Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Relationship between Serum Magnesium Status and the Incidence of Preeclampsia at 8 Padang Primary Health Care Hifzhillah Fajriati; Bobby Indra Utama; Nurhayati Nurhayati
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.8.1.592-598.2024

Abstract

Introduction: Preeclampsia is one of the main causes of maternal morbidity and mortality, with its etiology and pathophysiology not fully understood. Several studies have shown that magnesium plays an important role in preeclampsia. Magnesium plays a role in modulating endothelial function. Decreased serum magnesium levels in pregnancy can trigger endothelial dysfunction that has an impact on the occurrence of preeclampsia.Objective: Determine the relationship between serum magnesium status with incidence of preeclampsia in pregnant women at 8 Padang Primary Health Care.Method: An observational analytic with cross-sectional design. Sampling was carried out using total sampling technique from research master data at 8 Padang Primary Health Care for period June 2019 – May 2020. The total sample was 45 pregnant women who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using Fisher’s.Result: The serum magnesium status of pregnant women in the 8 Padang Primary Health Care was dominated by normal serum magnesium status (91.1%) and only 8.9% of pregnant women had preeclampsia. Fisher’s test showed that there was a significant relationship between serum magnesium status and the incidence of preeclampsia (p-value = 0,034).Conclusion: There is a significant relationship between serum magnesium status and preeclampsia (with overlook the factors of previous preeclampsia history, family history of preeclampsia, and magnesium intake during pregnancy). Hypomagnesemia status in pregnant women can exacerbate the occurrence of preeclampsia.
KAJIAN NYAMUK VEKTOR DI DAERAH ENDEMIK FILARIASIS DI KENAGARIAN MUNGO, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Hasmiawati Hasmiawati; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i2.60

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis nyamuk vector filariasis dan penentuan kepaslian perarmya sebagai vektor di daerah endemic filariasis di kenagarian Mungo yaitu didesa Koto Bakuruang dan Desa lndobaleh, Kabupaten Lima Puluh Kola dari bulan dari bnlan Mei sampai dengan bulan Oktober 2008. Nyamuk ditangkap dengan perangkap cahaya (Ligt Trap) sebanyak 10 kali penarigkapan dengan rentang waktu sekali da/am 15 hari. Pada penelitian ini didapatkan 5 jenis nyamuk yaitu: Anopheles nigerrimus, Armigeres sp, Culex tritaeniorhynchus, Culex bitaeniorhynchus dan Mansonia uniformis dengan kelimpahan nisbi masing-masingnya adalah : Cit, tritaeniorhyncus 70.46%; Cu. bitaeniorhyncus 18,13%; An.nigerimus 7,66%; Armigeres spp 2,43% dan Mansonia uniformis 1,5%. Dari pembedahan nyamuk tidak didapatkan adanya larva cacing dalam nyamuk, maka kepaslian nyamuk yang berperan sebagai vektor belum didapatkan.
PUSAT INDUSTRI PEMBANGUNAN PETERNAKAN DI KABUPATEN PASAMAN Firdaus Husein Situmorang; Dwi Yuzaria; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i2.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecamatan-kecamatan yang berpeluang sebagai pusat-pusat pertumbuhan di Kabupaten Pasaman dan mengidentifikasi komoditi unggulan yang perlu dikembangkan dan menjadi pendorong perekonomian daerah dibidang peternakan. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis skalogram dan indeks sentralitas untuk mengetahui pusat pertumbuhan wilayah berdasarkan ketersediaan fasilitas peternakan, sarana produksi dan ekonomi, kemudian analisis location quotient (LQ) untuk mengetahui komoditi unggulan yang dapat dikembangkan di setiap Kecamatan Kabupaten Pasaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat pertumbuhan di Kabupaten Pasaman adalah Kecamatan Lubuk Sikaping dengan nilai indeks sentralitas sebesar 190,35, dengan komoditi unggulan pada prioritas pertama adalah sapi, kerbau, kambing dan itik. Kata kunci: Komoditi Unggulan, Pusat Pertumbuhan, Peternakan