Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Relationship between Serum Magnesium Status and the Incidence of Preeclampsia at 8 Padang Primary Health Care Hifzhillah Fajriati; Bobby Indra Utama; Nurhayati Nurhayati
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.8.1.592-598.2024

Abstract

Introduction: Preeclampsia is one of the main causes of maternal morbidity and mortality, with its etiology and pathophysiology not fully understood. Several studies have shown that magnesium plays an important role in preeclampsia. Magnesium plays a role in modulating endothelial function. Decreased serum magnesium levels in pregnancy can trigger endothelial dysfunction that has an impact on the occurrence of preeclampsia.Objective: Determine the relationship between serum magnesium status with incidence of preeclampsia in pregnant women at 8 Padang Primary Health Care.Method: An observational analytic with cross-sectional design. Sampling was carried out using total sampling technique from research master data at 8 Padang Primary Health Care for period June 2019 – May 2020. The total sample was 45 pregnant women who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using Fisher’s.Result: The serum magnesium status of pregnant women in the 8 Padang Primary Health Care was dominated by normal serum magnesium status (91.1%) and only 8.9% of pregnant women had preeclampsia. Fisher’s test showed that there was a significant relationship between serum magnesium status and the incidence of preeclampsia (p-value = 0,034).Conclusion: There is a significant relationship between serum magnesium status and preeclampsia (with overlook the factors of previous preeclampsia history, family history of preeclampsia, and magnesium intake during pregnancy). Hypomagnesemia status in pregnant women can exacerbate the occurrence of preeclampsia.
KAJIAN NYAMUK VEKTOR DI DAERAH ENDEMIK FILARIASIS DI KENAGARIAN MUNGO, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Hasmiawati Hasmiawati; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i2.60

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis nyamuk vector filariasis dan penentuan kepaslian perarmya sebagai vektor di daerah endemic filariasis di kenagarian Mungo yaitu didesa Koto Bakuruang dan Desa lndobaleh, Kabupaten Lima Puluh Kola dari bulan dari bnlan Mei sampai dengan bulan Oktober 2008. Nyamuk ditangkap dengan perangkap cahaya (Ligt Trap) sebanyak 10 kali penarigkapan dengan rentang waktu sekali da/am 15 hari. Pada penelitian ini didapatkan 5 jenis nyamuk yaitu: Anopheles nigerrimus, Armigeres sp, Culex tritaeniorhynchus, Culex bitaeniorhynchus dan Mansonia uniformis dengan kelimpahan nisbi masing-masingnya adalah : Cit, tritaeniorhyncus 70.46%; Cu. bitaeniorhyncus 18,13%; An.nigerimus 7,66%; Armigeres spp 2,43% dan Mansonia uniformis 1,5%. Dari pembedahan nyamuk tidak didapatkan adanya larva cacing dalam nyamuk, maka kepaslian nyamuk yang berperan sebagai vektor belum didapatkan.
PUSAT INDUSTRI PEMBANGUNAN PETERNAKAN DI KABUPATEN PASAMAN Firdaus Husein Situmorang; Dwi Yuzaria; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i2.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecamatan-kecamatan yang berpeluang sebagai pusat-pusat pertumbuhan di Kabupaten Pasaman dan mengidentifikasi komoditi unggulan yang perlu dikembangkan dan menjadi pendorong perekonomian daerah dibidang peternakan. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis skalogram dan indeks sentralitas untuk mengetahui pusat pertumbuhan wilayah berdasarkan ketersediaan fasilitas peternakan, sarana produksi dan ekonomi, kemudian analisis location quotient (LQ) untuk mengetahui komoditi unggulan yang dapat dikembangkan di setiap Kecamatan Kabupaten Pasaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat pertumbuhan di Kabupaten Pasaman adalah Kecamatan Lubuk Sikaping dengan nilai indeks sentralitas sebesar 190,35, dengan komoditi unggulan pada prioritas pertama adalah sapi, kerbau, kambing dan itik. Kata kunci: Komoditi Unggulan, Pusat Pertumbuhan, Peternakan
PERAN SERTA KADER DALAM PENDETEKSIAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI CACING USUS DI KELURAHAN KORONG GADANG, KECAMATAN KURANJI, PADANG Nora Harminarti; Nuzulia Irawati Hasmiwati; Adrial Adrial; Nurhayati Nurhayati; Selfi Renita Rusjdi; Eka Nofita; Yuniar Lestari; Rosfita Rasyid; Firdawati Firdawati; Ida Rahma Burhan; Abdiana Abdiana; Husna Yetti
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 4.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.a.305

Abstract

Penyakit kecacingan masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi ditemukan terutama di negara-negara non industri (negara yang sedang berkembang), seperti Indonesia. Prevalensi dan intensitas tertinggi didapatkan di kalangan anak usia sekolah dasar. Anak-anak merupakan sumber daya manusia yang sangat penting untuk pembangunan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Kelurahan Korong Gadang sebagai pemenang desa Kelurahan Berprestasi Peringkat II dipilih untuk melihat masih ter dapatkah infeksi cacing usus pada anak dengan kriteria daerah seperti ini. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study terhadap semua kader yang berada di wilayah Kelurahan Korong Gadang berupa pengumpulan tinja anak usia sekolah dasar oleh kader, pemeriksaan cacing usus terhadap tinja yang dikumpulkan di bagian Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas andalas Padang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kader berperan aktif dalam program pengendalian infeksi cacing usus. Pemeriksaan semua tinja yang dikumpulkan adalah tidak ditemukan adanya cacing usus. Kesimpulan pengabdian ini berupa hasil penilaian terhadap peran dari kader dalam masalah pencegahan penyakit cacing usus adalah baik. Semua kader yang dipilih melakukan pengumpulan tinja dan melakukan proses pre analitik dengan baik.
Menstrual cycle disruption occurs at any duration of Depo Medroxyprogesterone Acetate usage Muhammad Haritsyah Rahmadana; Ulya Uti Fasrini; Bobby Indra Utama; Abdiana .; Nurhayati .
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v3i3.4407

Abstract

This study investigated the relationship between the duration of Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) contraceptive use and menstrual cycle disturbances among users at the Nanggalo Community Health Center in Padang, West Sumatra. An observational analytical approach with a cross-sectional design was employed, involving 56 female respondents selected through simple random sampling. Data collection included the PSS-10 questionnaire to exclude participants with high stress levels and an interview questionnaire to assess menstrual cycle disturbances. Analysis using the Chi-square test revealed that the majority of respondents (62.5%) had used DMPA for more than 24 months. The most common menstrual disturbance reported was amenorrhea (69.6%), followed by oligomenorrhea (8.9%) and polymenorrhea (7.1%). Statistical analysis showed no significant association between the duration of DMPA use and the occurrence of menstrual disturbances (p=0.876). These findings suggest that the length of DMPA use does not significantly influence menstrual cycle changes among users in this setting, and they may serve as useful educational material for healthcare providers and considerations for individuals choosing DMPA as a contraceptive.  
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pencegahan Kutu Rambut Siswi SD Sherly Marisya; Adrial Adrial; Rizanda Machmud; Nurhayati Nurhayati; Rosfita Rasyid; Rahma Tsania Zhuhra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1380

Abstract

Latar Belakang: Infestasi kutu rambut merupakan permasalahan kesehatan dunia yang umum ditemukan pada anak usia sekolah. Infestasi kutu rambut merupakan masalah kesehatan pada anak yang mampu menyebabkan komplikasi fisik, mental, dan sosial. Edukasi kesehatan bagi anak dapat menggunakan media board game sebagai upaya pencegahan perburukan infestasi kutu rambut. Oleh karena itu, penelitian ini didesain untuk mengkaji pengaruh edukasi kesehatan dengan menggunakan board game pada siswi SD terhadap perubahan pengetahuannya. Objektif: Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh edukasi kesehatan tentang kutu rambut dengan media board game terhadap perubahan pengetahuan pencegahan siswi sekolah dasar. Metode: Kami melaksanakan penelitian pre-eksperimental dengan desain penelitian cross-sectional pada siswi sekolah dasar di Kota Padang, Sumatra Barat, Indoenesia. Sejumlah 96 orang siswi sekolah dasar diikutsertakan dalam penelitian dengan sistem random sampling. Sebuah board game didesain sebagai bentuk intervensi pada penelitian ini. Kami menggunakan kuesioner terstandarisasi untuk mengumpulkan informasi terkait pengetahuan tentang infestasi dan pencegahan kutu rambut, sebelum dan sesudah intervensi. Wilcoxon Signed Rank digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil: Sejumlah 24 responden memiliki pengetahuan yang baik terkait infestasi dan pencegahan kutu rambut sebelum intervensi. Setelah intervensi dilakukan, terdapat peningkatan menjadi 71 responden dengan nilai p 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Perubahan pengetahuan dari kategori pengetahuan cukup menjadi pengetahuan baik sesudah diintervensi dengan board games pada siswi sekolah dasar.
Dampak Perilaku Sehat Dengan Infeksi Cacing Yang Ditularkan Melalui Tanah di SDN 21 Batang Anai Padang Pariaman: Dampak Perilaku Sehat Dengan Infeksi Cacing Yang Ditularkan Melalui Tanah di SDN 21 Batang Anai Padang Pariaman dr Nora Harminarti; Nurhayati Nurhayati; Nuzulia Irawati; Selfi Renita Rusjdi; Eka Nofita
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Vol. 2 No. 2 (2024): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v2i2.10061

Abstract

Prevalensi kecacingan yang berhubungan dengan status ekonomi dan kebersihan lingkungan.Penularan penyakit kecacingan akan berlangsung secara terus menerus karena masih adanya faktor-faktor yang mendukung, seperti iklim tropis, pendidikan dan status ekonomi yang rendah, sanitasi lingkungan yang jelek, dan kurangnya kebersihan perorangan. Anak sekolah dasar mudah terinfeksi cacing usus karena mereka sering bermain ditanah, dan kurang pengetahuan tentang kebersihan pribadi, sehingga penting sekali untuk mencegah dan memberantas infeksi cacing. Oleh karena itu amat diperlukan upaya yang nyata dalam pemberantasan penyakit kecacingan, diantaranya adalah pemeriksaan tinja secara berkala, pengobatan berkala, pendidikan kesehatan yang berkesinambungan serta melibatkan pihak sekolah dan orang tua dalam upaya pemberantasan penyakit kecacingan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menurunkan prevalensi infeksi Soil transmitted helminth, khususnya pada anak sekolah, dengan cara mengajarkan perilaku hidup sehat dan pemberian obat pada yang terinfeksi. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dengan cara pemeriksaan tinja, pengobatan masal dan penyuluhan kesehatan. Pemeriksaan tinja dilakukan dengan cara setiap anak SD diberikan pot tinja dan diminta menyerahkan tinjanya kedalam pot tinja yang telah dibagikan suatu hari sebelumnya, kemudian tinja dibawa ke laboratorium parasitologi UNAND untuk diperiksa dengan metode langsung dan pemeriksaan Harada Mori. Kegiatan ini dilaksanakan pada SDN 21 Batang Anai di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman pada hari Rabu, 29 Juli 2019. Sampel yang diberikan penyuluhan adalah anak sekolah dasar kelas III dan IV, serta dihadiri oleh orang tua murid. Sebelum dilakukan penyuluhan dapat dilihat pengetahuan tentang penyakit kecacingan anak sekolah dasar masih kurang. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan memberikan hasil yang cukup memuaskan, dimana terjadi peningkatan hasil pre test dengan post test