Euis Nurasiah Jamil
STAI Pelabuhan Ratu Sukabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Tikrar Dalam Meningkatakan Hafalan Matan Nadzom Kitab Alfiyyah Ibnu Malik Di Pondok Pesantren Assalafiyyah Jujun; Euis Nurasiah Jamil; Anhar Munandar
Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam Vol 1 No 2 (2023): Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/murid.12278

Abstract

Pondok Pesantren Assalafiyyah adalah  pondok pesantren yang relatif tua di Desa buniwangi yang pada tiap tahunnya terdapat beberapa santri yang telah hafal nadzom matan kitab alfiyyah ibnu malik . Sedangkan pembelajaran matan nadzom kitab alfiyyah itu sendiri sudah sejak dari dulu diajarkan kepada santri-santri di pondok pesantren tersebut. Akan tetapi saampai saat ini masih konsisten menghafalkan nadzom kitab alfiyyah. Fokus penelitiannya (1) Bagaimanakah tindakan penerapan metode tikrar dalam meningkatkan hafalan matan nadzom  kitab alfiyyah ibnu malaik dipondok pesantren assalafiyyah buniwangi pelabuhanratu (2) Apa Tujuan penerapan metode tikrar dalam meningkatkan hafalan matan nadzom  kitab alfiyyah ibnu malaik dipondok pesantren assalafiyyah buniwangi pelabuhanratu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan Pendekatan Pedagogik dan jenis metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Tektik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan penentuan subyek penelitian menggunakan purposive yaitu memilih informan yang membidangi dan berkaitan dengan penelitian, diantaranya: pimpinan, ustadz pengajar dan santri. Hasil dari penelitian ini (1) Tindakan penerapan metode tikrar pada matan kitab alfiyyah ibnu mlik di Pondok Pesantren Assalafiyyah ini diawali dengan perencanaan kegiatan penulisan terjemahan matan kitab tersebut dengan metode lugoh dan dilanjutkan dengan metode membaca berirama untuk mempertajam gambaran awal daya ingat pada nadzom kitab alfiyyah. Kemudian dalam pelaksanaannya santri diperintahkan menghafalkan nadzom-nadzom yang sudah ditikrarkan sebelumnya. Waktu yang digunakan santri untuk melakukan setoran hafalan pada setiap ba’da ashar. (2) Tujuan penerapan metode tikrar pada matan nadzom kitab alfiyyah ibnu malik di Pondok Pesantren Assalafiyyah untuk dapat meningkatkan, memudahkan dan menguatkan hafalan santri terhadap nadzom nadzom ilmu nahwa yang mana hal tersebut untuk menjadi tolak ukur berhasilnya belajar dipesantren dibuktikan dengan meningkatnya hafalan setiap harinya
Husband's Legal Responsibility for the Rights of His Wife and Children Post-Divorce Mochamad Nurdin; Ahmad Zaini Muhlis; Euis Nurasiah Jamil
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i2.1238

Abstract

When a divorce occurs between a husband and wife, it creates obligations that must be obeyed by a husband and wife, and these obligations include the former husband being obliged to provide a gift that must be given to the former wife who has been divorced. This article aims to examine the husband's responsibilities towards his wife and children after divorce. The existence of divorce does not mean the release of the husband's responsibility to provide responsibilities to the ex-wife, be it iddah maintenance, mut'ah, and child maintenance, provided that it is in accordance with the husband's ability. This research is a type of empirical juridical research, or called field research, which examines the applicable legal provisions and what happens in reality in society. This research is a type of empirical juridical research, or called field research, which examines the applicable legal provisions and what happens in reality in society. Empirical juridical research is legal research on the enactment or implementation of normative legal provisions in action on each specific legal event that occurs in society. The results of this study indicate that the husband is responsible for the former wife and children after divorce in the Religious Court, that the former wife must receive maintenance in the form of mut'ah, iddah maintenance, madhiyah maintenance, and for children's rights or child maintenance. The husband is obliged to provide maintenance to the child in the future, and the prosecution system is every month until the child is 21 years old or has grown up. This policy is carried out to provide justice for wives who are divorced by their husbands.