Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AKU, MEPS, DAN BEPS KARYA SOCA SOBHITA DAN REDA GAUDIAMO KAJIAN PSIKOANALISIS KURT LEWIN Nur Afni Dwi Novika; Kiftiawati Kiftiawati; Bayu Aji Nugroho
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.8551

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berfokus untuk menganalisis konflik batin tokoh utama dalam novel Aku, Meps dan Beps karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo dengan kajian psikoanalisis Kurt Lewin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan fakta cerita, memaparkan bentuk konflik batin, dan memaparkan faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya konflik batin. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini didapatkan dari novel Aku, Meps, dan Beps karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo (2016). Analisis yang dilakukan menggunakan teknik baca dan catat novel Aku, Meps, dan Beps karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo kemudian menganalisis fakta carita, konflik batin, dan faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik batin dalam novel tersebut. Hasil penelitian yang ditemukan dalam fakta carita pada novel Aku, Meps, dan Beps karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo berupa tiga tokoh dan penokohan, alur maju, dan sembilan latar tempat, lima latar waktu, latar sosial menengah keatas. Terdapat tiga bentuk konflik batin yaitu, konflik mendekat-mendekat, konflik menjauh-menjauh, dan konflik mendekat-menjauh. Selanjutnya ada tiga faktor penyebab terjadinya konflik batin pada tokoh utama yaitu kekuatan kebutuhan pribadi, kekuatan pengaruh keinginan orang lain, dan kekuatan nonmanusia.Kata kunci: novel, psikoanalisis Kurt Lwein, konflik batin, tokoh utama
STUDI STATUS KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BOLA VOLI MAHASISWA PRODI PENJASKESREK STKIP MODERN NGAWI Bayu Aji Nugroho
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 7 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i7.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai keterampilan teknik dasar bola voli mahasiswa, menyusun norma gerak dasar, dan menentukan status keterampilan dasar pada mahasiswa Program Studi Penjaskesrek STKIP Modern Ngawi. Menggunakan metode survey normatif dengan sampel 55 mahasiswa yang diambil secara proporsional, data dikumpulkan melalui tes keterampilan seperti passing atas, passing bawah, servis atas, servis bawah, dan smash. Analisis data dilakukan dengan ANAVA, T-Score, dan penyusunan norma. Hasil penelitian menunjukkan norma keterampilan voli sebagai berikut: ≥ 192 (kurang sekali), 193-219 (kurang), 220-252 (sedang), 253-278 (cukup), 279-307 (baik), dan ≥ 308 (baik sekali). Sebagian besar mahasiswa berada dalam kategori "cukup" (34,55%), dengan 5,45% berada dalam kategori "baik sekali", 12,73% "baik", 27,27% "sedang", 16,36% "kurang", dan 3,64% "kurang sekali".
EDUKASI PENTINGNYA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA BRANDING PRODUK UMKM KELURAHAN MANGGAR BARU KOTA BALIKPAPAN: Education of the Importance of Social Media Use as A Means of MSMEs Products Branding Manggar Baru Sub-district, Balikpapan City Muhammad Iqbal; Bayu Aji Nugroho
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v4i1.85

Abstract

Abstract: Community engagement in educating MSMEs in Manggar Baru Sub-district,Balikpapan City, is crucial to be conducted, as it can provide an understanding of thesignificance of leveraging social media to strengthen the brand of MSME products inManggar Baru Sub-district, which holds the potential for enhancement and expandingmarketing outreach for MSME entrepreneurs. Through the Self Learning method,participants of the education program, consisting of MSME entrepreneurs in ManggarBaru Sub-district, demonstrated positive understanding and strong commitment toimplementing these new marketing strategies within their MSME activities. Evaluationresults indicated that 97% of participants easily comprehended and expressed interest inapplying social media utilization as a branding tool in their MSME businesses. Theseoutcomes suggest that the educational content on the Importance of Using Social Mediaas a Means of branding for MSME Products in Manggar Baru Sub-district, BalikpapanCity, has successfully influenced participants' understanding and enthusiasm for thisconcept. Strong participant support indicates the potential for changing how MSMEsmarket their products in the digital era. These results provide a foundation forconsidering the development of similar educational programs with even greater benefitsfor MSMEs in Manggar Baru Sub-district, Balikpapan City. Keywords: MSMEs; Social Media; Branding   Abstrak: Pengabdian Masyarakat terkait Edukasi Pentingnya Penggunaan Media SosialSebagai Sarana Branding Produk UMKM Kelurahan Manggar Baru Kota Balikpapanmenjadi penting untuk dilaksanakan, dikarenakan dapat memberikan pemahamantentang pentingnya memanfaatkan media sosial dalam upaya memperkuat merek produkUMKM di Kelurahan Manggar Baru yang memiliki potensi untuk dapat ditingkatkanserta memperluas cakupan pemasaran produk pelaku UMKM. Melalui metode SelfLearning, peserta edukasi yang terdiri dari para pelaku UMKM di Kelurahan ManggarBaru menunjukkan pemahaman positif dan komitmen kuat dalam menerapkan strategipemasaran baru ini dalam kegiatan UMKM mereka. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa 97% peserta dengan mudah memahami dan tertarik untuk menerapkanpemanfaatan media sosial sebagai alat branding dalam bisnis UMKM. Hasil inimengindikasikan bahwa materi Edukasi Pentingnya Penggunaan Media Sosial SebagaiSarana Branding Produk UMKM Kelurahan Manggar Baru Kota Balikpapan telahberhasil memengaruhi pemahaman dan antusiasme peserta terhadap konsep ini.Dukungan kuat dari peserta menunjukkan potensi perubahan dalam cara UMKMmemasarkan produk di era digital. Hasil ini memberikan dasar untuk pertimbanganpengembangan program edukasi serupa dengan manfaat lebih besar bagi UMKM diKelurahan Manggar Baru, Kota Balikpapan. Kata kunci: UMKM; Media Sosial; Branding
Peran Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Bayu Aji Nugroho; Krido Hary Gunawan
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 3 (2026): March: Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/7gtkty54

Abstract

This study aims to analyze the role of work motivation, job satisfaction, and organizational commitment in improving employee performance at Perum BULOG Surabaya Branch Office. The research uses a quantitative explanatory approach with a saturated sampling technique involving 72 employees as respondents. Primary data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 25. The results show that work motivation has a positive and significant effect on employee performance, indicating that motivated employees tend to demonstrate higher productivity and responsibility. Job satisfaction is also proven to significantly influence performance, reflecting that employees who feel satisfied with their work conditions, compensation, and relationships are more likely to achieve better work outcomes. Furthermore, organizational commitment shows a significant positive effect on employee performance, highlighting the importance of emotional attachment and loyalty to the organization. Simultaneously, work motivation, job satisfaction, and organizational commitment contribute substantially to explaining variations in employee performance. These findings emphasize that psychological and attitudinal factors play a strategic role in enhancing employee performance and should be considered as a priority in human resource management practices within public sector organizations.