Muhammad Ikbal
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Menjawab Tantangan Global Dengan Landasan Filosofis Teguh Maulana Ihsan; Muhammad Ikbal; Herlini Puspika Sari
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.436

Abstract

Globalisasi menuntut sistem pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep integrasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan landasan filosofis sebagai upaya menjawab tantangan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menelaah buku, jurnal, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum PAI diperlukan untuk menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta membentuk paradigma pendidikan yang berorientasi pada kesatuan ilmu dan keseimbangan antara akal, iman, dan moral. Landasan filosofis pendidikan Islam menjadi dasar penting dalam menciptakan kurikulum yang tidak hanya mencerdaskan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Melalui pendekatan integratif, kurikulum PAI terbukti lebih relevan dalam membangun generasi Muslim yang berakhlak mulia, adaptif terhadap perubahan global, dan mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, integrasi kurikulum berbasis filosofis menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran pendidikan Islam dalam membentuk manusia seutuhnya.
Strategi Penanaman Nilai-Nilai Akidah Akhlak Melalui Pembelajaran Reflektif di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru Paras Rindwianto; Musthafa Rahman; Muhammad Ikbal; Resti Yulastri
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.536

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi penanaman nilai-nilai Akidah Akhlak melalui pembelajaran reflektif di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana aktivitas reflektif berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran moral santri dan membentuk karakter sesuai nilai-nilai ajaran Islam. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran reflektif mendorong santri untuk menilai kembali tindakan sehari-hari, memperdalam pemahaman terhadap konsep Akidah Akhlak, serta meningkatkan kesadaran diri dalam mengamalkan nilai-nilai moral Islam. Santri mengalami peningkatan dalam aspek kejujuran, kedisiplinan, empati, dan tanggung jawab setelah mengikuti sesi refleksi secara rutin. Guru juga menyatakan bahwa strategi reflektif menciptakan interaksi pembelajaran yang lebih bermakna serta memperkuat kematangan emosional dan spiritual santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran reflektif merupakan strategi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru.
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Etika Sosial dalam Pembentukan Kesadaran Sosial Peserta Didik Rini Selviani; Rima Nurhavsyakh; Muhammad Ikbal; Ainur Rafiq; Alfaza Rizky; Sri Wahyuni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16479

Abstract

Perkembangan sosial dan perubahan nilai dalam masyarakat menuntut adanya pembaruan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulum PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan kesadaran sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi kurikulum PAI berbasis etika sosial dalam membentuk kesadaran sosial peserta didik di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah, seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait pendidikan Islam dan etika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum PAI berbasis etika sosial dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai empati, toleransi, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dalam proses pembelajaran. Implementasi kurikulum ini dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembentukan budaya sekolah yang mendukung internalisasi nilai-nilai sosial. Dengan demikian, kurikulum PAI berbasis etika sosial memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
Model Pembelajaran PAI Berbasis Multikultural untuk Meningkatkan Sikap Toleransi siswa Muhammad Ikbal; Irhamullah; Musthafa Rahman; Indra Rhammadhanny; Resti Yulastri
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.873

Abstract

Penelitian ini membahas model pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural dalam meningkatkan sikap toleransi siswa. Keberagaman masyarakat Indonesia memerlukan pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan dampak pembelajaran PAI berbasis multikultural terhadap sikap toleransi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah buku, jurnal, dan penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis multikultural menekankan nilai inklusivitas, moderasi, kerja sama, dan penghormatan terhadap keberagaman melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model ini membantu siswa mengembangkan empati, kesadaran sosial, dan hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah. Guru juga berperan penting dalam menanamkan sikap toleransi melalui pembelajaran kontekstual dan budaya sekolah yang inklusif. Kesimpulannya, pembelajaran PAI berbasis multikultural berkontribusi dalam membentuk siswa yang toleran dan moderat di masyarakat multikultural.