Any Isro'aini
Fakultas Vokasi Program Studi DIII Kebidanan, ITSKes ICMe Jombang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Perawatan Wajah terhadap Timbulnya Jerawat pada Akseptor Kontrasasepsi Hormonal Any Isro'aini; Ratna Dewi Permatasari
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan September 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v21i2.1259

Abstract

Kontrasepsi hormonal masih menjadi pilihan sebagian akseptor, yang mana dapat menimbulkan efek samping berupa jerawat. pada saaat akseptor mengonsumsi pil kontrasepsi maka akan terjadi peningkatan hormon androgen dan progesteron. Peningkatan androgen menyebakan peningkatan kelenjar sebum, sehingga dapat menimbulkan jerawat. perawatan wajah dalam hubungannya dengan jarawat bisa berada sebagai penyebab, pencegah, maupun pengobatan. penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan pembersih wajah dengan tmbulnya jerawat, hubungan pelembab wajah dengan timbulnya jerawat, hubungan pemakaian bedak dengan timbulnya jerawat, dan hubungan pelindung wajah dengan timbulnya jerawat pada akseptor kontrasepsi hormonal.Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan Cross Sectional. Populasinya adalah akseptor kontrasepsi hormonal di BPM. Ratna Rifai Ds. Mlancu Kec. Kandangan Kab. Kediri sejumlah 40 responden, sampel diambil dengan total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner. Respondennya adalah akseptor kontrasepsi hormonal. Observasi jerawat yang timbul pada wajah dilakukan degan pengamatan dan dokumentasi dengan cara mengambil foto wajah responden. Analisa dilakukan uji hipotesa dengan Bivariate Chi Square untuk melihat hubungannya. Jika tidak memenuhi kriteria uji Chi-Square yaitu nilai Expected Count <5% maka digunakan uji Fisher. Dari uji fisher tidak didapatkan hubungan antara pembersih wajah dengan timbulnya jerawat (p=1,000), pelembab wajah dan timbulnya jerawat (p=1,000), pelindung wajah dengan timbulnya jerawat (p= 1,000) pada akseptor kontrasepsi hormonal. Terdapat hubungan antara pemakaian bedak padat dengan timbulnya jerawat pada akseptor kontrasepsi hormonal (0,033). Tidak terdapat hubungan antara pembersih wajah, pelembab, dan pelindung wajah dengan timbulnya jerawat pada akseptor kontrasepsi hormonal. Terdapat hubungan antara pemakaian bedak padat dengan timbulnya jerawat pada akseptor kontrasepsi hormonal.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Dengan Media Animasi Pada Remaja Sebagai Upaya Preventif Stunting Any Isro'aini; Fera Yuli Setiyaningsih
Jurnal Kebidanan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kebidanan Maret 2026
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.1585

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. pencegahan stunting hendaknya dimulai sejak remaja, salah satunya dengan pemberian edukasi kesehatan reproduksi. Terdapat beberapa media pembelajaran salah satunya yaitu video animasi, penggunaan media video animasi dalam pemberian edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi melalui media animasi dalam upaya preventif stunting. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimental dengan desain non randomized pre posttest control group design dengan jadi total 44 responden untuk kelompok intervensi dan 44 untuk kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan saat pretets dan posttest pada remaja setelah diberikan intervensi. Hal tersebut dibuktikan juga dengan uji statistik bahwa ada perbedaan pengetahuan dan sikap pada remaja sebelum dan setelah dilakukan edukasi kesehatan reproduksi melalui animasi dalam upaya preventif stunting. Media animasi dapat membuat remaja memahami pesan yang disampaikan. Pada penelitian ini media animasi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam upaya preventif stunting.