Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUCATION AND TRAINING: THE MANAGEMENT OF BATAK WEAVING AND DIGITAL-BASED MARKETING AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL SMK NEGERI 1 SIPOHOLON IN NORTH TAPANUL Lustani Samosir; Wolter Parlindungan Silalahi; Binur Panjaitan; Arif Surpi Sitompul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17394

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membantu siswa dalam mengembangkan ide manajemen tenun batak serta pemasaran berbasis digital. Kegiatan ini dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang mencakup materi tentang pemasaran tenun batak berbasis digital. Kegiatan PkM dilakukan oleh tim dari program studi S3 Manajemen Pendidikan Kristen (MPK) Pascasarjana IAKN Tarutung di SMK Negeri 1 Sipohon Kabupaten Tapanuli Utara. Tahapan pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan pendahuluan, dan rapat koordinasi. Kegiatan dilaksanakan dengan pembentukan kelompok siswa, pemaparan materi, sesi tanya jawab dan pemberian penghargaan. Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mempresentasikan ide pemasaran tenun batak berbasis digital dari para narasumber, dan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Siswa-siswi peserta pendidikan dan pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi dan tampak benar-benar membutuhkan wawasan tentang pemasaran berbasis digital. Terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara tim Pengabdian kepada Masyarakat dan SMK Negeri 1 Sipoholon memberikan harapan untuk kerja sama yang lebih lanjut. Dengan demikian dapat disimpulkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berhasil memberikan manfaat bagi siswa SMK Negeri 1 Sipoholon dalam mengembangkan ide manajemen tenun batak dan pemasaran berbasis digital.
HOSPITALITAS JALAN CITA-CITA HIDUP BERSAMA DALAM SATU BUMI YANG SAMA DARI SUMBER YANG SAMA Samuel A.K Ompusunggu; Arif Surpi Sitompul
Pute Waya : Sociology of Religion Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pwjsa.v4i2.1686

Abstract

Indonesia sedang masuk pada fase yang dimana kelompok-kelompok intoleransi dan radikal sedang secara bergotong royong melumat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Proses-proses kotor yang dilakukan segelintir orang dan kelompok pada masa pemilihan tahun 2019 berdampak hingga saat ini. Politik identitas dan ras semakin giiat dikumandangkan oleh para elite. Untuk itu lah pemerintah dalam hal ini dengan cepat memulaikan pola kehidupan beragama yang disebut sebagai moderasi beragama. Namun tentu hal itu belum serta merta menjadi jalan untuk membendung perpecahan yang sedang terjadi. Setidaknya menurut penulis nilai luhur bangsa Indonesia adalah hospitality atau keramahan yang sudah ada sejak dahulu. Maka dalam hal ini penulis dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif menggali kedalam sumber bacaan bukuu atau jurnal yang membahasn konsep dan teori nilai-nilai hospitalitas dalam konteks kekristenan sebagai salah satu jalan untuk hidup bersama dalam bumi yang sama dan dari sumber yang sama. Penulis menyimpulkan bahwa hospitalitas bukan hanya sekadar menyediakan kebutuhan bagi sesama, tetapi juga mencakup menciptakan waktu dan ruang dalam diri dan kehidupan gereja secara bersama. Dalam pertemuan dengan kehidupan yang sangat multi ragam dan majemuk
Transformasi Manajemen dan Kepemimpinan Gereja: Dari Model Tradisional dan Tantangan Postmodern Menuju Kerangka Implementasi Society 5.0 Krisda Mahdalena Sinaga; Arif Surpi Sitompul; Jon Roi Tua Purba
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 9 No 1 (2026): Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v9i1.778

Abstract

Church leadership and management are faced with a dual disruption: the challenges of traditional and postmodern church leadership and management. Therefore, tension or clash occurs between the hierarchical structure of the traditional church and the demands of the postmodern church. Furthermore, the church is unprepared to face the era of Society 5.0. This study uses descriptive qualitative methods and a systematic literature review. The study aims to describe the basic concepts of traditional, postmodern, and Society 5.0, then conduct a comparative study between traditional church management and leadership and postmodern demands, and then formulate a strategic implementation framework in the era of Society 5.0. The results show that traditional churches tend to be slow and manual, thus hindering leadership flexibility and progress. Therefore, structural-managerial and leadership transformation, as well as integrative digital transformation, are needed. The results also show that postmodern adoption requires not only technology, but also structural and spiritual reform to ensure the integrity and relevance of service amidst the crisis of truth. These findings contribute to church leaders in traditional and postmodern church situations and prepare the church to face the era of Society 5.0. AbstrakKepemimpinan dan manajemen gereja diperhadapkan pada disrupsi ganda yaitu tantangan kepemimpinan dan manajemen gereja tradisional dan gereja postmodern. Oleh sebab itu, terjadi ketengangan atau benturan antara struktur hierarkis gereja tradisional dan tuntutan gereja di postmodern. Selain itu, ketidaksiapan gereja menghadapi era society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan tinjauan literatur sistematis. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dasar tradisional, postmodern dan society 5.0, kemudian melakukan studi komparatif antara manajemen dan kepemimpinan gereja tradisional dan tuntutan postmodern, selanjutnya merumuskan kerangka implementasi strategis di era society 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja tradisional memiliki kecenderungan lambat dan manual sehingga menghambat fleksibilitas dan kemajuan kepemimpinan. Oleh sebab itu, dibutuhkan transformatif struktural-manajerial dan kepemimpinan, serta digital secara integratif. Hasil menunjukkan juga bahwa adopsi postmodern tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi reformasi struktural dan spiritual untuk memastikan integritas dan relevansi pelayanan di tengah krisis kebenaran. Temuan ini memberikan kontribusi kepada para pimpinan gereja dalam situasi gereja tradisional dan postmodern serta mempersiapkan gereja dalam menghadapi era society 5.0.