Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan Skala Nyeri Saat Tindakan Bekam Pada Perokok Dan Non Perokok Elvina Nur Lafany; Titik Kusumawinakhyu; Ira Citra Ningrom; Susiyadi Susiyadi
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v6i3.15605

Abstract

Bekam atau yang dikenal dengan istilah canduk, canthuk, cupping therapy merupakan teknik penyembuhan penyakit dengan cara membuang racun dalam tubuh melalui pengeluaran darah yang diambil dari permukaan kulit. Bekam memiliki manfaat untuk mengobati berbagai keluhan seperti nyeri pada area punggung. Tujuan: Mengetahui perbedaan rasa nyeri dengan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) pada perokok dan non perokok yang dilakukan tindakan bekam di punggung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan observasi analitik yang dirancang dalam bentuk kasus kontrol. Pengambilan sampel penelitian menggunakan sampel acak sederhana. Data primer didapatkan dari masyarakat laki-laki yang merokok dan data sekunder dari rekam medis bekam di Griya Sehat. Uji statistik yang digunakan adalah uji fisher exact. Hasil: Data dari 70 responden diperoleh 78.58 % responden merasakan nyeri yang ringan, 20% merasakan nyeri sedang, dan 1.42% nyeri berat. Hasil analisisfFisher exact, respon nyeri pada perokok 88.57% nyeri ringan, 8.57% nyeri sedang, dan 2,85% nyeri berat; dan respon nyeri pada non perokok 68.57% nyeri ringan dan 31.42% nyeri sedang dengan diperoleh hasil p-value 0.040. Kesimpulan: Dari hasil penelitian perokok lebih mengalami nyeri saat dilakukan tindakan bekam serta terdapat perbedaan rasa nyeri pada perokok dan non perokok berdasarkan vas akibat tindakan bekam di punggung.Kata Kunci: bekam, skala nyeri, perokok
Restorative Justice in The Settlement of Fraud Crimes in The Banyumas Police Criminal Investigation Unit Marsitiningsih Marsitiningsih; Ira Citra Ningrom; Yusuf Saefudin
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 14 (2023): Proceedings of International Conference on Legal Studies (ICOLAS 2023)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v14i.911

Abstract

The settlement of fraud cases with restorative justice is an innovative step to follow the dynamics of the development of the legal world which began to shift from positivism to progressive. Restorative justice is an approach that focuses more on the conditions for the creation of justice and balance for the perpetrators of criminal acts and the victims themselves. The research method used is empirical juridical, namely legal research on the implementation of restorative justice in action in the settlement of fraud cases by the Banyumas Police Criminal Investigation Unit. The purpose of this research is to analyze the settlement of fraud crimes through restorative justice and to find out the obstacles in the settlement of theft crimes through restorative justice at Satreskrim Polresta Banyumas. The results showed that the Banyumas Police Criminal Investigation Unit resolved fraud cases using a restorative justice approach based on Police Regulation Number 8 of 2021 concerning Handling Crimes Based on Restorative Justice, namely by bringing together the perpetrator and victim and seeking to restore the losses suffered by the victim. The obstacles faced by Satreskrim Polresta Banyumas are that the victim does not want the involvement of outside parties in resolving his case and the inability of the perpetrator to fulfill the compensation requested by the victim, causing the settlement of fraud cases through restorative justice to fail.
Pengaruh Ekstrak Etanol Momordica Charantia terhadap Sensitivitas Insulin pada Tikus Model Diabetes Mellitus Tipe 2 Amir Thalib Thalib; Muhammad Fadhol Romdhoni; Dewi Karita Karita; Ira Citra Ningrom
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.20589

Abstract

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh kekurangan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia kronis diabetes terkait dengan kerusakan jangka panjang, kerusakan, dan kegagalan organ, terutama pada ginjal, mata, jantung, saraf, dan pembuluh darah. Momordica charantia umumnya digunakan sebagai obat herbal untuk diabetes tipe 2 di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika Timur. Momordica charantia mengandung charantin, lektin, dan insulin polipeptida-P, yang dapat membantu menyembuhkan diabetes dengan menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dosis ekstrak etanol Momordica charantia terhadap sensitivitas insulin tikus model diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode postest control group design artinya data yang diambil hanya satu kali. Sebanyak 36 ekor tikus digunakan sebagai subjek yang dibagi menjadi 6 kelompok uji. Setiap kelompok mendapatkan perlakuan yang berbeda termasuk pemberian dosis ekstrak etanol Momordica charantia yang berbeda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji anova. Data yang dihasilkan dari ekstrak etanol Momordica charantia dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan sensitivitas insulin meskipun tidak signifikan secara statistik.