Eka Ari Puspita
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Demografi Erupsi Kulit Akibat Alergi Obat Di RSUD Dr Soegiri Lamongan Yuli Wahyu Rahmawati; Nuri Amini; Tapi Singgar Niari; Ridha Rimadina; Eka Ari Puspita; Tri Rosalia
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v6i3.15348

Abstract

Erupsi kulit akibat alergi obat dapat terjadi pada semua usia dengan berbagai manifestasi klinis. Tujuan: Mengetahui gambaran umum pasien erupsi obat, obat yang diduga sebagai penyebab dan terapi yang sudah dilakukan pada pasien erupsi obat di RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Metode: Penelitian dilakukan secara descriptive retrospective study. berdasarkan rekam medis pasien yang dirawat di RSUD Dr. Soegiri Lamongan periode 1 Januari 2017 – 31 Desember 2020. Hasil: Didapatkan kasus erupsi obat sebanyak 363. Tipe eritrodermi merupakan erupsi obat yang terbanyak (36,69%). Perempuan (52,89%), Kelompok usia 45-64 tahun (40,7%), Hipertensi (22,0%). Jenis obat penyebab terbanyak adalah NSAID (56,1%). Dan tatalaksana terbanyak adalah kortikosteroid topikal sebanyak 313 orang (86,2%). Kesimpulan: Pada penelitian ini, distribusi kasus terbanyak adalah eritroderma, dengan jenis kelamin perempuan, pada usia 45-64 tahun, lama keluhan yang paling banyak 10 hari, dengan riwayat penyakit hipertensi, dengan keluhan paling sering gatal, obat terbanyak di konsumsi sebelum timbul gejala adalah NSAID, dengan manifestasi makula eritematus morbilifirmis, dan tatalaksana menggunakan kortikosteroid topikal dan urea.Kata Kunci: analgetik, erupsi obat, riwayat penyakit
Perbandingan Kualitas Hidup pada Terapi Farmakologis dan Fisioterapi dengan Penambahan Injeksi Intraartikular Kortikosteroid pada Pasien Osteoartritis Lutut Derajat Lanjut Muhammad Naufaldi Hefni; Brilliant Citra Wirashada; Eka Ari Puspita
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32623

Abstract

Latar belakang: Osteoartritis lutut menyebabkan nyeri, kekakuan, dan gangguan fungsi yang menurunkan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup antara pasien OA lutut yang mendapat terapi farmakologis dan fisioterapi saja, dibandingkan yang juga mendapatkan injeksi intraartikular kortikosteroid.Metode: Penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional terhadap 44 pasien OA lutut derajat lanjut di RS Siti Khodijah Sidoarjo tahun 2023. Data diperoleh dari rekam medis dan kuisioner WOMAC, dianalisis dengan uji Mann-Whitney U dan Spearman. Hasil: Kelompok dengan terapi injeksi menunjukkan rata-rata skor WOMAC lebih rendah (19,2 ± 14,0) dibanding kelompok tanpa injeksi (35,07 ± 8,6), dengan perbedaan signifikan (p = 0,000). Kesimpulan: Penambahan injeksi intraartikular kortikosteroid memperbaiki kualitas hidup pasien OA lutut secara signifikan.