | DOI: 10.30868/ei.v1i01.11

Abstract

SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul dalam perspektif Islam disebut sebagai kelompok masyarakat sābiqun bi al-khairāt [1](pemenang lomba kebaikan atau pencetak rekor kebaikan). SDM unggul yang nerupakan kelompok masyarakat sābiqun bi al-khairāt adalah sumber daya yang merefleksikan delapan karakter khusus yang dimilikinya, yaitu:Memiliki rasa takut kepada Allah Swt (al-khauf min Allah).Memiliki kekuatan iman (quwwah al-imān)Memiliki tauhid yang bersih (tajrīd al-tauhīd)Mengenal urgensi waktu dan umur (ma`rifah qīmah al-awqāt wa al-a`mār)Tekad yang jujur, cita-cita yang tinggi dan kemauan yang kuat.Semangat kompetitif dalam setiap kebaikanHati yang bersih (salāmah al-shadr)Peniti jalan pendahulu mereka yang shalih.[2]Adian Husaini dalam catatannya yang disampaikan dalam diskusi sabtuan di INSIST, 12 Juni 2010 M mengatakan bahwa inilah hakekat dari tujuan pendidikan, yakni mencetak manusia yang baik, sebagaimana dirumuskan oleh Prof. S.M. Naquib al-Attas dalam bukunya, Islam and Secularism: “The purpose for seeking knowledge in Islam is to inculcate goodness or justice in man as man and individual self. The aim of education in Islam is therefore to produce a goodman… the fundamental element inherent in the Islamic concept of education is the inculcation of adab…”[3]Tujuan pendidikan yang menurut Ahmad Tafsir telah difahami oleh para pemikir sejak 600 tahun SM ini[4], pada tataran kebijakan dan aplikasinya di dunia pendidikan di Indonesia –menggunakan istilah Ibn Taimiyah-[5] masih bersifat `ilm al-yaqīn (informasi ilmiyah yang diyakini), belum sampai kepada `ain al-yaqīn (realita yang diyakini) apalagi sampai kepada haq al-yaqīn(perwujudan hakiki keyakinan).[1] Qs. Fathir [35]: 32[2] Intisari dari Qs. Al-Mu`minun [23]:57-61. Baca: Māzin Ibn `Abd al-Karīm al-Freh, al-Rāid Durūs Fi al-Tarbiyyah wa al-Da`wah, Saudi Arabia: Dār al-Andalus al-Khadrā, 2006, Cet ke-3, Juz. I, hlm. 332-336[3] http://www.insistnet.com[4]http://www.knowledge-leader.net/2011/12/pendidikan-agama-islam-sebagai-basis pendidikan-karakter/[5] Khālid Abū Syādī, Rihlah al-Bahts `An al-Yaqīn, Thanthā: Dār al-Basyīr, 2006, Cet ke-1, hlm.13
PELATIHAN PEMASARAN MELALUI DIGITAL MARKETING BAGI SISWA SMKS BUDI MULIA KOTA TANGERANG UNTUK MENJADI WIRAUSAHAWAN SUKSES DI ERA DIGITAL Sintha Wahjusaputri; Mohammad Suryadi Syarif; Doni Purwani; Rahma Widiati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.438-447

Abstract

Daya serap lulusan SMK ke dunia kerja saat ini masih cukup rendah berdasarkan data yang ada. Hal ini terjadi karena adanya kesenjangan yang signifikan antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dan tuntutan di tempat kerja. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Diksi mendukung inisiatif Revitalisasi Sekolah Vokasi. Sebagai salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) wajib melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. UHAMKA antusias mendukung program ini dan bekerjasama dengan SMK Swasta Budi Mulia yang berlokasi di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Tujuan utama dari layanan ini adalah untuk membekali siswa yang terdaftar di SMK Swasta Budi Mulia dengan kompetensi yang diperlukan untuk berkembang sebagai wirausaha di era digital. Tim pengabdi mengadakan seminar mengenai content marketing, kewirausahaan, dan pola pikir positif mahasiswa. Metodologi layanan terdiri dari empat fase berbeda: kolaborasi, persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi kegiatan. Sebagai konsekuensi dari mengikuti kegiatan pelatihan pemasaran melalui pemasaran digital sebagai bagian dari upaya pengabdian masyarakat ini, siswa memperoleh pemahaman tentang prinsip-prinsip pemasaran, pola pikir kewirausahaan, dan pemasaran konten.
Dr. Sarbini, M.H.I (Konsep Pendidikan Robaniyah) Ernawari Ernawati; Sintha Wahjusaputri; Giyanti Giyanti; Hari Setiadi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i01.11

Abstract

SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul dalam perspektif Islam disebut sebagai kelompok masyarakat sābiqun bi al-khairāt [1](pemenang lomba kebaikan atau pencetak rekor kebaikan). SDM unggul yang nerupakan kelompok masyarakat sābiqun bi al-khairāt adalah sumber daya yang merefleksikan delapan karakter khusus yang dimilikinya, yaitu:Memiliki rasa takut kepada Allah Swt (al-khauf min Allah).Memiliki kekuatan iman (quwwah al-imān)Memiliki tauhid yang bersih (tajrīd al-tauhīd)Mengenal urgensi waktu dan umur (ma`rifah qīmah al-awqāt wa al-a`mār)Tekad yang jujur, cita-cita yang tinggi dan kemauan yang kuat.Semangat kompetitif dalam setiap kebaikanHati yang bersih (salāmah al-shadr)Peniti jalan pendahulu mereka yang shalih.[2]Adian Husaini dalam catatannya yang disampaikan dalam diskusi sabtuan di INSIST, 12 Juni 2010 M mengatakan bahwa inilah hakekat dari tujuan pendidikan, yakni mencetak manusia yang baik, sebagaimana dirumuskan oleh Prof. S.M. Naquib al-Attas dalam bukunya, Islam and Secularism: “The purpose for seeking knowledge in Islam is to inculcate goodness or justice in man as man and individual self. The aim of education in Islam is therefore to produce a goodman… the fundamental element inherent in the Islamic concept of education is the inculcation of adab…”[3]Tujuan pendidikan yang menurut Ahmad Tafsir telah difahami oleh para pemikir sejak 600 tahun SM ini[4], pada tataran kebijakan dan aplikasinya di dunia pendidikan di Indonesia –menggunakan istilah Ibn Taimiyah-[5] masih bersifat `ilm al-yaqīn (informasi ilmiyah yang diyakini), belum sampai kepada `ain al-yaqīn (realita yang diyakini) apalagi sampai kepada haq al-yaqīn(perwujudan hakiki keyakinan).[1] Qs. Fathir [35]: 32[2] Intisari dari Qs. Al-Mu`minun [23]:57-61. Baca: Māzin Ibn `Abd al-Karīm al-Freh, al-Rāid Durūs Fi al-Tarbiyyah wa al-Da`wah, Saudi Arabia: Dār al-Andalus al-Khadrā, 2006, Cet ke-3, Juz. I, hlm. 332-336[3] http://www.insistnet.com[4]http://www.knowledge-leader.net/2011/12/pendidikan-agama-islam-sebagai-basis pendidikan-karakter/[5] Khālid Abū Syādī, Rihlah al-Bahts `An al-Yaqīn, Thanthā: Dār al-Basyīr, 2006, Cet ke-1, hlm.13
Analisis Efektivitas Kartu Jakarta Pintar Plus terhadap Perubahan Perilaku Positif Siswa di SMA Negeri 99 Jakarta Timur Sri Eka Herwati; Hadi Khaerudin; Sintha Wahjusaputri
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3696

Abstract

Program Kartu Jakarta Pintar Plus merupakan kebijakan pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bertujuan memberikan dukungan finansial bagi siswa dari keluarga berpenghasilan rendah sekaligus mendorong pembentukan perilaku positif. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan kesenjangan antara tujuan normatif kebijakan dan praktik di lapangan, di mana orientasi program lebih menekankan pada retensi siswa dibandingkan perubahan perilaku dan penguatan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program Kartu Jakarta Pintar Plus dalam mendorong perubahan perilaku serta tanggung jawab finansial siswa di SMA Negeri 99 Jakarta Timur. Penelitian menggunakan desain triangulatif konvergen dengan dominasi pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui survei terhadap 96 siswa penerima Kartu Jakarta Pintar Plus, wawancara mendalam dengan siswa, wali kelas, guru Bimbingan Konseling (BK), operator KJP, kepala sekolah, serta dokumentasi pelaksanaan program. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung analisis deskriptif kuantitatif. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kartu Jakarta Pintar Plus efektif dalam meningkatkan akses pendidikan, motivasi belajar, dan kedisiplinan siswa. Sebanyak 81,25% responden menilai program sangat efektif dan 18,75% efektif dalam pemanfaatan dana. Namun, efektivitas pada aspek kemandirian dan tanggung jawab finansial siswa masih memerlukan penguatan. Faktor dukungan keluarga, pendampingan wali kelas dan guru BK, serta pengawasan penggunaan dana memengaruhi efektivitas program. Implikasinya adalah Program KJP Plus tidak hanya berfungsi sebagai bantuan finansial, tetapi juga berpengaruh terhadap perubahan perilaku siswa, khususnya dalam meningkatkan motivasi belajar, kedisiplinan, dan tanggung jawab akademik.