Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN MENABUNG SEJAK DINI UNTUK MASA DEPAN DI DESA ALAI SELATAN KABUPATEN MUARA ENIM Mei Sari; Fauziah Afriyani; Vhika Meiriasari; Mutiara Kemala Ratu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17141

Abstract

ABSTRAKMenabung merupakan salah satu cara pengelolaan keuangan dengan cara menyisihkan uang saku yang dimiliki untuk disimpan. Adanya kesadaran menabung bagi anak-anak adalah sangat penting dipupuk sejak dini karena sebagai pembelajaran yang paling utama untuk menabung, desa Alai Selatan memiliki anak-anak yang juga masih kurang minat menabung dikarenakan kurangnya gerakan menabung sejak dini baik dari pihak lembaga ataupun orang tuanya. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran anak-anak Desa Alai Selatan akan pentingnya menabung sejak dini, meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang manfaat menabung, meningkatkan kemauan anak-anak untuk giat dan semangat menabung dengan cara pembuatan celengan yang unik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Pemaparan secara lansung pada anak-anak Desa Alai Selatan, serta melakukan pembuatan celengan menggunakan botol bekas. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini anak-anak menjadi tau akan pentingnya dari menabung, manfaat menabung dan anak-anak juga menpunyai jiwa yang kreatif dengan adanya hasil dari mereka membuat tabungan menggunakan botol bekas yang diolah menjadi barang yang berguna. Anak-anak diharapkan tetap konsisten menabung walaupun Program Kerja ini selesai dijalankan dan mempunyai jiwa-jiwa kreatif dalam diri mereka sejak dini. Kata kunci: menabung sejak dini; kesadaran; desa alai selatan ABSTRACTSaving is one way of managing finances by setting aside the pocket money you have for savings. It is very important to foster an awareness of saving for children from an early age because as the most important lesson for saving, South Alai village has children who also still lack interest in saving due to the lack of movement to save from an early age either from the institution or their parents. This community service activity aims to raise awareness of the children of South Alai Village about the importance of saving from an early age, increase children's knowledge about the benefits of saving, increase children's willingness to be active and enthusiastic about saving by making unique piggy banks. This community service activity uses the method of direct exposure to the children of South Alai Village, as well as making piggy banks using used bottles. As a result of this community service, children become aware of the importance of saving, the benefits of saving and children also have a creative spirit with the results of them making savings using used bottles which are processed into useful items. Children are expected to remain consistent in saving even after this Work Program is completed and to have creative spirits within them from an early age. keywords: saving early; awareness; alai selatan village
Penguatan keuangan usaha mikro perajin pewarna alam melalui pendampingan akuntansi dan strategi pengembangan bisnis pada kelompok usaha perajin di Desa Burai Vhika Meiriasari; Reny Aziatul Pebriani; Endah Dewi Purnama Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30816

Abstract

AbstrakDesa Burai di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dikenal sebagai pusat kerajinan berbahan pewarna alami dengan potensi ekonomi yang besar. Meski demikian, para perajinnya masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan, pemasaran, dan permodalan. Kurangnya pemahaman tentang pencatatan keuangan menyulitkan mereka dalam mengatur arus kas dan menentukan harga produk secara tepat. Sementara itu, teknik pemasaran yang masih tradisional membatasi perluasan pasar, dan keterbatasan akses modal memperlambat pertumbuhan usaha. Program ini bertujuan untuk menguatkan keuangan usaha mikro perajin pewarna alam melalui pendampingan akuntansi dan strategi pengembangan bisnis. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan evaluasi terhadap kelompok usaha perajin. Pelatihan akuntansi sederhana akan membantu perajin dalam memahami pencatatan keuangan dan laporan laba rugi. Strategi pengembangan bisnis akan difokuskan pada pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, serta inovasi produk untuk meningkatkan daya saing. Selain itu, pendampingan dalam mengakses permodalan akan diberikan melalui edukasi terkait alternatif pendanaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan hibah usaha mikro. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan literasi keuangan perajin, penerapan pencatatan keuangan yang lebih baik, peningkatan omzet melalui pemasaran digital, serta peningkatan peluang akses permodalan. Dengan pendekatan ini, perajin di Desa Burai diharapkan dapat mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka dan memperkuat industri kreatif berbasis pewarna alami. Kata kunci: akuntansi usaha mikro; pewarna alam; pemasaran digital; akses permodalan; pengembangan bisnis. AbstractBurai Village in Tanjung Batu District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra is known as a center for handicrafts made from natural dyes with great economic potential. However, the craftsmen still face various challenges in developing their businesses, especially in terms of financial management, marketing, and capital. The lack of understanding of financial records makes it difficult for them to manage cash flow and price products appropriately. Meanwhile, traditional marketing techniques limit market expansion, and limited access to capital slows down business growth. This program aims to strengthen the finances of micro businesses of natural dye artisans through accounting assistance and business development strategies. The methods used include training, mentoring, and evaluation of artisan business groups. Simple accounting training will help craftsmen in understanding financial records and income statements. Business development strategies will be focused on digital marketing, the use of social media, and product innovation to increase competitiveness. In addition, assistance in accessing capital will be provided through education related to alternative funding such as People's Business Credit (KUR) and micro business grants. The expected results of this program are an increase in financial literacy of craftsmen, the implementation of better financial records, an increase in turnover through digital marketing, and an increase in opportunities for access to capital. With this approach, artisans in Burai Village are expected to develop their businesses in a more professional and sustainable manner, so as to be able to improve their economic welfare and strengthen the creative industry based on natural dyes. Keywords: micro business accounting; natural dyes; digital marketing; access to capital; business development.