Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Study of Color, Atmosphere, and Furniture in Architectural Studio Classroom: Perspective from Mix-Methods Research Alman Zaky Adryan; Muhammad Wildan Ramdani; Tri Cahyo Darwanto; Kelorri Lavrentino Budiarto; Mustika Kusumaning Wardhani
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2023.v13i1.001

Abstract

Kondisi studio arsitektur yang optimal serta penataan pada ruang yang sesuai standar dapat membuat mahasiswa merasa nyaman. Faktor kenyamanan menjadi penting untuk dapat menerima materi pembelajaran dengan efektif tanpa distraksi negatif dari ruang itu sendiri. Adapun indikator ruang yang dapat mempengaruhi pembelajaran yang efektif adalah seperti pilihan warna, pensuasanaan, dan penataan furnitur. Penelitian ini bertujuan untuk dapat melihat bagaimana pemilihan warna, pensuasanaan, dan penataan furnitur dapat mempengaruhi efektivitas belajar di ruang kelas berbasis studio. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan interpretasi data mendalam secara kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat beberapa hal pada pemilihan warna, penghawaan, pencahayaan, dan penataan furnitur pada ruang studio yang belum memenuhi standar dan mendapat respon negatif dari perspektif mahasiswa berkenaan dengan efektivitas belajar. Adapun hasil temuan penelitian diharapkan dapat menjadi masukan dan saran dalam merancang ruang kelas berbasis studio yang baik khususnya pada pembelajaran arsitektur. Optimal architectural studio conditions and standardized room arrangements can make students feel comfortable. The comfort factor is essential to receive learning material effectively without 'negative' distractions from the space itself. The room indicators that can affect effective learning are the choice of color, atmosphere, and furniture arrangement. This study aims to see how the choice of color, atmosphere, and furniture arrangement can affect learning effectiveness in studio-based classrooms. The method used is a quantitative method with in-depth data interpretation qualitatively. The study's results found several things in the selection of colors, ventilation, lighting, and layout furniture arrangement in the studio-based classroom that needed to meet the standards and received negative responses from the student's perspective regarding learning effectiveness. The results of the research findings are expected to be input and suggestions in designing studio-based classrooms, especially in architecture learning.
Perancangan Eco-Pesanteren Dengan Pendekatan Gaya Arsitektur Ustmani Di Desa Ciburial Kabupaten Bandung Melalui Metode Atumics Alman Zaky Adryan; Erwin Yuniar Rahadian
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i3.13482

Abstract

ABSTRAK Proyek pembangunan boarding school dalam bentuk pesantren di Kabupaten Bandung bukanlah hal baru. Model pendidikan pesantren sudah cukup populer di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, yang memiliki jumlah peminat pesantren terbanyak di negara ini.Pesantren ini dibangun di atas lahan seluas 40.000 m² dengan mempertimbangkan aspek geografis, demografi, kurikulum, dan sejarah arsitektur. Tujuan proyek ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan berkelanjutan. Pesantren ini dirancang sebagai kombinasi antara tempat tinggal dan sarana pendidikan bagi para siswa dalam mempelajari agama Islam serta pelajaran lainnya, dengan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai sejarah pesantren sejak era Turki Utsmani dan ekologi tropis Jawa Barat.Teori Transforming Tradition oleh Adhi Nugraha melalui metode ATUMICS digunakan untuk menggabungkan arsitektur tropis Jawa Barat dengan gaya arsitektur Utsmani. Proyek ini bertujuan untuk mewujudkan pesantren berbasis ekologi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis dan memiliki nilai budaya tinggi, dengan penerapan elemen-elemen bangunan bersejarah Utsmani yang disesuaikan dengan adaptasi arsitektur tropis di Jawa Barat. Kata kunci: arsitektur tropis, arsitektur ustmani, boarding school, metode atumics, pesantren  ABSTRACTThe project to build boarding schools in the form of Islamic boarding schools in Bandung Regency is not new. The pesantren education model is quite popular in Indonesia, especially in West Java, which has the largest number of pesantren enthusiasts in the country. This pesantren was built on an area of 40,000 m² by considering geographical, demographic, curriculum, and architectural history aspects. The goal of this project is to create a harmonious and sustainable learning environment. This pesantren is designed as a combination of housing and educational facilities for students in learning Islam and other subjects, with an approach that integrates the historical values of the pesantren since the Ottoman era and the tropical ecology of West Java.The Transforming Tradition theory by Adhi Nugraha through the ATUMICS method is used to combine the tropical architecture of West Java with the Ottoman architectural style. This project aims to realize an ecology-based pesantren that is not only functional, but also aesthetic and has high cultural value, with the application of Ottoman historical building elements adapted to the adaptation of tropical architecture in West Java. Keywords: atumics method , boarding school, islamic boarding school, tropical architecture, ustmanic architecture,