Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ethnomedicine Study in Enhancing Women’s Reproductive Health Ririn Lestari; Arifah Septiane Mukti; Ratna Suminar
Genius Journal Vol. 5 No. 1 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v5i1.373

Abstract

Objective: The aim of this research is to analyze the number and variety of uses of medicinal plants in improving reproductive health in Sukamulya Village as local community wisdom in medicine (ethnomedicine). Method: A descriptive qualitative research method using an ethnographic approach to document and analyze the practice of using medicinal plants in ethnomedicine in Sukamulya Village, Ciamis, using data collection techniques through in-depth interviews and participant observation. The research participants consisted of cadres and individuals who actively used traditional medicine. Result: Research results show that the most commonly used medicinal plants for reproductive health include fennel pulosari, cinnamon, and black cumin to reduce menstrual pain; rambusa flowers, pomegranate skin, papaya leaves, and betel leaves to reduce heavy bleeding during menstruation; bitter leaves, castor leaves, galangal, turmeric, and Mahkota dewa to regulate the menstrual cycle; and gardenia leaves and papaya leaves are often used in traditional medicine to stimulate delayed menstruation. The use of these plants is not only medicinal but also reflects cultural values ​​and traditional beliefs. Conclusion: The people of Sukamulya Village, Ciamis Regency, apparently have knowledge about medicinal plants because they usually use various types of plants as medicinal ingredients. There are around 14 species from 11 families that are known and used by the public to cure various reproductive health diseases.
PENGARUH SIKAP IBU HAMIL DAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP MITOS-MITOS DALAM KEHAMILAN DI DUSUN SINDANGASIH CIAKAR CIPAKU CIAMIS: THE INFLUENCE OF PREGNANT WOMEN'S ATTITUDE AND SOCIO-CULTURAL ENVIRONMENT ON MYTHS IN PREGNANCY IN SINDANGASIH CIAKAR CIPAKU CIAMIS VILLAGE Siti Rohmah; Ririn Lestari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v5i2.76

Abstract

Kebudayaan adalah merupakan salah satu bentuk kekayaan dari suatu bangsa. Kebudayaaan ini dapat berupa suatu aturan ataupun kebijaksanaan yang berlaku di tengah-tengah masyarakat secara turun-temurun. Tidak sedikit dari kebudayaan ini menjadi suatu bagian yang sangat melekat dalam kehidupan anggota masyarakat, tidak terkecuali dalam kehidupan rumah tangga khususnya juga dalam kesehatan ibu hamil. Mitos-mitos dan pantangan yang berlaku bagi ibu hamil misalnya dalam hal makanan. Begitu banyak pantangan ataupun anjuran makanan yang harus dikonsumsi ataupun tidak dikonsumsi oleh ibu hamil. Semua aturan tersebut sebenarnya untuk menjaga si calon ibu supaya terhindar dari kesulitan apabila melahirkan nanti. Namun, kenyataannya justru aturan ini memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan ibu hamil maupun calon bayinya karena kekurangan asupan nutrisi selama kehamilan, penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat eksploratif dengan jumlah sampel 10 orang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa adanya pengaruh sikap ibu hamil terhadap mitos kebudayann dilingkungan.
Analisis Peran Status Gizi Terhadap Anemia Dengan Menilai Hubungan Antara IMT Dan Kadar Hb Pada Wanita Usia Subur Dengan Anemia Ringan Ririn Lestari; Vera Nurviana; Arifah Septiane
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.362

Abstract

Anemia pada wanita usia subur masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi dan berdampak pada kualitas hidup serta kesehatan reproduksi. Status gizi yang digambarkan melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) berperan penting dalam ketersediaan zat gizi yang menunjang pembentukan hemoglobin (Hb). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara IMT dengan kadar Hb pada wanita usia subur dengan anemia ringan. Desain penelitian adalah potong lintang dengan 30 responden berusia 18–35 tahun, Hb <12 g/dL. Data IMT dihitung dari berat badan dan tinggi badan, sedangkan Hb diperiksa menggunakan POCT Easy Touch. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data Hb (p=0,003) dan IMT (p=0,039) tidak berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif lemah antara IMT dan Hb (r=0,337; p=0,069), namun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa responden dengan status gizi lebih baik cenderung memiliki Hb lebih tinggi, tetapi hubungan ini tidak dapat disimpulkan secara kuat karena ukuran sampel kecil dan variasi data sempit. Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan status gizi pada wanita usia subur sebagai upaya promotif dan preventif anemia. Disarankan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar, variabel biomarker gizi tambahan, dan desain longitudinal agar keterkaitan status gizi dan anemia dapat dipahami lebih mendalam.
Kapsul Sacha Inchi Sebagai Intervensi Nutrigenomik Untuk Meningkatkan Biomarker Prakonsepsi Wanita Usia Subur Dengan Anemia Defisiensi Besi Ririn Lestari; Vera Nurviana; Arifah Septiane Mukti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.488

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan utama pada wanita usia subur dan berimplikasi terhadap kesehatan prakonsepsi. Pendekatan nutrigenomik berbasis pangan fungsional menjadi alternatif intervensi yang potensial dalam meningkatkan status hematologis. Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) merupakan sumber pangan lokal yang kaya protein dan asam lemak omega-3 yang berperan dalam metabolisme zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kapsul Sacha Inchi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita usia subur dengan anemia defisiensi besi. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan pre-test post-test with control group yang melibatkan 30 wanita usia 18–35 tahun dengan kadar hemoglobin <12 g/dL. Subjek dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) yang menerima kapsul Sacha Inchi dosis 1.000 mg dua kali sehari selama 12 minggu dan kelompok kontrol (n=15) yang menerima edukasi kesehatan. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan sebesar 0,93 g/dL (p=0,034), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p=0,138). Nilai hemoglobin pascaintervensi pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p=0,001). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kapsul Sacha Inchi efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan berpotensi sebagai intervensi nutrigenomik berbasis pangan lokal untuk mendukung kesehatan prakonsepsi.